Cakap Ketua Edi: Jalan Padang Lamo Bukan Sekadar Aspal, Tapi Akses Keadilan Pembangunan

Anggota DPR RI, Edi Purwanto
Anggota DPR RI, Edi Purwanto.Foto: Jambiseru.com

Oleh : Edi Purwanto *

Saya masih ingat betul, setiap kali duduk dalam rapat bersama Kementerian PU, ada satu hal yang selalu saya ulang. Bukan tanpa alasan, bukan pula sekadar formalitas. Tapi karena saya tahu, di balik satu nama jalan yang kita sebut—Padang Lamo—ada harapan panjang dari masyarakat yang menunggu untuk dijawab.

Jalan itu mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Hanya bentangan aspal yang menghubungkan satu wilayah ke wilayah lain. Tapi bagi masyarakat di sana, jalan itu adalah urat nadi kehidupan. Jalan itu menentukan apakah hasil kebun bisa cepat sampai ke pasar, apakah anak-anak bisa berangkat sekolah dengan aman, dan apakah aktivitas ekonomi bisa bergerak tanpa hambatan.

Saya kemudian bertanya pada diri sendiri, sudah sejauh mana negara benar-benar hadir di titik-titik seperti ini? Apakah kita sudah cukup mendengar suara masyarakat, atau justru masih terlalu sering melihat dari balik meja? Karena sering kali, persoalan infrastruktur bukan soal besar atau kecilnya proyek, tapi soal siapa yang paling membutuhkan.

Itulah mengapa dalam setiap kesempatan, saya mendorong Kementerian untuk memberi perhatian serius terhadap Jalan Padang Lamo. Saya sampaikan bahwa ini bukan sekadar usulan daerah, tapi aspirasi langsung dari masyarakat. Saya juga mendorong agar perbaikan jalan ini bisa masuk melalui skema Inpres Jalan Nasional, karena kita butuh langkah yang cepat, terarah, dan nyata.

Namun di balik semua itu, ada hal yang lebih mendasar yang terus saya pikirkan. Mengapa infrastruktur begitu penting? Apakah hanya untuk mempermudah mobilitas? Atau ada makna yang lebih dalam dari itu?

Bagi saya, infrastruktur adalah soal keadilan. Ketika jalan di satu daerah bagus dan di daerah lain tertinggal, di situlah ketimpangan mulai terasa. Ketika akses sulit, maka peluang juga ikut terhambat. Dan ketika peluang terhambat, maka kesejahteraan akan sulit tumbuh.

Saya sering mengatakan, pembangunan itu tidak boleh hanya terlihat di kota-kota besar. Ia harus menjangkau hingga ke pelosok, hingga ke jalan-jalan yang mungkin tidak banyak disorot, tapi sangat berarti bagi masyarakat yang menggantungkan hidup di sana. Jalan Padang Lamo adalah salah satu contoh nyata dari itu.

Saya juga memahami, bahwa membangun infrastruktur bukan perkara mudah. Ada keterbatasan anggaran, ada proses yang harus dilalui, dan ada banyak prioritas yang harus dipertimbangkan. Tapi justru di situlah peran kita sebagai pengambil kebijakan diuji.
Apakah kita berani mengambil keputusan yang benar-benar berpihak pada masyarakat?
Kadang saya berpikir, seandainya kita berada di posisi masyarakat yang setiap hari melewati jalan rusak, apakah kita masih bisa bersabar? Seandainya kita harus mengangkut hasil panen dengan akses yang sulit, apakah kita masih bisa mengatakan bahwa pembangunan sudah merata? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini penting, agar kita tidak kehilangan empati dalam setiap kebijakan yang kita ambil.

Saya percaya, jika Jalan Padang Lamo ini diperbaiki dengan baik, dampaknya tidak hanya terasa pada kelancaran transportasi. Lebih dari itu, akan ada efek berantai yang positif. Ekonomi akan bergerak, distribusi barang akan lebih lancar, dan kualitas hidup masyarakat akan meningkat.

Namun, saya juga tidak ingin berhenti pada satu proyek saja. Jalan Padang Lamo hanyalah satu bagian dari gambaran besar yang harus kita selesaikan bersama. Masih banyak infrastruktur lain yang membutuhkan perhatian, masih banyak aspirasi masyarakat yang harus kita dengarkan.

Di sinilah pentingnya konsistensi. Kita tidak bisa hanya bergerak ketika ada tekanan, atau hanya aktif ketika ada momentum. Pembangunan harus menjadi komitmen jangka panjang, yang dijalankan dengan kesungguhan dan rasa tanggung jawab.

Saya selalu percaya, bahwa setiap kebijakan yang kita ambil hari ini akan menentukan wajah daerah kita di masa depan. Dan jika kita ingin melihat Jambi yang lebih maju, lebih adil, dan lebih sejahtera, maka kita harus mulai dari hal-hal mendasar… seperti memastikan setiap jalan benar-benar bisa dilalui dengan baik.

Karena pada akhirnya, pembangunan bukan hanya tentang apa yang kita bangun… tapi tentang siapa yang benar-benar merasakan manfaatnya. (*)

* Edi Purwanto, Anggota DPR RI dapil Jambi

Pos terkait