Cakap Ketua Edi: Tebing Intake di Perbatasan Kota Jambi dan Muaro Jambi Harus Kokoh, Tepat Sasaran, dan Beri Manfaat Jangka Panjang

Cakap Ketua Edi: Tebing Intake di Perbatasan Kota Jambi dan Muaro Jambi Harus Kokoh, Tepat Sasaran, dan Beri Manfaat Jangka Panjang
Cakap Ketua Edi: Tebing Intake di Perbatasan Kota Jambi dan Muaro Jambi Harus Kokoh, Tepat Sasaran, dan Beri Manfaat Jangka Panjang. Foto: Jambiseru.com

Oleh: Edi Purwanto

Saya bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) meninjau langsung pembangunan tebing intake yang berada di kawasan perbatasan Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. Peninjauan ini menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan yang sedang berjalan benar-benar sesuai dengan rencana dan kebutuhan di lapangan.

Bagi saya, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dilihat dari apakah pekerjaan sudah berjalan atau belum. Ada hal yang jauh lebih penting, yakni memastikan hasil pembangunan tersebut memiliki kualitas yang baik, mampu bertahan dalam jangka panjang, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, ketika turun langsung ke lapangan, saya ingin melihat kondisi pekerjaan secara menyeluruh, termasuk progres pembangunan dan berbagai hal yang perlu menjadi perhatian bersama.

Kawasan perbatasan Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi memiliki dinamika tersendiri. Wilayah ini terus berkembang dan membutuhkan dukungan infrastruktur yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Karena itu, pembangunan tebing intake harus dikerjakan secara serius dengan memperhatikan kondisi lingkungan, teknis konstruksi, serta fungsi infrastruktur setelah nantinya selesai dibangun.

Saya melihat pembangunan seperti ini tidak cukup hanya mengandalkan perencanaan di atas kertas. Kondisi lapangan harus menjadi salah satu pertimbangan utama. Apa yang direncanakan harus benar-benar disesuaikan dengan situasi yang ada, sehingga hasil akhirnya tidak hanya terlihat baik ketika selesai dikerjakan, tetapi juga mampu menjalankan fungsinya secara optimal.

Memastikan Pekerjaan Berjalan Sesuai Rencana

Dalam peninjauan tersebut, saya bersama pihak BWSS berdiskusi mengenai perkembangan pembangunan tebing intake. Saya ingin memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sebagaimana yang telah direncanakan. Pengawasan seperti ini penting agar apabila ditemukan persoalan di lapangan, dapat segera dibahas dan dicarikan solusi bersama.

Menurut saya, pengawasan pembangunan bukan berarti mencari kesalahan pihak yang mengerjakan. Justru pengawasan merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk memastikan anggaran dan program pembangunan menghasilkan sesuatu yang benar-benar berguna bagi masyarakat.

Setiap proyek infrastruktur memiliki tantangan masing-masing. Karena itu, komunikasi antara pemerintah, pihak teknis, pelaksana pekerjaan, dan para pemangku kepentingan harus terus berjalan. Jangan sampai persoalan kecil dibiarkan berkembang menjadi persoalan besar karena tidak segera dikomunikasikan.

Saya juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan. Kita tentu tidak ingin pembangunan yang baru selesai beberapa tahun kemudian mengalami kerusakan atau membutuhkan perbaikan besar karena sejak awal kualitasnya tidak menjadi perhatian utama.

Infrastruktur pemerintah adalah aset masyarakat. Artinya, ketika sebuah bangunan atau fasilitas dibangun menggunakan anggaran negara, maka tanggung jawab kita bukan hanya menyelesaikan pekerjaannya. Kita harus memastikan infrastruktur tersebut dapat digunakan dan memberikan manfaat selama mungkin.

Infrastruktur Bukan Sekadar Bangunan

Saya selalu melihat pembangunan infrastruktur dari sisi manfaatnya. Sebuah proyek tidak bisa dikatakan berhasil hanya karena secara fisik sudah selesai. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah keberadaan infrastruktur tersebut mampu menjawab persoalan masyarakat.

Karena itu, pembangunan tebing intake di kawasan perbatasan Kota Jambi dan Muaro Jambi harus dilihat dalam konteks yang lebih luas. Infrastruktur tersebut harus mampu berfungsi sesuai tujuan pembangunannya dan mendukung kebutuhan masyarakat maupun pengelolaan sumber daya air di kawasan tersebut.

Kita harus memiliki cara pandang bahwa pembangunan hari ini merupakan investasi untuk masa depan. Jangan hanya berpikir bagaimana proyek selesai tahun ini, tetapi pikirkan juga bagaimana kondisinya lima, sepuluh, bahkan puluhan tahun mendatang.

Hal inilah yang menurut saya harus menjadi perhatian bersama. Ketika sebuah program pembangunan dirancang, kita perlu menghitung kebutuhan jangka panjang, potensi perubahan kondisi lingkungan, pertumbuhan kawasan, hingga kebutuhan masyarakat yang mungkin berkembang dari waktu ke waktu.

Saya berharap pembangunan tebing intake ini dapat berjalan dengan baik sampai selesai. Yang paling penting, kualitasnya harus sesuai standar dan mampu menjalankan fungsi sebagaimana yang diharapkan.

Rencana Pembangunan Tahun 2027 Harus Berdasarkan Kebutuhan

Selain meninjau pembangunan yang sedang berlangsung, kami juga berdiskusi mengenai rencana pembangunan untuk tahun 2027. Pembahasan mengenai program tahun berikutnya tentu sangat penting karena perencanaan tidak bisa dilakukan secara mendadak.

Saya mendorong agar setiap program yang akan masuk dalam rencana pembangunan 2027 disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Artinya, kita harus mendengarkan apa yang menjadi persoalan masyarakat, melihat kondisi infrastrukturnya secara langsung, kemudian menentukan prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan.

Jangan sampai pembangunan hanya berdasarkan apa yang mudah dikerjakan, sementara persoalan yang lebih mendesak justru tertinggal. Kita harus berani menentukan skala prioritas agar anggaran yang tersedia benar-benar memberikan dampak maksimal.
Saya percaya pembangunan yang baik dimulai dari perencanaan yang baik. Perencanaan yang baik pula harus berangkat dari data dan kondisi nyata, bukan sekadar asumsi.

Karena itu, koordinasi dengan BWSS menjadi sangat penting. Sebagai lembaga teknis yang memahami persoalan sumber daya air, BWSS memiliki peran besar dalam memastikan program yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi teknis di lapangan.

Saya juga akan terus mendorong agar aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Masyarakat adalah pihak yang nantinya merasakan langsung manfaat maupun dampak dari sebuah pembangunan. Maka suara masyarakat tidak boleh ditempatkan sebagai pelengkap saja.

Pembangunan Harus Tepat Sasaran

Dalam pembangunan infrastruktur, persoalan tepat sasaran menjadi hal yang sangat penting. Anggaran pemerintah jumlahnya terbatas, sementara kebutuhan masyarakat sangat banyak. Karena itu, setiap rupiah yang digunakan harus benar-benar menghasilkan manfaat.

Saya ingin pembangunan yang dilakukan pemerintah memberikan dampak nyata. Jangan sampai ada proyek yang secara fisik selesai, tetapi manfaatnya tidak maksimal karena sejak awal tidak dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Untuk itu, saya mendorong agar dalam penyusunan program 2027 dilakukan pemetaan kebutuhan secara lebih detail. Mana yang paling mendesak, mana yang memiliki dampak luas, mana yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, dan mana yang dapat mendukung aktivitas ekonomi harus menjadi pertimbangan.

Kita juga harus melihat pembangunan secara terintegrasi. Infrastruktur air, jalan, drainase, kawasan permukiman, pertanian, perkebunan, dan sektor ekonomi masyarakat memiliki keterkaitan. Ketika satu bagian dibangun tanpa memperhatikan bagian lainnya, manfaatnya bisa menjadi kurang optimal.

Pembangunan harus mampu menjawab persoalan secara menyeluruh. Itulah mengapa koordinasi lintas lembaga dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan.

Mendengar Aspirasi dari Lapangan

Bagi saya, turun ke lapangan bukan sekadar agenda seremonial. Justru dari lapangan kita bisa melihat secara langsung persoalan yang terkadang tidak terlihat dalam laporan.
Ketika berada di lokasi, kita bisa melihat kondisi infrastruktur, memahami kendala teknis, mendengar penjelasan dari pihak pelaksana, sekaligus mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan.

Hal-hal seperti ini penting untuk menjadi bahan dalam menentukan kebijakan berikutnya. Saya ingin keputusan yang diambil memiliki dasar yang jelas dan benar-benar berangkat dari persoalan masyarakat.

Karena itu, saya akan terus mendorong pendekatan pembangunan yang berbasis kebutuhan. Pemerintah harus hadir bukan hanya ketika sebuah proyek akan diresmikan, tetapi sejak proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, sampai memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Menjaga Kualitas untuk Masa Depan

Kita harus mengubah cara pandang terhadap pembangunan. Infrastruktur tidak boleh hanya dipandang sebagai proyek yang memiliki awal dan akhir. Infrastruktur adalah bagian dari sistem pelayanan kepada masyarakat.

Ketika sebuah tebing intake dibangun, misalnya, maka yang harus dipikirkan bukan hanya bagaimana konstruksinya selesai. Kita juga harus memikirkan pemeliharaan, daya tahan, fungsi, dan keberlanjutannya.

Saya berharap pihak terkait terus menjaga kualitas pekerjaan sampai tahap akhir. Jika ada persoalan teknis yang ditemukan, segera dibahas dan diselesaikan. Jangan menunggu sampai pekerjaan selesai baru kemudian persoalan tersebut muncul.

Saya juga berharap masyarakat ikut menjaga dan mengawasi keberadaan infrastruktur yang sudah dibangun. Pemerintah tentu memiliki tanggung jawab dalam pembangunan dan pemeliharaan, tetapi masyarakat juga memiliki peran untuk menjaga aset yang dibangun menggunakan uang negara.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, lembaga teknis, pelaksana pekerjaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, saya yakin pembangunan dapat berjalan lebih baik.

Menatap Pembangunan Jambi 2027

Pembahasan mengenai rencana pembangunan tahun 2027 menjadi momentum untuk melihat kebutuhan Jambi ke depan. Kita tidak boleh hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga harus menyiapkan infrastruktur untuk menghadapi perkembangan wilayah dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Saya ingin setiap program yang direncanakan benar-benar memiliki alasan yang kuat. Apa masalahnya, siapa yang membutuhkan, apa manfaatnya, berapa luas dampaknya, dan bagaimana keberlanjutannya harus dapat dijelaskan dengan baik.

Dengan cara seperti itu, pembangunan akan menjadi lebih terukur dan tepat sasaran. Kita tidak ingin pembangunan berhenti pada serapan anggaran. Ukuran keberhasilan yang sebenarnya adalah manfaat yang diterima masyarakat.

Karena itu, saya akan terus mendorong agar perencanaan pembangunan dilakukan secara matang dan berdasarkan kebutuhan nyata. Program yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat harus menjadi prioritas.
Saya percaya pembangunan Jambi harus dikerjakan dengan semangat kolaborasi. Tidak ada satu pihak yang bisa bekerja sendiri. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga teknis, DPR, serta masyarakat harus berjalan bersama.

Peninjauan pembangunan tebing intake di perbatasan Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi ini menjadi salah satu bentuk komitmen saya untuk memastikan pembangunan tidak berhenti pada perencanaan. Kita harus melihat langsung prosesnya, mengawal pelaksanaannya, dan memastikan hasil akhirnya memberikan manfaat.

Harapan saya sederhana, setiap pembangunan yang dilakukan hari ini harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang. Infrastruktur harus kuat, berfungsi dengan baik, aman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Untuk rencana pembangunan 2027, saya akan terus mendorong agar program yang disusun benar-benar berdasarkan kebutuhan di lapangan. Kita harus menempatkan masyarakat sebagai tujuan utama pembangunan.

Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah pembangunan bukan hanya terlihat dari berdirinya sebuah bangunan atau selesainya sebuah proyek. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat merasakan perubahan, mendapatkan pelayanan yang lebih baik, merasa lebih aman, dan memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan.

Itulah yang harus menjadi semangat kita bersama dalam membangun Jambi. Setiap program harus tepat sasaran, setiap anggaran harus memberikan manfaat, dan setiap infrastruktur yang dibangun harus memiliki kualitas yang mampu bertahan untuk generasi berikutnya. (*)

* Edi Purwanto, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dapil Provinsi Jambi

Pos terkait