Al Haris Ways: Karhutla Gambut di Desa Gambut Jaya Muaro Jambi, Kami Terus Berupaya Padamkan Api

Al Haris Ways: Karhutla Gambut di Desa Gambut Jaya Muaro Jambi, Kami Terus Berupaya Padamkan Api
Al Haris Ways: Karhutla Gambut di Desa Gambut Jaya Muaro Jambi, Kami Terus Berupaya Padamkan Api. Foto: Jambiseru.com

Oleh: Al Haris *

Hari ini kami mendatangi langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di area perkebunan kelapa sawit milik warga dan kelompok tani di Desa Gambut Jaya, Kabupaten Muaro Jambi. Saya ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi di lapangan, karena persoalan karhutla tidak cukup hanya dilihat dari laporan atau informasi yang masuk. Kita harus memahami situasinya secara nyata, melihat apa saja kendala yang dihadapi petugas, sekaligus memastikan upaya pemadaman terus berjalan.

Ketika sampai di lokasi, kondisi memang cukup berat. Api masih belum dapat dipadamkan sepenuhnya karena medan yang sulit dan akses menuju titik kebakaran tidak mudah dilalui. Petugas di lapangan harus bekerja dengan kondisi yang tidak sederhana, sementara api terus berpotensi menyebar apabila tidak segera ditangani. Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama, kesabaran, dan dukungan seluruh pihak.

Salah satu kendala yang kami lihat adalah akses jalan menuju lokasi kebakaran. Kondisi jalan membuat kendaraan dan peralatan pemadam tidak bisa dengan mudah menjangkau seluruh titik api. Padahal, dalam penanganan kebakaran lahan, kecepatan dan ketepatan sangat penting. Semakin cepat petugas bisa mendekati titik api, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas.

Keterbatasan sumber air juga menjadi persoalan tersendiri. Pemadaman membutuhkan pasokan air yang cukup dan berkelanjutan, sementara lokasi kebakaran berada di area yang tidak mudah mendapatkan sumber air. Petugas harus mengatur penggunaan air seefektif mungkin agar dapat menjangkau titik-titik yang masih terbakar.

Panjang pipa atau selang hydrant juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Jarak antara sumber air dengan lokasi titik api membuat kebutuhan selang menjadi lebih panjang. Kondisi seperti ini tentu memengaruhi kecepatan petugas dalam melakukan pemadaman.

Namun, tantangan terbesar yang kami hadapi adalah kondisi lahan gambut. Lahan gambut memiliki karakteristik yang berbeda dengan lahan biasa. Api yang terlihat di permukaan belum tentu berarti kebakaran sudah benar-benar selesai. Ketika permukaan terlihat sudah padam, masih ada kemungkinan bara atau titik api bertahan di dalam lapisan gambut.

Inilah yang membuat karhutla di lahan gambut harus ditangani dengan sangat serius. Api dapat bergerak atau bertahan di bawah permukaan dan kemudian muncul kembali ketika kondisi memungkinkan. Karena itu, pemadaman tidak boleh hanya berorientasi pada menghilangkan api yang terlihat mata, tetapi harus memastikan titik-titik api di dalam tanah benar-benar mati.

Saya melihat langsung bagaimana petugas dan pihak terkait terus berupaya melakukan pemadaman. Mereka bekerja dalam kondisi yang tentu tidak mudah. Kita harus memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang berada di lapangan, sekaligus memastikan mereka mendapatkan dukungan yang diperlukan agar pekerjaan dapat dilakukan secara maksimal.

Karhutla bukan persoalan yang bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah, aparat, petugas pemadam, perusahaan, kelompok tani, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan harus mengambil bagian sesuai dengan perannya masing-masing. Ketika terjadi kebakaran, yang kita pikirkan bukan hanya bagaimana memadamkan api hari ini, tetapi juga bagaimana mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Khusus untuk wilayah gambut, pencegahan harus menjadi perhatian utama. Kita tidak boleh menunggu sampai api membesar baru bergerak. Upaya deteksi dini, pemantauan titik rawan, kesiapan peralatan, ketersediaan sumber air, serta koordinasi antarpihak harus terus diperkuat.

Saya juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Kondisi cuaca dan karakteristik lahan gambut membuat api sangat mudah berkembang dan sulit dikendalikan. Apa yang awalnya mungkin dianggap sebagai api kecil dapat berubah menjadi persoalan besar apabila tidak ditangani dengan cepat.

Kita harus memahami bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh pemilik lahan atau masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Asap dari kebakaran dapat mengganggu aktivitas masyarakat, mengurangi kualitas udara, mengganggu kesehatan, dan bahkan berdampak lebih luas apabila kebakaran meluas.

Karena itu, setiap kejadian karhutla harus menjadi perhatian bersama. Saya berharap masyarakat yang melihat adanya titik api atau indikasi kebakaran dapat segera melaporkannya kepada pihak terkait. Jangan menunggu api membesar. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan.

Untuk kondisi di Desa Gambut Jaya hari ini, kita masih menghadapi pekerjaan yang cukup berat. Api belum sepenuhnya padam dan petugas masih terus melakukan upaya pemadaman. Akses yang sulit, keterbatasan sumber air, kebutuhan selang yang panjang, serta kondisi gambut menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama.

Saya memahami kekhawatiran masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Karena itu, penanganan harus dilakukan secara terkoordinasi dan terus dipantau. Jangan sampai api yang terlihat sudah kecil kemudian dianggap selesai, padahal masih ada bara di dalam lapisan gambut.

Pengalaman di lapangan seperti ini kembali mengingatkan kita bahwa persoalan lingkungan membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Kita tidak bisa hanya bergerak ketika bencana sudah terjadi. Setelah api berhasil dipadamkan nanti, kita juga perlu melihat kembali bagaimana kondisi lahannya, bagaimana sistem pengelolaan airnya, dan bagaimana langkah pencegahan dapat dilakukan agar kebakaran tidak kembali terjadi.

Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan. Lahan yang kita miliki harus dijaga bersama. Hutan dan lahan gambut bukan hanya bagian dari ruang hidup kita hari ini, tetapi juga merupakan bagian dari lingkungan yang akan diwariskan kepada anak dan cucu kita.

Dalam situasi seperti ini, saya juga mengajak kita semua untuk tidak saling menyalahkan. Yang paling penting adalah bagaimana api dapat segera dikendalikan dan masyarakat tetap aman. Setelah kondisi benar-benar terkendali, tentu evaluasi harus dilakukan untuk mengetahui penyebab, titik kelemahan, dan langkah perbaikan yang harus kita kerjakan bersama.

Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas dan pihak yang terus berada di lapangan. Kepada masyarakat, saya juga meminta agar tetap waspada dan membantu memberikan informasi apabila menemukan titik api baru. Semoga kerja keras yang dilakukan hari ini membuahkan hasil dan seluruh titik api dapat segera dipadamkan.

Karhutla adalah persoalan yang membutuhkan keteguhan dan kerja sama. Tidak selalu mudah, terutama ketika api berada di lahan gambut. Tetapi saya percaya dengan koordinasi yang baik, kerja keras petugas, dukungan masyarakat, serta doa kita semua, situasi ini dapat segera kita lalui.

Mari kita bersama-sama mendoakan agar kebakaran di Desa Gambut Jaya segera dapat dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya. Semoga seluruh petugas yang bekerja di lapangan diberikan kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas.

Kita ingin Jambi tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan lingkungan hidupnya terjaga. Karena itu, penanganan karhutla harus menjadi tanggung jawab kita bersama.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam setiap ikhtiar yang kita lakukan.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.(*)

* Al Haris, Gubernur Jambi

Pos terkait