Cerita Lengkap KKN Desa Penari yang Viral Tahun 2019

Trailer KKN Desa Penari 2
Trailer KKN Desa Penari 2

Sedangkan untuk perempuan, menginap di salah satu rumah warga.

Di dalam kamar, Widya pun menjelaskan maksud ucapannya kepada Pak Prabu, karena sepanjang perjalanan, bila dirasakan oleh Widya sendiri, itu lebih dari satu jam. Ayu membantah bahwa lama perjalanan tidak sampai selama itu. Anehnya, Nur memilih tidak ikut berdebat.

Nur, lebih memilih untuk diam. “Ngene, awakmu krungu ora, nang dalan alas mau, onok suara gamelan (gini, kamu dengar apa tidak , di jalan tadi, ada suara orang memainkan gamelan)?”

“Yo paling onok hajatan lah, opo maneh (ya palingan ada warga yang mengadakan hajatan, apalagi).”

Berbeda dengan Ayu, Nur menatap Widya dengan ngeri sembari berbicara lirih. Nur yang seharusnya paling ceria di antara mereka berkata, “mbak, ra onok deso maneh nang kene, gak mungkin nek onok hajatan, nek jare wong biyen, krungu gamelan nang nggon kene, iku pertanda elek (mbak, tidak mungkin ada desa lain di sini, tidak mungkin ada acara di dekat sini, kalau kata orang jaman dulu, kalau dengar suara gamelan, itu pertanda buruk)

Mendengar itu, Ayu tersulut dan langsung menuding Nur sudah ngomong yang tidak-tidak.

“Nur, ra usah ngomong aneh-aneh kui, awakmu yo melok observasi nang kene ambek aku, mosok gorong sedino wes ngomong ra masuk akal ngunu (Nur, jangan ngomong sembarangan kamu, bukannya kamu ikut observasi di kampung ini sama aku, belum sehari kamu sudah ngomong yang gak masuk akal begini).”

Ayu pergi, meninggalkan Widya dengan Nur. Saat itu, Nur mengatakan, “mbak, aku yo krungu suara gamelan iku (mbak, aku juga dengar suara gamelan itu). Masalahe mbak, aku yo ndelok onok penari’ne nang dalan mau (masalahnya, aku juga lihat ada yang menari di jalan tadi)

“Astaghfirullah,” kata Widya tidak percaya.

Nur menatap nanar Widya, air matanya sudah seperti memaksa keluar, Widya hanya memeluk dan mencoba menenangkannya.

Benar kata ibunya tempo hari.

“Banyu semilir mlayu nang etan.” (air selalu mengalir ke arah timur) yang memiliki makna, bahwa timur adalah tempat di mana semua dikumpulkan menjadi satu, antara yang buruk dan yang paling buruk, dan kini, Widya harus tinggal di hutan paling timur.

Pos terkait