Al Haris Ways : Koperasi Merah Putih Bukan Sekadar Program, Ini Cara Kita Menjaga Ekonomi Desa Tetap Hidup

al haris ways koperasi merah putih bukan sekadar program, ini cara kita menjaga ekonomi desa tetap hidup
Al Haris Ways : Koperasi Merah Putih Bukan Sekadar Program, Ini Cara Kita Menjaga Ekonomi Desa Tetap Hidup. Foto: dokumen/jambiserucom

Oleh : Al Haris *

Saya selalu percaya, kekuatan terbesar Indonesia sebenarnya bukan hanya ada di kota-kota besar. Kekuatan bangsa ini justru tumbuh dari desa-desa yang tetap hidup, tetap bekerja, dan tetap menjaga semangat gotong royong di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Karena itu, ketika saya menghadiri secara daring Peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saya melihat ini bukan sekadar seremoni pemerintahan biasa. Ada harapan besar di dalamnya… ada masa depan ekonomi rakyat yang sedang dibangun perlahan dari bawah.

Sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih resmi dioperasikan. Angka itu mungkin terlihat administratif bagi sebagian orang. Tetapi bagi saya, angka itu adalah simbol. Simbol bahwa negara mulai kembali memberi perhatian serius kepada denyut ekonomi masyarakat kecil. Sebab kita harus jujur mengakui, selama ini desa sering kali hanya menjadi penonton dalam arus pertumbuhan ekonomi nasional.

Padahal desa memiliki potensi yang luar biasa besar. Desa punya hasil pertanian, punya sumber daya alam, punya UMKM, punya anak-anak muda kreatif, bahkan punya kekuatan sosial yang sering tidak dimiliki kota besar. Masalahnya hanya satu… potensi itu kadang tidak memiliki sistem penggerak yang kuat untuk berkembang secara berkelanjutan.
Di situlah koperasi menjadi penting.

Saya sejak dulu percaya bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha. Koperasi adalah cara masyarakat bertahan bersama. Cara rakyat kecil saling menguatkan. Cara ekonomi dibangun bukan hanya untuk keuntungan segelintir orang, tetapi untuk kesejahteraan bersama.

Karena itu saya menyambut baik operasional KDKMP ini. Saya melihat ada semangat untuk menghidupkan kembali ekonomi kerakyatan yang dulu menjadi fondasi penting bangsa ini. Dan di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian seperti sekarang, memperkuat desa adalah langkah yang sangat strategis.

Kita tidak bisa terus bergantung hanya pada pertumbuhan kota besar. Ketika ekonomi dunia melambat, ketika harga-harga berubah cepat, ketika lapangan kerja semakin kompetitif, maka desa harus menjadi penyangga utama ekonomi nasional. Desa tidak boleh tertinggal. Desa harus ikut tumbuh.

Saya juga melihat program ini memiliki makna sosial yang besar. Sebab koperasi pada dasarnya mengajarkan kebersamaan. Mengajarkan bahwa kemajuan tidak harus dibangun dengan saling menjatuhkan. Justru kemajuan bisa hadir ketika masyarakat saling menopang dan saling percaya.

Hari ini tantangan ekonomi rakyat memang tidak ringan. Banyak usaha kecil kesulitan modal. Banyak petani menghadapi fluktuasi harga. Banyak anak muda desa akhirnya memilih pergi ke kota karena merasa tidak punya peluang di kampung halaman mereka sendiri.

Kalau situasi ini terus dibiarkan, maka desa perlahan akan kehilangan tenaga produktifnya. Padahal desa seharusnya menjadi pusat pertumbuhan baru.

Karena itu, saya berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya berhenti sebagai program administratif. Koperasi ini harus benar-benar hidup di tengah masyarakat. Harus mampu menjadi tempat perputaran ekonomi warga. Harus membantu petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga anak-anak muda desa yang ingin memulai usaha.

Saya percaya, ketika koperasi dikelola dengan baik, dampaknya bisa sangat besar. Bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tetapi juga soal rasa percaya diri masyarakat desa untuk berkembang. Sebab yang sering dibutuhkan masyarakat sebenarnya bukan belas kasihan, melainkan kesempatan.

Dan koperasi bisa menjadi pintu kesempatan itu.
Saya juga melihat langkah pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto ini sebagai sinyal penting bahwa pembangunan ekonomi ke depan tidak boleh terlalu berpusat pada kelompok besar saja. Rakyat kecil harus ikut diperkuat. Ekonomi kerakyatan harus kembali menjadi perhatian utama.

Karena kalau ekonomi hanya bergerak di level atas, maka ketimpangan akan semakin terasa. Pertumbuhan mungkin terlihat bagus di laporan, tetapi belum tentu terasa di dapur masyarakat kecil.

Itulah sebabnya saya selalu mengatakan bahwa pembangunan sejati harus terasa sampai ke desa-desa. Harus bisa dirasakan petani kecil. Harus bisa dirasakan ibu-ibu pelaku usaha rumahan. Harus bisa dirasakan anak muda yang ingin membangun usaha di kampung halamannya sendiri.

Dan saya percaya, Koperasi Merah Putih bisa menjadi salah satu jalan menuju ke sana jika dijalankan dengan serius dan konsisten.
Tentu tantangannya tidak sedikit. Mengelola koperasi membutuhkan kejujuran, transparansi, dan kemampuan manajemen yang baik. Banyak koperasi di masa lalu gagal bukan karena konsepnya buruk, tetapi karena tata kelolanya tidak sehat.

Karena itu saya berharap seluruh pengurus koperasi benar-benar menjaga amanah masyarakat. Jangan sampai koperasi hanya aktif di awal lalu perlahan mati karena kehilangan arah. Koperasi harus adaptif dengan zaman. Harus memanfaatkan teknologi. Harus mampu membaca kebutuhan pasar modern.

Kalau ini berhasil dilakukan, saya yakin koperasi desa bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga bisa menjadi kekuatan ekonomi baru Indonesia.

Saya membayangkan suatu hari nanti desa-desa di Indonesia tidak lagi identik dengan keterbatasan. Desa menjadi pusat produksi pangan yang kuat. Desa menjadi tempat lahirnya UMKM kreatif. Desa menjadi ruang tumbuh anak muda yang tidak lagi merasa harus pergi jauh demi mencari masa depan.

Dan semua itu sebenarnya bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dikerjakan dengan konsisten.

Peresmian 1.061 KDKMP hari ini bagi saya adalah awal. Awal dari upaya panjang membangun ekonomi rakyat yang lebih berkeadilan. Awal dari semangat baru bahwa desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek utama pembangunan itu sendiri.

Saya mengucapkan selamat dan sukses atas operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Semoga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga menjadi penggerak kemajuan ekonomi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Karena pada akhirnya, bangsa yang kuat bukan bangsa yang hanya memiliki kota-kota megah. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang desa-desanya hidup, rakyat kecilnya bergerak, dan ekonominya tumbuh bersama secara adil.(*)

* Al Haris, Gubernur Jambi

Pos terkait