Jambiseru.com — Kemenangan tipis Timnas Indonesia atas Mozambik dalam laga uji coba internasional menyisakan catatan penting. Lini serang skuad Garuda kini menjadi sorotan tajam setelah dinilai banyak membuang peluang emas yang seharusnya bisa menghasilkan kemenangan lebih besar.
Meski mendominasi permainan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa malam, buruknya penyelesaian akhir (finishing) menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera dibenahi oleh tim kepelatihan.
Pelatih anyar Timnas Indonesia asal Inggris, John Herdman, secara terbuka mengaku kurang puas dengan produktivitas barisan depannya. Menurutnya, dengan dominasi yang ada, Marselino Ferdinan dan kolega memiliki modal untuk mencetak lebih dari satu gol.
Namun di sisi lain, Herdman tetap mengapresiasi mentalitas anak asuhnya yang mampu keluar dari tekanan di menit-menit krusial.
“Saya senang melihat ketangguhan tim ketika diuji dalam beberapa periode pertandingan dan harus berjuang keras mempertahankan keunggulan. Kami memang membutuhkan ujian seperti itu,” ungkap John Herdman dalam sesi konferensi pers usai laga.
Dominasi Statistik yang Belum Maksimal
Berdasarkan data statistik pertandingan, armada Merah Putih tampil sangat dominan dengan penguasaan bola mencapai 60 persen. Sepanjang 90 menit, lini serang Indonesia melepaskan total 15 tembakan. Namun ironisnya, hanya tiga tembakan yang tercatat tepat sasaran (on target).
Sebaliknya, Mozambik bermain lebih pragmatis dengan melepaskan tujuh tembakan spekulasi, di mana dua di antaranya sempat merepotkan penjaga gawang Indonesia.
Satu-satunya gol dalam laga ini lahir dari kaki penyerang Ole Romeny pada babak pertama. Gol cepat ini sekaligus memperpanjang tren positif sang striker saat berlaga di stadion kebanggaan tanah air.
“Kami sudah memprediksi Mozambik akan tampil dengan motivasi tinggi untuk bangkit, dan itu terbukti di lapangan. Namun, sebagian besar laga mampu kita kendalikan dengan kualitas yang baik,” tambah mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.
Debut Taktis dan Apresiasi Lini Tengah
Laga FIFA Matchday periode Juni ini juga menjadi panggung bagi sejumlah pilar penting seperti Ragnar Oratmangoen dan Marselino Ferdinan. Keduanya melakoni debut taktis di bawah arahan John Herdman dengan menunjukkan performa yang cukup stabil.
Di sektor belakang, Elkan Baggott mendapat apresiasi karena sukses meredam serangan balik cepat tim tamu. Meski begitu, pujian tertinggi malam itu jatuh kepada Joey Pelupessy yang tampil spartan sebagai jangkar penyeimbang di lini tengah.
“Saya rasa kita bisa bangga dengan hasil dalam dua pertandingan terakhir ini (melawan Oman dan Mozambik). Namun, kami harus tetap rendah hati dan kembali bersiap untuk agenda besar berikutnya pada September mendatang,” pungkas Herdman.
Sebagai informasi, sebelum menang tipis atas Mozambik, Indonesia sukses menggulung Oman dengan skor meyakinkan 3-0 pada pekan lalu. Meski peringkat FIFA Mozambik berada di bawah Oman, karakter permainan fisik mereka terbukti menyulitkan kebugaran skuad Garuda yang mulai kelelahan pasca-kompetisi domestik yang panjang. Rangkaian uji coba ini menjadi tolok ukur penting sebelum Indonesia berlaga di kualifikasi turnamen kompetitif musim gugur nanti. (ris)
Sumber: suaracom












