Oleh: Edi Purwanto *
Saya memandang persoalan Jalan Mendalo menuju Exit Tol Pijoan hari ini bukan lagi sekadar persoalan kemacetan biasa. Ini sudah menjadi persoalan serius yang menyangkut keselamatan masyarakat, mobilitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan wajah masa depan Provinsi Jambi. Karena itu, percepatan pembangunan jalur dua Mendalo–Pijoan tidak bisa lagi ditunda terlalu lama.
Beberapa waktu terakhir saya menerima begitu banyak keluhan dari masyarakat, mahasiswa, hingga para orang tua yang setiap hari melintasi kawasan tersebut. Jalan yang sempit, volume kendaraan yang terus meningkat, ditambah aktivitas kendaraan antarprovinsi membuat kawasan ini semakin padat dari waktu ke waktu. Dan yang paling memprihatinkan, angka kecelakaan di wilayah itu juga terus menjadi perhatian serius.
Karena itulah saya mendorong percepatan pembangunan jalan dua jalur dari Simpang Mendalo menuju Exit Tol Pijoan hingga kawasan Stadion Swarnabhumi. Bagi saya, ini bukan proyek biasa. Ini adalah kebutuhan mendesak masyarakat yang harus dipandang sebagai program extraordinary. Saya tidak ingin masyarakat terus menunggu terlalu lama sementara kondisi di lapangan semakin berat setiap harinya.
Saya melihat sendiri bagaimana kawasan itu berkembang sangat cepat. Di sana ada dua perguruan tinggi besar, yakni Universitas Jambi dan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Ribuan mahasiswa melintas setiap hari di jalur tersebut. Belum lagi aktivitas sekolah unggulan seperti SMA Titian Teras dan MAN Insan Cendekia. Kawasan itu sudah berubah menjadi pusat pendidikan penting di Provinsi Jambi.
Kalau kita bicara tentang masa depan daerah, maka pendidikan harus menjadi prioritas utama. Dan pendidikan tidak hanya bicara ruang kelas atau gedung kampus. Infrastruktur pendukung seperti jalan juga sangat menentukan kualitas mobilitas dan keselamatan masyarakat. Saya tidak ingin mahasiswa berangkat kuliah dengan rasa khawatir setiap hari hanya karena kondisi jalan yang terlalu padat dan rawan kecelakaan.
Apalagi sekarang keberadaan Exit Tol Pijoan akan membuat kawasan itu menjadi salah satu pintu masuk utama Provinsi Jambi. Artinya, volume kendaraan akan terus meningkat ke depan. Kalau dari sekarang kita tidak mulai mempersiapkan infrastruktur yang memadai, maka persoalan kemacetan dan keselamatan akan semakin sulit diatasi di masa mendatang.
Saya selalu percaya bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya menunggu masalah menjadi semakin parah. Pemerintah harus mampu membaca arah perkembangan daerah lebih awal. Dan menurut saya, kawasan Mendalo–Pijoan adalah salah satu titik yang harus segera diantisipasi pertumbuhannya.
Karena itu, dalam rapat koordinasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi, saya menegaskan bahwa proses Feasibility Study dan Detail Engineering Design harus dipercepat. Kita tidak bisa menunggu terlalu lama hingga 2027 sementara kebutuhan masyarakat sudah sangat mendesak hari ini.
Saya memahami bahwa pembangunan jalan dua jalur bukan pekerjaan kecil. Ada proses perencanaan, pembebasan lahan, koordinasi lintas pemerintah, hingga penganggaran yang harus dipersiapkan dengan matang. Tetapi justru karena itu semua membutuhkan waktu, maka prosesnya harus mulai dipercepat dari sekarang.
Saya juga percaya pembangunan seperti ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh satu pihak. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat harus memiliki semangat yang sama. Infrastruktur strategis seperti ini membutuhkan gotong royong besar agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
Bagi saya pribadi, jalan Mendalo bukan sekadar jalur kendaraan. Jalan itu adalah urat nadi aktivitas masyarakat Jambi. Di sana ada mahasiswa yang mengejar masa depan. Ada masyarakat yang bekerja setiap hari. Ada kendaraan logistik yang menopang ekonomi daerah. Dan ada wajah Jambi yang dilihat orang ketika memasuki wilayah ini melalui Exit Tol Pijoan.
Saya sering mengatakan bahwa pembangunan jalan sebenarnya bukan hanya soal beton dan aspal. Lebih dari itu, ini soal mempercepat kehidupan masyarakat. Ketika akses menjadi lancar, aktivitas ekonomi tumbuh lebih cepat. Ketika kemacetan berkurang, produktivitas masyarakat meningkat. Dan ketika keselamatan jalan diperhatikan, maka nyawa masyarakat lebih terlindungi.
Yang juga perlu dipahami, kawasan Mendalo saat ini berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru. Kehadiran kampus besar, fasilitas pendidikan unggulan, dan Stadion Swarnabhumi membuat kawasan tersebut memiliki potensi ekonomi yang sangat besar di masa depan. Karena itu, infrastruktur pendukung harus disiapkan sejak sekarang agar perkembangan kawasan berjalan sehat dan terarah.
Saya juga melihat semangat mahasiswa dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan ini cukup besar. Banyak aspirasi yang masuk kepada saya terkait kondisi jalan tersebut. Dan saya memandang aspirasi masyarakat seperti itu tidak boleh diabaikan. Tugas kami sebagai wakil rakyat adalah memastikan suara masyarakat benar-benar diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan.
Dalam proses pembangunan nanti, saya berharap semua pihak tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas. Memang pasti ada tantangan di lapangan, terutama soal pembebasan lahan dan penyesuaian teknis lainnya. Tetapi saya percaya masyarakat Jambi memiliki kesadaran kolektif yang baik untuk mendukung pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan bersama.
Saya optimistis jika pembangunan jalur dua Mendalo–Pijoan dapat direalisasikan dengan baik, dampaknya akan sangat besar bagi Provinsi Jambi. Tidak hanya mengurangi kemacetan dan kecelakaan, tetapi juga meningkatkan daya saing kawasan pendidikan dan ekonomi daerah.
Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur harus selalu berpihak pada kebutuhan masyarakat. Dan bagi saya, memperjuangkan percepatan jalan dua Mendalo–Pijoan adalah bagian dari tanggung jawab untuk memastikan masyarakat Jambi mendapatkan akses yang lebih aman, nyaman, dan layak untuk masa depan yang lebih baik.
Karena pembangunan yang baik bukan hanya tentang proyek selesai dibangun. Tetapi tentang bagaimana infrastruktur itu benar-benar menjawab kebutuhan rakyat dan membawa manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. (*)
* Edi Purwanto, Anggota DPR RI dapil Provinsi Jambi












