Oleh : Al Haris *
Hari ini saya mendapatkan kunjungan mendadak dari Bapak Menteri Kesehatan beserta jajaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kunjungan seperti ini tentu bukan sekadar agenda seremonial biasa. Ada banyak hal penting yang ingin dilihat langsung di lapangan, terutama bagaimana kondisi pelayanan kesehatan daerah berjalan dan bagaimana anak-anak muda kita yang sedang menjalani internship berproses menjadi tenaga kesehatan masa depan.
Saya mendampingi langsung beliau menuju Kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Di sana kami mengunjungi Rumah Sakit H Daud Arif, salah satu fasilitas kesehatan penting bagi masyarakat pesisir di wilayah barat Provinsi Jambi. Dalam perjalanan menuju lokasi, saya terus berpikir bahwa perhatian pemerintah pusat kepada daerah seperti ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebab membangun kesehatan masyarakat tidak bisa hanya selesai lewat laporan di atas meja.
Sesampainya di rumah sakit, kami melihat langsung aktivitas para peserta internship yang sedang menjalani pengabdian dan pembelajaran. Saya melihat semangat di wajah anak-anak muda itu. Mereka datang dengan harapan besar, dengan cita-cita membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Di tengah keterbatasan yang kadang masih ada di daerah, semangat seperti itu menurut saya harus dijaga dan didukung bersama.
Dalam suasana yang cukup hangat, kami berdialog dan berdiskusi dengan banyak pihak. Mulai dari jajaran Kementerian Kesehatan, pihak rumah sakit, pemerintah daerah, tenaga medis, hingga para peserta internship sendiri. Saya percaya, kemajuan pelayanan kesehatan hanya bisa dicapai jika semua pihak duduk bersama dan saling mendengar. Kadang solusi terbaik lahir bukan dari ruangan rapat besar, tetapi dari percakapan sederhana yang jujur di lapangan.
Al Haris Ways kali ini mengingatkan saya bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal gedung rumah sakit atau alat kesehatan yang modern. Lebih dari itu, pelayanan kesehatan adalah soal rasa hadir negara di tengah masyarakat. Ketika masyarakat sakit, mereka ingin ditolong cepat. Ketika dokter muda datang ke daerah, mereka ingin mendapat lingkungan kerja yang baik. Ketika rumah sakit berkembang, masyarakat ingin pelayanan yang manusiawi dan terjangkau.
Saya juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi sangat terbuka untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. Tantangan kesehatan ke depan tidak ringan. Kita menghadapi kebutuhan tenaga medis yang terus meningkat, pemerataan fasilitas kesehatan, hingga perubahan pola penyakit masyarakat yang semakin kompleks. Karena itu, kerja sama menjadi kata kunci yang tidak bisa ditawar.
Di tengah diskusi tersebut, saya melihat adanya semangat yang sama dari semua pihak. Semangat untuk memperbaiki sistem.
Semangat untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik. Dan yang paling penting, semangat agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan kesehatan secara nyata. Saya kira ini yang paling penting. Sebab ukuran keberhasilan pemerintah pada akhirnya adalah sejauh mana masyarakat merasa terbantu.
Kehadiran Menteri Kesehatan di Kuala Tungkal juga memberi pesan bahwa daerah tidak boleh merasa berjalan sendiri.
Pemerintah pusat hadir melihat langsung kondisi di lapangan. Ini penting karena setiap daerah punya tantangan yang berbeda. Wilayah pesisir seperti Tanjab Barat tentu memiliki karakteristik tersendiri dalam pelayanan kesehatan. Akses, distribusi tenaga medis, hingga kebutuhan masyarakatnya juga berbeda dibanding daerah perkotaan.
Saya pribadi merasa bangga melihat para peserta internship yang tetap bersemangat menjalankan tugasnya. Mereka adalah bagian dari masa depan pelayanan kesehatan Indonesia. Dari tangan-tangan muda itulah nanti lahir dokter-dokter yang memahami arti pengabdian. Mereka belajar bukan hanya tentang ilmu medis, tetapi juga tentang kemanusiaan dan empati kepada masyarakat.
Dalam Al Haris Ways hari ini, saya ingin mengatakan bahwa membangun kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga medis, dan masyarakat harus bergerak bersama. Kolaborasi itulah yang akan menciptakan tatanan pelayanan kesehatan yang lebih baik ke depan.
Saya percaya, jika semangat kebersamaan ini terus dijaga, maka pelayanan kesehatan di Provinsi Jambi akan semakin maju. Tidak harus sempurna dalam sehari. Tetapi langkah demi langkah harus terus bergerak ke arah yang lebih baik. Dan saya optimistis, dengan dukungan semua pihak, kita bisa mewujudkan layanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat.(***)
* Al Haris, Gubernur Jambi












