Al Haris Ways: Dari Stadion Swarna Bumi, Harapan Besar Sepak Bola Jambi Dimulai

Al Haris Ways: Dari Stadion Swarna Bumi, Harapan Besar Sepak Bola Jambi Dimulai
Al Haris Ways: Dari Stadion Swarna Bumi, Harapan Besar Sepak Bola Jambi Dimulai.Foto: Jambiseru.com

Oleh : Al Haris *

Alhamdulillah… saya masih mengingat dengan jelas suasana sore itu di Stadion Swarna Bumi. Sorak-sorai penonton, semangat para pemain, dan harapan yang terasa begitu hidup di setiap sudut stadion. Penutupan Liga 4 Piala Gubernur bukan sekadar seremoni biasa, tapi seperti titik temu antara mimpi dan kenyataan yang perlahan mulai kita bangun di Provinsi Jambi. Ada rasa bangga, tapi juga ada rasa tanggung jawab yang semakin besar.

Pertandingan final antara Persebri Batanghari dan Persikoja Kota Jambi berlangsung begitu sengit. Saya menyaksikan bagaimana para pemain berjuang, tidak hanya untuk kemenangan, tapi juga untuk harga diri dan masa depan mereka di dunia sepak bola. Adu penalti yang berakhir dengan skor 5–3 menjadi penentu, dan Persebri keluar sebagai juara. Namun di balik kemenangan itu, saya melihat satu hal yang lebih penting… semangat kompetisi yang sehat mulai tumbuh di daerah kita.

Saya sempat bertanya dalam hati, apakah ini hanya akan menjadi euforia sesaat… atau benar-benar menjadi awal kebangkitan sepak bola Jambi? Pertanyaan itu terus menggelayut, karena kita semua tahu, membangun olahraga tidak cukup hanya dengan satu event. Dibutuhkan konsistensi, komitmen, dan keberanian untuk terus melangkah meskipun jalan tidak selalu mudah.

Stadion Swarna Bumi sendiri bagi saya bukan sekadar bangunan megah. Ia adalah simbol. Simbol harapan, simbol kerja keras, dan simbol bahwa Jambi juga mampu memiliki fasilitas yang layak untuk mendukung mimpi-mimpi besar anak daerah. Letaknya yang strategis, dekat dengan akses jalan tol, bukan hanya soal kemudahan, tapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi perkembangan wilayah di sekitarnya.

Saya sering berpikir… apakah kita sudah benar-benar memaksimalkan potensi yang kita miliki ini? Stadion yang bagus saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan pembinaan yang berkelanjutan. Kita butuh sistem, kita butuh manajemen yang serius, dan yang paling penting… kita butuh kepercayaan bahwa anak-anak Jambi mampu bersaing di level nasional.

Di sisi lain, saya melihat dampak yang mulai terasa di masyarakat sekitar stadion. Aktivitas ekonomi perlahan bergerak. Pedagang kecil mulai mendapatkan ruang, masyarakat mulai merasakan manfaat langsung dari setiap event yang digelar. Ini yang sebenarnya kita harapkan sejak awal… pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tapi juga dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Namun, saya juga sadar, perjalanan ini masih panjang. Apakah Jambi sudah siap memiliki klub yang bisa bersaing di Liga 1 Indonesia? Atau kita masih perlu banyak berbenah? Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk kita renungkan bersama, bukan untuk meragukan, tapi untuk memastikan bahwa setiap langkah yang kita ambil benar-benar terarah.

Sebagai pemimpin, saya tidak ingin hanya berhenti pada peresmian atau seremoni. Yang saya pikirkan adalah keberlanjutan. Bagaimana stadion ini terus hidup, bagaimana kompetisi terus berjalan, dan bagaimana talenta-talenta muda kita tidak kehilangan arah. Karena pada akhirnya, yang kita bangun bukan hanya infrastruktur… tapi masa depan.

Saya percaya, jika kita konsisten, jika kita serius, dan jika kita mau bekerja bersama, maka bukan hal yang mustahil suatu hari nanti kita melihat klub dari Jambi berlaga di Liga 1. Bukan sekadar sebagai peserta, tapi sebagai tim yang benar-benar diperhitungkan.

Dan ketika hari itu datang… mungkin kita akan kembali mengingat momen sederhana di Stadion Swarna Bumi ini. Momen ketika semuanya belum sempurna, tapi penuh harapan. Momen ketika kita mulai percaya bahwa Jambi bisa.

Karena bagi saya… pembangunan bukan hanya tentang apa yang terlihat hari ini, tapi tentang apa yang akan kita wariskan untuk masa depan. (*)

* Al Haris, Gubernur Jambi

Pos terkait