Al Haris Ways: Bersama Cegah IRET, Narkoba, Geng Motor dan Perundungan, Demi Masa Depan Anak Jambi

Al Haris Ways: Bersama Cegah IRET, Narkoba, Geng Motor dan Perundungan, Demi Masa Depan Anak Jambi
Al Haris Ways: Bersama Cegah IRET, Narkoba, Geng Motor dan Perundungan, Demi Masa Depan Anak Jambi. Foto: Jambiseru.com

Oleh : Al Haris *

Alhamdulillah, acara sosialisasi tentang IRET, anti narkoba, anti geng motor dan perundungan di sekolah berlangsung meriah dan sukses. Saya bersyukur bisa melihat semangat dan antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan ini. Bagi saya, kegiatan seperti ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi bagian penting dari upaya bersama untuk menjaga generasi muda Jambi agar tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman dan penuh dengan kesempatan untuk meraih masa depan.

Anak-anak adalah bagian penting dari perjalanan pembangunan daerah. Mereka yang hari ini duduk di bangku sekolah, belajar, bermain dan mengejar cita-cita, nantinya akan menjadi generasi yang meneruskan pembangunan Jambi. Karena itu, menjaga mereka dari berbagai ancaman bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, mulai dari orang tua, guru, pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga lingkungan pergaulan anak-anak itu sendiri.

Saya melihat bahwa tantangan yang dihadapi anak-anak sekarang semakin kompleks. Perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi pada saat yang sama juga membuka berbagai ruang yang harus kita awasi bersama. Anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan cepat, berkomunikasi dengan siapa saja, dan mengenal berbagai hal dari dunia luar. Karena itu, pendampingan dari orang tua dan guru menjadi semakin penting.

Kita tidak boleh membiarkan anak-anak tumbuh tanpa arah. Mereka membutuhkan lingkungan yang memberikan rasa aman, pendidikan yang baik, serta orang-orang dewasa yang mau mendengarkan dan membimbing ketika mereka menghadapi persoalan.

Jangan Biarkan Anak-Anak Terjerumus

Saya selalu mengatakan bahwa mencegah jauh lebih baik daripada memperbaiki ketika persoalan sudah terjadi. Begitu pula dengan persoalan narkoba, geng motor, perundungan maupun berbagai bentuk perilaku negatif lainnya. Kita harus melakukan pencegahan sejak dini, sejak anak-anak masih berada di lingkungan sekolah dan keluarga.

Narkoba misalnya, bukan hanya persoalan hukum. Narkoba dapat menghancurkan masa depan seseorang, merusak hubungan keluarga, mengganggu pendidikan dan pada akhirnya memberikan dampak yang jauh lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, anak-anak harus mendapatkan pemahaman yang benar mengenai bahaya narkoba.

Saya ingin anak-anak memahami bahwa masa muda adalah kesempatan untuk membangun masa depan. Energi, waktu dan kemampuan yang mereka miliki harus digunakan untuk belajar, berolahraga, berkarya dan mengembangkan diri. Jangan sampai masa depan mereka rusak karena salah memilih pergaulan.

Begitu pula dengan geng motor. Kita tentu tidak ingin anak-anak Jambi menghabiskan masa mudanya dengan kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Anak-anak membutuhkan ruang untuk berekspresi, tetapi ekspresi tersebut harus diarahkan kepada kegiatan yang positif.

Kita memiliki banyak kegiatan yang bisa menjadi wadah bagi generasi muda. Olahraga, seni, budaya, organisasi pelajar, kegiatan keagamaan, kewirausahaan dan berbagai aktivitas sosial bisa menjadi tempat bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun karakter.

Sekolah Harus Menjadi Tempat yang Aman

Saya juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan perundungan atau bullying di sekolah. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Jangan sampai ada anak yang datang ke sekolah dengan rasa takut karena mendapatkan tekanan atau perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya.

Perundungan sering kali dianggap sebagai candaan. Padahal bagi korban, dampaknya bisa sangat serius. Kata-kata yang dianggap biasa oleh seseorang bisa menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan bagi orang lain. Karena itu, kita perlu membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

Saya ingin guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi sosok yang mampu mendengarkan dan memahami kondisi anak-anak. Ketika ada perubahan perilaku pada seorang siswa, kita harus peka. Jangan langsung menghakimi, tetapi cari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Begitu juga dengan orang tua. Jangan hanya bertanya mengenai nilai sekolah. Sesekali tanyakan bagaimana perasaan anak, siapa teman-temannya, apakah ada masalah di sekolah, dan apakah ada sesuatu yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Komunikasi sederhana seperti ini sangat penting. Anak-anak perlu merasa bahwa mereka memiliki tempat untuk bercerita. Ketika mereka memiliki persoalan, mereka harus tahu kepada siapa mereka bisa meminta bantuan.

Anak-Anak Harus Berani Berkata Tidak

Dalam berbagai kesempatan, saya selalu mengajak anak-anak untuk berani mengatakan tidak terhadap hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka. Tidak untuk narkoba. Tidak untuk tawuran. Tidak untuk geng motor yang melakukan kegiatan berbahaya. Tidak untuk perundungan. Dan tidak untuk berbagai ajakan negatif lainnya.

Berani berkata tidak memang tidak selalu mudah. Apalagi ketika seseorang berada dalam lingkungan pertemanan yang memberikan tekanan. Tetapi justru di situlah karakter seorang anak diuji.

Saya ingin anak-anak Jambi menjadi generasi yang memiliki pendirian. Jangan mudah mengikuti sesuatu hanya karena takut dianggap tidak keren oleh teman. Jangan melakukan sesuatu hanya karena orang lain melakukannya.
Keren itu bukan ketika berani melanggar aturan. Keren adalah ketika berani menjaga diri sendiri dan teman-teman. Keren adalah ketika berani belajar, berprestasi dan menghasilkan sesuatu yang membanggakan keluarga.

Saya percaya anak-anak Jambi memiliki potensi yang besar. Tugas kita sebagai orang dewasa adalah memberikan ruang dan lingkungan agar potensi tersebut berkembang.

Orang Tua Memiliki Peran yang Sangat Besar

Saya juga ingin mengingatkan bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah. Pendidikan pertama dan paling penting bagi seorang anak berasal dari keluarga.
Orang tua harus menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan nilai-nilai kehidupan. Ketika keluarga membangun komunikasi yang baik, anak akan memiliki tempat untuk pulang ketika menghadapi masalah.

Karena itu, saya mengajak para orang tua untuk tidak lelah mendampingi anak-anak. Ketika mereka tumbuh semakin besar, bukan berarti mereka tidak lagi membutuhkan perhatian. Justru ketika memasuki usia remaja, anak-anak membutuhkan pendampingan yang semakin bijak.

Orang tua perlu mengetahui lingkungan pergaulan anak. Bukan berarti harus mengontrol setiap langkah mereka secara berlebihan, tetapi memastikan bahwa anak berada di lingkungan yang baik.

Kita juga harus menjadi contoh. Anak-anak belajar bukan hanya dari nasihat yang kita berikan, tetapi dari apa yang mereka lihat setiap hari. Kalau kita ingin anak menghormati orang lain, maka kita harus menunjukkan sikap saling menghormati. Kalau kita ingin anak menjauhi kekerasan, maka lingkungan keluarga juga harus memberikan contoh komunikasi yang sehat.

Pemerintah Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Sebagai pemerintah daerah, kami tentu memiliki tanggung jawab dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda. Tetapi pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian.

Persoalan narkoba, geng motor, perundungan dan berbagai persoalan sosial membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Sekolah harus terlibat. Orang tua harus terlibat. Aparat keamanan harus terlibat. Organisasi kepemudaan juga harus mengambil peran.

Saya mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi ini. Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus berdialog mengenai persoalan yang mereka hadapi.

Saya berharap sosialisasi tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari. Pesan-pesan yang disampaikan harus terus dilanjutkan di sekolah dan lingkungan keluarga. Anak-anak perlu mendapatkan edukasi secara berkelanjutan.
Kita harus membangun kesadaran bersama bahwa menjaga generasi muda adalah investasi jangka panjang bagi Jambi.

Masa Depan Jambi Ada di Tangan Anak-Anak

Ketika melihat anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias, saya kembali diingatkan bahwa masa depan Jambi memang berada di tangan mereka. Mereka akan menjadi guru, dokter, pengusaha, petani, teknisi, birokrat, polisi, tentara, politisi dan berbagai profesi lainnya.

Karena itu, saya tidak ingin ada anak Jambi yang kehilangan masa depan hanya karena narkoba. Saya tidak ingin ada anak yang berhenti sekolah karena mengalami perundungan. Saya juga tidak ingin ada anak yang terjebak dalam pergaulan negatif hingga melakukan tindakan yang merugikan dirinya dan orang lain.

Kita harus menjaga mereka sejak sekarang.
Pembangunan daerah bukan hanya membangun jalan, jembatan, gedung dan infrastruktur. Pembangunan yang paling penting adalah membangun manusia. Infrastruktur bisa kita bangun dalam beberapa tahun, tetapi membangun karakter manusia membutuhkan proses panjang.

Karena itu, investasi terhadap pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda harus menjadi perhatian bersama.

Dari Sosialisasi Menjadi Gerakan Bersama

Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai sosialisasi. Mari kita jadikan sebagai gerakan bersama.

Gerakan untuk menciptakan sekolah yang aman. Gerakan untuk menjauhkan anak-anak dari narkoba. Gerakan untuk mencegah kekerasan dan perundungan. Gerakan untuk mengarahkan energi anak muda kepada kegiatan yang produktif.

Saya percaya jika semua pihak bergerak bersama, hasilnya akan jauh lebih besar.
Pemerintah memberikan dukungan kebijakan dan program. Sekolah memberikan pendidikan dan pendampingan. Orang tua memberikan kasih sayang dan pengawasan. Aparat memberikan perlindungan serta penegakan hukum. Sementara masyarakat menciptakan lingkungan sosial yang sehat.
Semua memiliki peran.

Saya juga mengajak anak-anak untuk tidak takut menyampaikan ketika mereka menemukan persoalan. Kalau melihat teman menjadi korban perundungan, jangan diam. Kalau ada ajakan menggunakan narkoba, segera menjauh dan laporkan kepada orang yang dipercaya. Kalau ada kegiatan yang membahayakan, jangan ikut-ikutan hanya karena ingin dianggap hebat.
Keberanian bukan hanya ketika kita berani melakukan sesuatu. Kadang keberanian terbesar adalah ketika kita mampu mengatakan tidak.

Jambi Harus Menjadi Rumah yang Aman bagi Anak

Saya ingin Jambi menjadi daerah yang memberikan ruang tumbuh yang baik bagi anak-anak. Mereka harus bisa bersekolah dengan nyaman, bermain dengan aman, berprestasi tanpa tekanan, dan memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan cita-cita.
Karena itu, seluruh program pembangunan harus memiliki perspektif terhadap masa depan generasi muda. Kita harus melihat pembangunan hari ini sebagai investasi untuk kehidupan mereka di masa depan.

Ketika kita mencegah seorang anak menggunakan narkoba, sesungguhnya kita sedang menyelamatkan satu masa depan. Ketika kita menghentikan satu kasus perundungan, kita sedang membantu seorang anak tetap percaya diri untuk mengejar cita-citanya. Ketika kita mengarahkan anak muda dari kegiatan negatif menuju olahraga dan kegiatan positif, kita sedang membantu membangun generasi yang lebih sehat.
Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat. Tetapi saya yakin, apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan wajah Jambi beberapa tahun ke depan.

Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi IRET, anti narkoba, anti geng motor dan perundungan ini berjalan dengan meriah dan sukses. Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

Namun pekerjaan kita belum selesai.
Justru setelah sosialisasi ini, tugas kita adalah memastikan pesan yang disampaikan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jaga anak-anak kita. Mari kita dengarkan mereka. Mari kita arahkan mereka kepada kegiatan yang positif.

Saya percaya, kalau anak-anak kita bisa menjaga diri, menjaga pergaulan dan berani berkata tidak terhadap hal-hal negatif, maka sebagian besar masa depan mereka sudah berada di tangan mereka sendiri.

Dan sebagai pemerintah, kita akan terus hadir memberikan ruang, perlindungan dan kesempatan agar generasi muda Jambi dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat, berkarakter, berprestasi dan mampu membawa Jambi semakin maju.

Dari Jambi, kita jaga anak-anak kita. Kita jaga masa depan mereka. Karena ketika kita menjaga generasi muda hari ini, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan Jambi. (*)

* AI Haris, Gubernur Jambi

Pos terkait