Al Haris Ways : Pekan Kebudayaan Daerah Jambi Elok Nian Wujud Nyata Menjaga Warisan Leluhur dan Menggerakkan Ekonomi Kreatif

Al Haris Ways : Pekan Kebudayaan Daerah Jambi Elok Nian Wujud Nyata Menjaga Warisan Leluhur dan Menggerakkan Ekonomi Kreatif
Al Haris Ways : Pekan Kebudayaan Daerah Jambi Elok Nian Wujud Nyata Menjaga Warisan Leluhur dan Menggerakkan Ekonomi Kreatif.Foto: Jambiseru.com

Oleh : Al Haris *

Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dapat membuka secara resmi Pekan Kebudayaan Daerah Jambi bertajuk “Jambi Elok Nian”. Bagi saya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan ataupun agenda kebudayaan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga jati diri masyarakat Jambi sekaligus memastikan bahwa warisan budaya yang kita miliki tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Saya selalu meyakini bahwa daerah yang besar bukan hanya diukur dari kemajuan pembangunannya, tetapi juga dari kemampuannya menjaga identitas. Kemajuan infrastruktur memang penting. Pertumbuhan ekonomi juga menjadi prioritas. Namun, pembangunan akan terasa lengkap apabila kebudayaan tetap menjadi fondasi yang menguatkan karakter masyarakat.

Jambi dianugerahi kekayaan budaya yang luar biasa. Kita memiliki seni tari, musik tradisional, sastra, adat istiadat, kuliner, kerajinan tangan, hingga nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur. Semua itu merupakan aset yang tidak ternilai harganya. Karena itulah, saya memandang Pekan Kebudayaan Daerah bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Jambi kepada masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat betapa beragamnya budaya yang dimiliki setiap kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan yang memperkaya identitas daerah kita. Saya ingin seluruh masyarakat, terutama generasi muda, merasa bangga menjadi bagian dari Jambi dan semakin mencintai budaya daerahnya sendiri.

Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang begitu cepat, tantangan dalam melestarikan budaya memang semakin besar. Budaya luar dengan mudah masuk melalui berbagai platform digital. Hal tersebut tentu tidak bisa dihindari. Namun saya percaya, selama kita mampu memperkenalkan budaya sendiri dengan cara yang menarik, relevan, dan mengikuti perkembangan zaman, maka budaya Jambi akan tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebudayaan daerah. Tanggung jawab ini bukan hanya berada di pundak pemerintah. Seniman, budayawan, akademisi, pelaku usaha, komunitas kreatif, hingga keluarga memiliki peran penting dalam mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Saya juga melihat kebudayaan memiliki hubungan yang sangat erat dengan sektor pariwisata. Wisatawan yang datang ke suatu daerah tidak hanya ingin menikmati keindahan alam, tetapi juga ingin mengenal tradisi, seni, kuliner, hingga kehidupan masyarakat setempat. Karena itulah, pelestarian budaya sekaligus menjadi investasi bagi pengembangan pariwisata Jambi di masa depan.

Melalui Pekan Kebudayaan Daerah “Jambi Elok Nian”, saya berharap para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif juga mendapatkan manfaat yang nyata. Produk-produk lokal, kerajinan tangan, makanan khas, serta berbagai hasil karya masyarakat harus memiliki ruang promosi yang lebih luas. Ketika budaya berkembang, ekonomi masyarakat pun ikut bergerak.

Saya juga terus mendorong agar kawasan Taman Mini Melayu Jambi semakin berkembang sebagai pusat aktivitas kebudayaan. Tempat ini saya harapkan menjadi ruang berkumpulnya para seniman, budayawan, pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan budaya Jambi. Dengan demikian, kawasan tersebut tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan acara, tetapi benar-benar menjadi rumah bagi pelestarian budaya Melayu Jambi.

Saya percaya bahwa budaya adalah identitas yang tidak boleh hilang oleh perkembangan zaman. Justru ketika dunia berubah begitu cepat, kita harus semakin kuat memegang nilai-nilai yang menjadi jati diri daerah. Nilai itulah yang membentuk karakter masyarakat Jambi sebagai masyarakat yang santun, menghargai keberagaman, menjunjung tinggi adat istiadat, serta hidup dalam semangat kebersamaan.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya memberikan ruang yang lebih besar bagi berbagai aktivitas kebudayaan. Saya ingin setiap seniman, budayawan, pelaku ekonomi kreatif, hingga komunitas budaya memiliki kesempatan untuk terus berkarya. Pemerintah harus hadir sebagai fasilitator yang membuka ruang agar kreativitas masyarakat dapat berkembang dengan baik.

Saya juga melihat bahwa kebudayaan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Hari ini, banyak daerah bahkan negara mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui industri kreatif berbasis budaya. Kesenian tradisional, kain khas daerah, kerajinan tangan, kuliner, hingga pertunjukan budaya mampu menarik wisatawan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

Jambi memiliki semua modal tersebut. Kita memiliki batik dengan motif khas yang sarat makna, rumah adat yang menjadi simbol kearifan lokal, seni tari yang indah, musik tradisional yang kaya filosofi, hingga berbagai festival budaya yang selalu mendapat perhatian masyarakat. Potensi ini harus terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Saya berharap Pekan Kebudayaan Daerah “Jambi Elok Nian” menjadi ruang kolaborasi. Tidak hanya antara pemerintah dengan masyarakat, tetapi juga melibatkan dunia pendidikan, pelaku usaha, media massa, komunitas kreatif, hingga generasi muda. Kolaborasi adalah kunci agar budaya tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Saya merasa bangga melihat antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya daerah masih sangat besar. Hal ini menjadi modal penting untuk terus membangun optimisme bahwa kebudayaan Jambi akan tetap lestari.

Generasi muda juga menjadi perhatian saya. Mereka adalah penerus yang akan membawa budaya Jambi ke masa depan. Karena itu saya berharap anak-anak muda tidak hanya mengenal budaya melalui buku pelajaran, tetapi juga ikut terlibat dalam berbagai kegiatan seni, festival budaya, pelatihan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperkenalkan budaya Jambi kepada masyarakat yang lebih luas.

Era digital harus dimanfaatkan sebagai peluang. Konten-konten kreatif tentang budaya Jambi dapat dipublikasikan melalui media sosial sehingga semakin banyak orang mengenal keindahan daerah kita. Dengan cara itu, budaya tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjangkau generasi baru yang akrab dengan teknologi.

Saya juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memperkuat pelestarian budaya sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing. Setiap wilayah memiliki kekhasan yang menjadi kekayaan bersama Provinsi Jambi. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus terus dirawat.

Pada akhirnya, saya berharap Pekan Kebudayaan Daerah ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Saya ingin semangat mencintai budaya hadir setiap hari dalam kehidupan masyarakat. Dimulai dari menjaga bahasa daerah, menghormati adat istiadat, mencintai produk lokal, hingga terus mendukung para pelaku seni dan budaya.

Saya optimistis, apabila seluruh elemen masyarakat berjalan bersama, budaya Jambi tidak hanya akan tetap lestari, tetapi juga menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Saya selalu percaya bahwa membangun daerah tidak hanya berbicara mengenai jalan yang mulus, jembatan yang kokoh, atau gedung-gedung yang megah. Semua itu memang penting sebagai penunjang kemajuan. Namun, sebuah daerah akan memiliki ruh apabila masyarakatnya tetap memegang teguh budaya yang diwariskan oleh para pendahulu. Budaya adalah identitas, dan identitas itulah yang akan membedakan Jambi dari daerah lain.

Melalui Pekan Kebudayaan Daerah “Jambi Elok Nian”, saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menyadari bahwa setiap tarian tradisional, setiap alunan musik daerah, setiap motif batik, setiap bahasa daerah, hingga setiap tradisi yang diwariskan turun-temurun merupakan kekayaan yang tidak dapat dinilai dengan materi. Jika kita tidak menjaganya mulai sekarang, maka generasi mendatang hanya akan mengenalnya melalui cerita dan dokumentasi.

Saya juga berharap kegiatan seperti ini mampu melahirkan regenerasi seniman dan budayawan. Anak-anak muda Jambi harus memiliki ruang untuk belajar, berkreasi, dan menampilkan karya terbaiknya. Pemerintah Provinsi Jambi akan terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mendukung pelestarian budaya sekaligus membuka peluang ekonomi melalui sektor kreatif dan pariwisata.

Ke depan, saya ingin semakin banyak festival budaya, pameran, pertunjukan seni, dan kegiatan edukasi yang melibatkan masyarakat luas. Dengan demikian, budaya tidak hanya dipentaskan pada acara tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jambi.

Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung para pelaku seni, pengrajin, budayawan, dan pelaku UMKM yang selama ini menjaga warisan budaya melalui karya-karya mereka. Ketika kita membeli produk lokal, mengenakan batik Jambi, menikmati kuliner khas, atau menghadiri pertunjukan seni daerah, sesungguhnya kita sedang ikut menjaga keberlangsungan budaya itu sendiri.

Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan Pekan Kebudayaan Daerah ini, mulai dari panitia, seniman, budayawan, komunitas, pemerintah kabupaten dan kota, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang hadir dengan penuh antusias. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan terbesar Jambi.

Harapan saya sederhana, semoga semangat “Jambi Elok Nian” tidak berhenti ketika acara selesai. Semangat ini harus terus hidup dalam setiap langkah pembangunan daerah. Mari kita jadikan budaya sebagai inspirasi untuk membangun karakter masyarakat, memperkuat persatuan, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus memperkenalkan Jambi kepada Indonesia bahkan dunia.

Sebagai Gubernur Jambi, saya akan terus berkomitmen mendorong pembangunan yang seimbang antara kemajuan ekonomi, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pelestarian budaya. Saya percaya, dengan kerja sama seluruh masyarakat, Jambi akan semakin maju tanpa kehilangan jati dirinya.

Mari kita rawat warisan leluhur dengan penuh kebanggaan. Mari kita jadikan budaya sebagai kekuatan untuk menyatukan masyarakat dan membuka peluang baru bagi generasi mendatang. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin Jambi akan terus melangkah menjadi provinsi yang maju, berdaya saing, sekaligus tetap teguh menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi kebanggaan kita bersama. (*)

* Al Haris, Gubernur Jambi

Pos terkait