Oleh: Al Haris *
Alhamdulillah, saya bersama jajaran Forkopimda Provinsi Jambi hadir dalam kegiatan tanam bawang putih serentak se-Indonesia yang dipusatkan dari Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk terus memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Dari Kayu Aro, kita menyaksikan bagaimana gerakan pertanian tidak lagi hanya menjadi agenda daerah, tetapi telah menjadi bagian dari gerakan nasional. Melalui sambungan Zoom, kegiatan ini juga diikuti bersama Bapak Kapolri, Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Titiek Soeharto, Menko Pangan Bapak Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait.
Bagi saya, kegiatan seperti ini bukan sekadar seremoni menanam tanaman di lahan pertanian. Ada pesan besar yang ingin kita bangun bersama, yaitu bagaimana Indonesia mampu memperkuat kemandirian pangan dengan memanfaatkan potensi pertanian yang ada di setiap daerah.
Kerinci memiliki posisi yang sangat strategis dalam upaya tersebut. Kabupaten ini sejak lama dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian penting di Provinsi Jambi. Dengan kondisi geografis, iklim, serta karakter tanah yang mendukung berbagai komoditas hortikultura, Kerinci memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu sentra produksi pertanian.
Karena itu, ketika kegiatan tanam bawang putih serentak se-Indonesia dilaksanakan di Kayu Aro, saya melihatnya sebagai sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Kepercayaan karena daerah kita mendapat kesempatan menjadi bagian dari agenda nasional. Tanggung jawab karena kegiatan tersebut harus kita kawal agar memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat.
Ketahanan Pangan Harus Dimulai dari Daerah
Kita sering berbicara tentang ketahanan pangan dalam skala nasional. Namun, ketahanan pangan nasional sesungguhnya dibangun dari kekuatan daerah.
Apa yang ditanam petani di Kerinci, Merangin, Tanjung Jabung, Muaro Jambi, Batanghari, Bungo, Sarolangun, Tebo, Kota Sungai Penuh dan daerah lainnya di Jambi, semuanya memiliki kontribusi terhadap kekuatan pangan kita.
Karena itu, pemerintah daerah harus terus mendorong agar sektor pertanian mendapatkan perhatian yang serius. Petani harus mendapatkan dukungan, mulai dari ketersediaan bibit, pupuk, teknologi, pendampingan, akses permodalan, infrastruktur pertanian hingga kepastian pasar.
Kita tidak ingin petani hanya didorong untuk menanam. Setelah panen, mereka justru kesulitan menjual hasil produksinya. Rantai produksi sampai distribusi harus kita pikirkan bersama.
Inilah pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Program nasional akan lebih kuat ketika dilaksanakan dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat di lapangan.
Begitu juga sebaliknya, program daerah akan semakin memiliki daya ungkit apabila dapat disinergikan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Saya melihat kegiatan tanam bawang putih ini sebagai contoh bagaimana sinergi tersebut dapat dilakukan.
Kayu Aro dan Potensi Pertanian Kerinci
Kayu Aro memiliki karakter yang sangat kuat sebagai kawasan pertanian. Hamparan lahan pertanian di kawasan ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus sumber penghidupan banyak keluarga.
Pertanian bukan sekadar aktivitas ekonomi. Bagi masyarakat Kerinci, pertanian sudah menjadi bagian dari kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Karena itu, pengembangan komoditas seperti bawang putih harus dilakukan dengan pendekatan yang benar-benar memperhatikan kepentingan petani. Jangan sampai sebuah program berjalan hanya pada saat kegiatan tanam, tetapi tidak dilanjutkan dengan pendampingan sampai masa panen.
Saya ingin setiap program pertanian memberikan dampak yang lebih panjang.
Petani harus merasa bahwa pemerintah hadir bukan hanya ketika ada kegiatan seremonial, tetapi hadir ketika mereka membutuhkan dukungan. Pemerintah harus hadir ketika petani menyiapkan lahan, menanam, merawat tanaman, menghadapi persoalan hama dan penyakit, hingga ketika hasil panen masuk ke pasar.
Dengan pola seperti ini, kita berharap pertanian Jambi semakin kuat dan petani semakin sejahtera.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Dalam kegiatan di Kayu Aro ini, saya hadir bersama Kapolda Jambi, Komandan Korem Garuda Putih Jambi, Bupati Kerinci, Wali Kota Sungai Penuh, serta jajaran Forkopimda.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama.
Tidak mungkin persoalan pangan hanya dibebankan kepada satu kementerian atau satu lembaga. Pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, kelompok tani, penyuluh pertanian, perguruan tinggi dan masyarakat harus memiliki semangat yang sama.
Saya sangat menghargai keterlibatan semua pihak dalam kegiatan ini.
Kita memiliki satu tujuan, yaitu bagaimana memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian.
Kita juga harus terus membangun komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah agar setiap program yang dirancang dapat diterjemahkan sesuai kondisi di lapangan.
Sebab setiap daerah memiliki karakter berbeda. Apa yang cocok diterapkan di satu daerah belum tentu sama hasilnya ketika diterapkan di daerah lain.
Kerinci memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan tersebut harus kita manfaatkan dengan pendekatan yang tepat.
Bawang Putih dan Peluang Ekonomi Petani
Bawang putih merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai strategis dalam kehidupan masyarakat. Komoditas ini digunakan hampir setiap hari dalam berbagai kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner.
Karena itu, pengembangan produksi bawang putih dalam negeri memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai strategis.
Jika produksi dalam negeri semakin kuat, kita berharap ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri dapat ditekan. Pada saat yang sama, petani lokal memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pendapatan.
Namun, kita harus realistis bahwa meningkatkan produksi bukan pekerjaan yang selesai dalam satu kegiatan.
Diperlukan perencanaan yang matang, pemilihan varietas yang sesuai, pengelolaan lahan yang baik, pendampingan teknologi, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penanganan pascapanen.
Pasar juga menjadi faktor yang sangat penting.
Petani harus memiliki kepastian bahwa hasil produksinya memiliki pembeli dengan harga yang wajar. Jangan sampai ketika produksi meningkat, harga justru jatuh sehingga petani mengalami kerugian.
Karena itu, saya berharap gerakan tanam bawang putih ini dilanjutkan dengan penguatan ekosistem pertanian secara menyeluruh.
Pemerintah Harus Hadir Bersama Petani
Saya selalu melihat pembangunan dari sisi manfaat yang dirasakan masyarakat.
Anggaran yang besar, program yang banyak, dan kegiatan yang ramai tidak akan memiliki arti apabila tidak memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.
Begitu juga dalam sektor pertanian.
Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa banyak lahan yang ditanami. Kita harus melihat berapa banyak produksi yang dihasilkan, bagaimana pendapatan petani, apakah pasar tersedia, dan apakah kesejahteraan masyarakat benar-benar meningkat.
Karena itu, setelah kegiatan tanam ini, saya berharap semua pihak tetap melakukan pengawalan.
Pemerintah Kabupaten Kerinci memiliki peran penting untuk memastikan program berjalan di lapangan. Pemerintah Provinsi Jambi juga harus terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Begitu juga dengan jajaran terkait lainnya.
Kita harus menjaga semangat gotong royong ini agar tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Kerinci untuk Pertanian yang Lebih Maju
Saya percaya Kerinci memiliki masa depan yang sangat besar dalam sektor pertanian.
Kita memiliki petani yang berpengalaman, kondisi alam yang mendukung, serta komoditas pertanian yang beragam.
Potensi ini harus kita kelola secara lebih modern tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Pertanian hari ini tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman. Kita perlu menggabungkan pengalaman petani dengan teknologi, data, inovasi, akses pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, dan jaringan pasar.
Generasi muda juga harus kita dorong untuk melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan.
Jangan sampai anak-anak muda kita hanya melihat pertanian sebagai pekerjaan tradisional yang tidak memiliki masa depan.
Pertanian justru dapat menjadi sektor ekonomi modern apabila dikelola dengan baik.
Mulai dari produksi, pengolahan, pengemasan, pemasaran hingga digitalisasi semuanya dapat membuka peluang usaha baru.
Ketahanan Pangan Adalah Kepentingan Bersama
Ketahanan pangan bukan hanya persoalan tersedia atau tidak tersedia makanan. Di dalamnya ada persoalan ekonomi, kesejahteraan petani, stabilitas harga, distribusi, lapangan pekerjaan dan masa depan generasi bangsa.
Karena itu, kita harus memandang sektor pangan sebagai salah satu fondasi pembangunan.
Ketika pangan kuat, masyarakat memiliki dasar yang lebih kuat untuk menjalankan aktivitas ekonomi.
Sebaliknya, ketika pangan menghadapi persoalan, dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Saya melihat gerakan tanam bawang putih serentak ini sebagai salah satu bagian dari upaya memperkuat fondasi tersebut.
Kita mulai dari lahan pertanian, dari tangan petani, dari daerah-daerah yang memiliki potensi, kemudian kita hubungkan menjadi kekuatan nasional.
Dari Jambi untuk Indonesia
Saya bersyukur Jambi mendapat kesempatan menjadi bagian dari gerakan nasional ini.
Lebih khusus lagi, kegiatan yang dipusatkan di Kayu Aro memberikan pesan bahwa daerah memiliki peran penting dalam pembangunan ketahanan pangan nasional.
Kita tidak boleh hanya menjadi penonton.
Jambi harus mengambil bagian dalam berbagai agenda strategis nasional, terutama yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Pertanian adalah salah satunya.
Kita memiliki banyak komoditas unggulan. Kita memiliki lahan yang luas. Kita memiliki petani yang terus bekerja dan menghasilkan berbagai kebutuhan masyarakat.
Tugas pemerintah adalah memastikan potensi tersebut dapat berkembang.
Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini. Terima kasih kepada jajaran pemerintah pusat, Kapolri, Kementerian Pertanian, Menko Pangan, DPR RI, serta seluruh kementerian dan lembaga yang terus mendorong penguatan ketahanan pangan.
Terima kasih juga kepada Kapolda Jambi, Komandan Korem Garuda Putih Jambi, Bupati Kerinci, Wali Kota Sungai Penuh dan seluruh Forkopimda yang hadir dan memberikan dukungan.
Yang paling utama tentu kepada para petani.
Merekalah yang bekerja langsung di lapangan. Mereka yang mengolah tanah, menanam, merawat dan menunggu hasil panen.
Kita harus memberikan penghargaan yang tinggi kepada para petani karena dari tangan merekalah sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat dipenuhi.
Menanam Hari Ini, Menyiapkan Masa Depan
Setiap benih yang ditanam hari ini membawa harapan untuk masa depan.
Ketika kita menanam bawang putih di Kayu Aro, kita bukan hanya berbicara tentang tanaman yang akan tumbuh beberapa waktu ke depan. Kita sedang berbicara tentang bagaimana membangun kemandirian pangan, memperkuat ekonomi petani dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.
Karena itu, saya ingin semangat kegiatan ini terus dijaga.
Jangan sampai setelah kegiatan tanam selesai, perhatian terhadap petani ikut berhenti.
Justru setelah ini pekerjaan kita semakin besar.
Kita harus memastikan tanaman tumbuh dengan baik, petani mendapatkan pendampingan, hasil produksi terserap pasar dan manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat.
Jika semua berjalan dengan baik, saya yakin Kayu Aro dapat semakin kuat sebagai salah satu kawasan pertanian strategis.
Kita ingin Jambi tidak hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga karena kekuatan pertaniannya.
Kita ingin anak-anak petani memiliki masa depan yang lebih baik.
Kita ingin petani mendapatkan penghasilan yang layak.
Kita ingin masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dengan harga yang terjangkau.
Dan yang paling penting, kita ingin pembangunan pertanian dilakukan secara berkelanjutan.
Menjaga Semangat Gotong Royong
Pada akhirnya, pembangunan tidak dapat dilakukan sendirian.
Pemerintah membutuhkan masyarakat. Pemerintah daerah membutuhkan pemerintah pusat. Petani membutuhkan dukungan kebijakan. Dunia usaha membutuhkan kepastian. Semua harus bergerak dalam satu ekosistem.
Kegiatan tanam bawang putih serentak se-Indonesia yang dilaksanakan dari Kayu Aro menjadi salah satu contoh nyata bahwa ketika semua unsur bergerak bersama, sebuah program dapat memiliki makna yang lebih besar.
Dari Jambi kita memberikan kontribusi untuk Indonesia.
Dari Kerinci kita menunjukkan bahwa daerah memiliki potensi besar untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional.
Saya berharap apa yang kita mulai hari ini dapat terus berkembang.
Semoga bawang putih yang kita tanam tumbuh subur, memberikan hasil yang baik dan membawa manfaat bagi para petani.
Semoga semakin banyak lahan produktif yang dapat dikembangkan.
Semoga semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan pertanian.
Dan semoga ketahanan pangan Indonesia semakin kuat.
Alhamdulillah, dari Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, kita ikut mengambil bagian dalam gerakan tanam bawang putih serentak se-Indonesia. Kita tanam hari ini untuk ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan masa depan Indonesia yang lebih kuat.(***)
* Al Haris, Gubernur Jambi











