Cakap Ketua Edi: Jalan Rusak Tanjab Timur Tidak Bisa Diselesaikan Sendiri, Semua Harus Bergerak Bersama

img 20260507 101629
Cakap Ketua Edi: Jalan Rusak Tanjab Timur Tidak Bisa Diselesaikan Sendiri, Semua Harus Bergerak Bersama. Foto: jambiserucom

Oleh: Edi Purwanto *

Beberapa waktu lalu saya bersama Bupati Tanjung Jabung Timur turun langsung meninjau kondisi jalan dan infrastruktur di sejumlah titik. Saya memang selalu percaya, persoalan pembangunan tidak cukup hanya dibahas di ruang rapat. Kita harus melihat langsung bagaimana masyarakat merasakannya setiap hari. Sebab dari lapanganlah kita benar-benar memahami kebutuhan yang paling mendesak.

 

Saat melihat kondisi jalan di beberapa wilayah, saya memahami betul kenapa masyarakat terus berharap ada percepatan pembangunan. Jalan bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Jalan adalah urat nadi ekonomi masyarakat. Dari jalan yang baik, anak-anak bisa pergi sekolah lebih mudah, hasil pertanian lebih cepat sampai ke pasar, dan aktivitas masyarakat berjalan lebih lancar.

Kadang kita terlalu sering bicara soal pembangunan dalam angka-angka besar. Tetapi bagi masyarakat di desa, pembangunan itu sederhana ukurannya.

 

Mereka hanya ingin jalan yang tidak lagi berlubang saat musim hujan. Mereka ingin akses yang tidak memakan waktu panjang hanya untuk menuju pusat pelayanan kesehatan atau pasar. Dan keinginan seperti itu menurut saya sangat wajar.

 

Dalam kunjungan tersebut, saya juga kembali melihat bahwa tantangan pembangunan infrastruktur di Tanjung Jabung Timur memang tidak ringan. Wilayah yang luas dengan kondisi geografis tertentu membuat pembangunan membutuhkan biaya besar dan perencanaan yang matang. Karena itu saya mengatakan bahwa perbaikan infrastruktur tidak mungkin dibebankan hanya kepada satu pihak saja.

 

Cakap Ketua Edi kali ini ingin menegaskan bahwa pembangunan harus dibangun dengan semangat kolaborasi. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, bahkan pihak swasta harus duduk bersama memikirkan solusi. Kalau semua bergerak sendiri-sendiri, pembangunan akan berjalan lambat. Tetapi kalau semua mengambil peran, maka perubahan bisa dipercepat.

 

Saya juga telah mendorong persoalan ini ke Kementerian Pekerjaan Umum. Sebab kita memahami kemampuan fiskal daerah tentu memiliki keterbatasan. Sementara kebutuhan pembangunan jalan di Tanjab Timur masih sangat besar. Saat ini tingkat jalan mantap di daerah tersebut baru sekitar 16 persen. Angka itu menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

 

Di sisi lain, saya melihat masyarakat sebenarnya tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin ada kepastian bahwa pembangunan benar-benar berjalan. Mungkin tidak selesai sekaligus, tetapi ada progres yang terlihat dari waktu ke waktu. Karena bagi masyarakat, harapan itu tumbuh ketika mereka melihat pemerintah hadir dan bekerja.

 

Saya juga mendorong agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut ikut mengambil bagian melalui program CSR. Kehadiran investasi di daerah harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Jangan sampai sumber daya daerah diambil, tetapi masyarakat masih kesulitan menikmati infrastruktur yang layak.

 

Menurut saya, konsep pembangunan memang tidak bisa lagi berjalan secara sektoral dan ego masing-masing. Hari ini tantangan daerah semakin kompleks. Kalau pemerintah kabupaten bekerja sendiri, tentu berat. Kalau provinsi berjalan sendiri, juga tidak cukup. Karena itu komunikasi dan sinergi menjadi sangat penting agar setiap program pembangunan saling mendukung.

 

Yang paling penting sebenarnya adalah komitmen bersama. Sebab pembangunan infrastruktur bukan pekerjaan yang selesai dalam satu malam. Semua membutuhkan proses, tahapan, dan penganggaran yang tidak kecil. Tetapi selama ada komitmen yang dijaga bersama, saya yakin pembangunan akan terus bergerak maju.

 

Saya selalu percaya bahwa masyarakat sebenarnya mampu memahami kondisi pemerintah, asalkan mereka melihat kesungguhan. Ketika masyarakat melihat ada upaya nyata, ada komunikasi yang terbuka, dan ada pembangunan yang mulai berjalan, maka kepercayaan itu akan tumbuh dengan sendirinya.

 

Cakap Ketua Edi hari ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah bukan tentang siapa yang paling banyak berbicara, tetapi siapa yang benar-benar mau bekerja bersama. Karena pada akhirnya, tujuan kita sama. Kita ingin masyarakat merasakan kehidupan yang lebih baik, akses yang lebih mudah, dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan mereka.

 

Saya optimistis, jika kolaborasi ini terus dijaga antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga dukungan dunia usaha, maka perlahan kondisi infrastruktur di Tanjung Jabung Timur akan semakin baik. Tidak instan memang. Tetapi pembangunan yang dilakukan dengan keseriusan dan kebersamaan akan selalu menemukan jalannya menuju hasil yang nyata bagi masyarakat.(***)

 

* Edi Purwanto, Anggota DPR RI dapil Jambi yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi

Pos terkait