Oleh: Al Haris *
Alhamdulillah, hari ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kita membangun Provinsi Jambi. Saya secara resmi melantik dan mengukuhkan Dr. H. Sudirman sebagai Komisaris Utama Bank Jambi. Beliau menggantikan Dr. Emilia yang telah memasuki masa purna tugas dengan segala dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif… bukan pula hanya rutinitas pergantian jabatan. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari langkah besar yang kita siapkan untuk memastikan bahwa Bank Jambi tetap berada pada jalur yang tepat dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Kita ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil hari ini memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat Jambi.
Saya memahami betul, dalam sebuah organisasi, terutama lembaga keuangan daerah seperti Bank Jambi, kesinambungan kepemimpinan menjadi kunci utama. Tidak boleh ada kekosongan arah, tidak boleh ada keraguan dalam menentukan langkah. Karena itu, proses ini kita lakukan dengan penuh pertimbangan, melihat rekam jejak, kapasitas, serta integritas.
Sudirman bukan sosok baru dalam birokrasi pemerintahan Jambi. Pengalaman panjang beliau sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jambi memberikan pemahaman yang sangat kuat tentang bagaimana sistem pemerintahan berjalan, bagaimana kebijakan dirumuskan, dan bagaimana kepentingan masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama. Dari pengalaman itulah, saya melihat bahwa beliau memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mengemban amanah ini.
Menjadi Komisaris Utama bukan sekadar posisi… tapi tanggung jawab besar. Tugasnya bukan hanya mengawasi, tetapi juga memastikan bahwa arah kebijakan perusahaan tetap sejalan dengan kepentingan daerah. Bank Jambi harus tumbuh, harus berkembang, tetapi tetap berpijak pada prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.
Saya sering mengatakan… bank daerah itu bukan hanya tempat menyimpan uang. Lebih dari itu, bank daerah adalah instrumen pembangunan. Ia harus mampu menjadi penggerak ekonomi, mendukung UMKM, memperluas akses pembiayaan, dan membantu masyarakat untuk tumbuh bersama.
Di sinilah peran Komisaris Utama menjadi sangat penting. Ia harus mampu melihat peluang… membaca tantangan… dan memastikan manajemen bekerja dengan optimal. Tidak boleh ada ruang untuk kesalahan yang berulang, tidak boleh ada keputusan yang merugikan masyarakat.
Kita juga tidak boleh menutup mata terhadap perubahan zaman. Dunia perbankan saat ini bergerak sangat cepat. Digitalisasi menjadi keniscayaan. Persaingan semakin ketat, bukan hanya dengan bank lain, tetapi juga dengan lembaga keuangan berbasis teknologi. Jika kita tidak beradaptasi, kita akan tertinggal.
Karena itu, saya berharap di bawah kepemimpinan Sudirman sebagai Komisaris Utama, Bank Jambi mampu melakukan lompatan. Tidak hanya bertahan… tetapi juga tumbuh lebih kuat. Kita ingin melihat inovasi, kita ingin melihat pelayanan yang lebih baik, dan kita ingin melihat kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Saya juga ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dr. Emilia atas pengabdian yang telah diberikan. Tidak mudah memimpin di tengah berbagai tantangan, apalagi di sektor keuangan yang penuh dengan dinamika. Dedikasi beliau menjadi bagian penting dalam perjalanan Bank Jambi hingga hari ini.
Pergantian ini bukan berarti melupakan jasa yang telah ada… tetapi melanjutkan apa yang sudah baik, memperbaiki yang masih kurang, dan membawa semangat baru untuk masa depan. Ini adalah proses yang wajar dalam sebuah organisasi yang ingin terus berkembang.
Kita harus jujur melihat kondisi saat ini. Tantangan ekonomi global masih belum sepenuhnya stabil. Gejolak di berbagai belahan dunia memberikan dampak yang tidak kecil terhadap perekonomian daerah. Dalam situasi seperti ini, ketahanan ekonomi menjadi hal yang sangat penting.
Dan ketahanan ekonomi itu tidak bisa berdiri sendiri… ia harus ditopang oleh sistem keuangan yang kuat. Bank Jambi memiliki peran strategis dalam hal ini. Ia harus menjadi pilar yang kokoh, mampu menopang berbagai sektor ekonomi, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Saya ingin Bank Jambi menjadi bank yang tidak hanya besar secara aset… tetapi juga kuat secara kepercayaan. Karena dalam dunia perbankan, kepercayaan adalah segalanya. Sekali kepercayaan itu hilang, sangat sulit untuk membangunnya kembali.
Oleh karena itu, integritas harus menjadi fondasi utama. Tidak boleh ada kompromi dalam hal ini. Semua pihak, mulai dari komisaris, direksi, hingga seluruh karyawan, harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Selain itu, saya juga mendorong agar Bank Jambi semakin aktif dalam mendukung sektor UMKM. Kita tahu, UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Mereka membutuhkan akses permodalan yang mudah, bunga yang kompetitif, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Jika Bank Jambi mampu hadir di tengah-tengah mereka… memberikan solusi… maka dampaknya akan sangat besar. Ekonomi akan bergerak, lapangan kerja akan terbuka, dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat.
Saya juga berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara Bank Jambi dengan pemerintah daerah. Kita harus berjalan seiring, saling mendukung, dan memiliki visi yang sama. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
Karena pada akhirnya, tujuan kita sama… yaitu membangun Jambi yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih berdaya saing. Bank Jambi adalah bagian dari ekosistem itu, bukan entitas yang berdiri sendiri.
Kepada Sudirman, saya titipkan harapan besar ini. Amanah ini bukan hal yang ringan… tetapi saya yakin, dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, beliau mampu menjalankannya dengan baik.
Teruslah bekerja dengan hati… dengan integritas… dan dengan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jambi. Dengarkan masukan, bangun komunikasi, dan jangan pernah lelah untuk berinovasi.
Kita tidak mencari kesempurnaan… tetapi kita menuntut kesungguhan. Karena dari kesungguhan itulah akan lahir hasil yang nyata.
Saya percaya… jika kita bekerja bersama, jika kita memiliki niat yang sama, maka tidak ada yang tidak mungkin. Bank Jambi akan tumbuh menjadi lebih kuat, lebih profesional, dan lebih dipercaya.
Dan pada akhirnya… semua ini bukan tentang jabatan, bukan tentang posisi. Ini tentang bagaimana kita memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Karena jabatan hanyalah titipan… tetapi manfaat akan selalu dikenang. (*)
* Al Haris, Gubernur Jambi












