Oleh : Al Haris *
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, perjalanan dinas, rapat yang silih berganti, hingga berbagai persoalan yang harus diselesaikan setiap hari, ada satu hal yang selalu mampu menghadirkan ketenangan dalam hati saya. Hal itu bukan jabatan, bukan pula penghargaan, melainkan kebersamaan dengan keluarga, terutama bersama cucu tersayang.
Sering kali orang melihat seorang pemimpin hanya dari aktivitas resminya. Yang terlihat adalah rapat, kunjungan kerja, pertemuan dengan masyarakat, atau berbagai keputusan yang harus diambil. Padahal di balik semua itu, seorang pemimpin juga seorang ayah, seorang kakek, dan bagian dari sebuah keluarga yang membutuhkan perhatian serta kasih sayang.
Saya bersyukur, di sela-sela kesibukan yang ada, tangan ini masih bisa menggenggam tangan cucu. Saya masih bisa mendengar tawa mereka, melihat tingkah lucunya, dan merasakan kebahagiaan sederhana yang sulit digantikan oleh apa pun. Ada energi yang berbeda ketika berada di dekat anak-anak dan cucu. Seolah seluruh lelah yang menumpuk selama berhari-hari perlahan menghilang.
Kadang saya berpikir, betapa cepat waktu berjalan. Rasanya belum lama saya berjuang membesarkan anak-anak, mendampingi mereka tumbuh dan belajar menghadapi kehidupan. Kini mereka telah dewasa dan memiliki keluarga masing-masing. Lalu hadir cucu-cucu yang membawa warna baru dalam kehidupan kami.
Kehadiran cucu mengajarkan saya banyak hal. Mereka mengajarkan tentang ketulusan yang murni. Mereka tidak mengenal jabatan, tidak mengenal kedudukan, dan tidak memahami hiruk-pikuk politik maupun pemerintahan. Yang mereka tahu hanyalah kasih sayang. Mereka datang dengan pelukan hangat dan senyum polos yang membuat hati menjadi damai.
Di saat masyarakat memberikan amanah besar kepada saya untuk memimpin Provinsi Jambi, keluarga tetap menjadi tempat saya kembali. Sebab sejatinya, pengabdian kepada masyarakat dan kecintaan kepada keluarga bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Justru keduanya saling menguatkan.
Ketika saya melihat cucu-cucu tumbuh dengan sehat dan bahagia, saya teringat bahwa seluruh anak-anak di Provinsi Jambi juga berhak mendapatkan masa depan yang baik. Mereka berhak memperoleh pendidikan yang layak, lingkungan yang aman, serta kesempatan untuk meraih cita-cita setinggi mungkin.
Mungkin itulah sebabnya setiap kali bersama cucu, saya justru semakin termotivasi untuk bekerja lebih baik. Saya ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil hari ini dapat memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang. Bukan hanya untuk anak dan cucu saya, tetapi juga untuk seluruh anak-anak Jambi yang kelak akan menjadi pemimpin di masa depan.
Saya percaya bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap manusia. Dari keluarga kita belajar tentang cinta, tanggung jawab, kejujuran, dan pengorbanan. Nilai-nilai itulah yang kemudian membentuk karakter seseorang ketika dewasa. Karena itu, sesibuk apa pun pekerjaan kita, jangan sampai melupakan keluarga.
Saya memahami bahwa tidak semua orang memiliki waktu yang banyak. Saya pun sering menghadapi keterbatasan waktu. Namun saya belajar bahwa yang terpenting bukanlah berapa lama waktu yang kita miliki, melainkan bagaimana kita memanfaatkan waktu tersebut dengan penuh makna.
Kadang hanya beberapa menit bercengkerama dengan cucu sudah cukup menghadirkan kebahagiaan yang luar biasa. Kadang sebuah pelukan kecil mampu mengingatkan kita tentang hal-hal yang benar-benar penting dalam kehidupan. Bahwa pada akhirnya, yang akan selalu dikenang bukanlah seberapa tinggi jabatan yang pernah kita miliki, melainkan seberapa besar cinta yang kita berikan kepada orang-orang terdekat.
Di tengah kesibukan memimpin daerah, saya selalu berusaha menjaga keseimbangan antara tugas dan keluarga. Sebab saya percaya, pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang mampu mengurus pemerintahan dengan baik, tetapi juga mereka yang mampu menjaga nilai-nilai keluarga dalam kehidupannya.
Melihat cucu tersenyum adalah kebahagiaan yang sederhana, tetapi sangat berharga. Dari sana saya belajar bahwa kehidupan tidak selalu harus diukur dengan pencapaian besar. Terkadang, kebahagiaan sejati hadir dalam momen-momen kecil yang sering luput dari perhatian.
Maka ketika ada kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga, saya berusaha menikmatinya dengan sepenuh hati. Karena saya sadar, waktu terus berjalan dan setiap momen bersama orang-orang yang kita cintai adalah anugerah yang tidak akan pernah terulang dengan cara yang sama.
Semoga kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk terus mengabdi sesuai peran masing-masing. Dan semoga di tengah kesibukan apa pun yang kita jalani, kita tidak pernah kehilangan waktu untuk keluarga. Sebab dari keluarga itulah kita belajar tentang cinta, dan dari cinta itulah lahir semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi sesama.(*)
* Al Haris, Gubernur Jambi












