Catatan Rocky Candra: Silaturahmi Sederhana, Gagasan Besar untuk Membangun Kerinci

Catatan Rocky Candra: Silaturahmi Sederhana, Gagasan Besar untuk Membangun Kerinci
Catatan Rocky Candra: Silaturahmi Sederhana, Gagasan Besar untuk Membangun Kerinci. Foto: Jambiseru.com

Oleh: Rocky Candra *

Ada pertemuan yang tidak membutuhkan ruang rapat besar, meja panjang, tumpukan dokumen, atau agenda yang tersusun begitu formal. Kadang, justru dari tempat yang sederhana dan suasana yang santai, pembicaraan tentang daerah bisa mengalir lebih jujur. Tidak ada sekat yang terlalu tinggi, tidak ada jarak yang membuat orang sungkan menyampaikan pikiran, dan setiap gagasan bisa dibicarakan dengan suasana yang lebih cair.

Itulah yang saya rasakan ketika bersilaturahmi dan ngobrol santai bersama Bupati Kerinci dan Kapolres Kerinci di Teh Talua Malimpah Bang Ucok. Pertemuannya sederhana, tetapi bagi saya memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar duduk bersama menikmati minuman dan berbincang. Ada banyak hal yang bisa dibicarakan ketika orang-orang yang memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat duduk dalam satu meja dengan semangat yang sama, yakni bagaimana daerah bisa terus bergerak maju.

Saya percaya, pembangunan daerah tidak selalu dimulai dari gedung pemerintahan. Tidak semua gagasan besar lahir dari rapat resmi. Ada kalanya sebuah pemikiran muncul dari obrolan sederhana, dari pengalaman yang dibagikan, dari keresahan masyarakat yang disampaikan, atau dari percakapan mengenai apa yang bisa dilakukan agar sebuah program benar-benar terasa manfaatnya.

Di situlah nilai sebuah silaturahmi.
Bagi saya, silaturahmi bukan sekadar tradisi untuk menjaga hubungan baik. Silaturahmi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi. Ketika komunikasi berjalan, banyak persoalan yang sebelumnya terlihat rumit bisa dibicarakan secara lebih terbuka. Dari komunikasi itulah muncul kepercayaan. Dari kepercayaan, kerja sama menjadi lebih mudah dibangun.
Dan pada akhirnya, masyarakatlah yang seharusnya mendapatkan manfaat dari semua proses tersebut.

Kerinci memiliki karakter dan tantangan tersendiri. Daerah ini memiliki potensi besar, tetapi setiap potensi tentu membutuhkan pengelolaan, dukungan, kebijakan, serta kerja bersama agar dapat berkembang secara maksimal. Tidak ada satu pihak yang bisa bekerja sendirian untuk menjawab seluruh persoalan pembangunan.

Pemerintah daerah memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang besar di wilayahnya. Pemerintah pusat memiliki kebijakan, program, serta sumber daya yang dapat diarahkan untuk memperkuat pembangunan daerah. Aparat keamanan memiliki peran menjaga stabilitas agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman. Sementara masyarakat sendiri adalah bagian paling penting karena merekalah yang merasakan secara langsung apakah pembangunan benar-benar memberi perubahan atau tidak.

Karena itu, hubungan antara pusat dan daerah tidak boleh berhenti pada hubungan administratif. Harus ada komunikasi yang hidup dan kerja sama yang nyata.

Saya melihat hal tersebut sebagai salah satu kunci penting dalam mempercepat pembangunan di Jambi, termasuk di Kerinci. Ketika pemerintah pusat dan pemerintah daerah memiliki komunikasi yang baik, kebutuhan daerah dapat disampaikan dengan lebih jelas. Sebaliknya, program dari pusat juga dapat diterjemahkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kita tidak ingin pembangunan hanya bagus di atas kertas.

Kita ingin jalan yang dibangun benar-benar memudahkan masyarakat. Kita ingin infrastruktur yang dikerjakan benar-benar membuka akses ekonomi. Kita ingin program pemerintah benar-benar membantu masyarakat mendapatkan kesempatan yang lebih baik. Kita ingin setiap rupiah yang digunakan untuk pembangunan memberikan dampak yang dapat dirasakan.

Untuk mencapai itu, komunikasi tidak boleh putus.

Saya selalu percaya bahwa sebuah gagasan tidak harus lahir dalam forum yang formal. Kadang-kadang, pembicaraan yang paling sederhana justru bisa membuka perspektif baru. Ketika suasana tidak terlalu kaku, orang bisa menyampaikan pengalaman, pandangan, bahkan kritik dengan lebih leluasa.

Dalam pertemuan bersama Bupati Kerinci dan Kapolres Kerinci tersebut, suasananya memang santai. Namun, pembicaraan tidak berhenti pada hal-hal ringan. Ada banyak hal mengenai daerah yang bisa menjadi bahan pemikiran bersama.

Kerinci membutuhkan pembangunan yang berkelanjutan. Bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga penguatan sumber daya manusia, ekonomi masyarakat, keamanan, pelayanan publik, serta berbagai sektor yang berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Saya melihat bahwa setiap daerah memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kebijakan pembangunan tidak bisa sepenuhnya menggunakan pendekatan yang sama untuk semua wilayah. Apa yang cocok untuk satu daerah belum tentu cocok untuk daerah lainnya.
Di sinilah komunikasi antara pusat dan daerah menjadi penting.

Pemerintah daerah mengetahui kondisi masyarakatnya secara langsung. Mereka tahu persoalan yang dihadapi, potensi yang dimiliki, serta kebutuhan yang paling mendesak. Pemerintah pusat memiliki kemampuan untuk memberikan dukungan melalui kebijakan, anggaran, program, dan koordinasi lintas kementerian maupun lembaga.

Kalau dua kekuatan ini bisa berjalan bersama, hasilnya tentu akan jauh lebih besar.

Salah satu persoalan yang sering muncul dalam pembangunan adalah adanya jarak antara perencanaan dan pelaksanaan. Sebuah program bisa saja dirancang dengan sangat baik, tetapi ketika tidak dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan baik di daerah, hasilnya belum tentu maksimal. Karena itu, saya melihat kolaborasi sebagai kebutuhan, bukan sekadar slogan.

Pemerintah pusat harus mendengar daerah. Pemerintah daerah juga harus aktif menyampaikan kebutuhan masyarakat. Tidak perlu menunggu persoalan menjadi besar baru kemudian duduk bersama. Komunikasi seharusnya dilakukan sejak awal, sehingga setiap program dapat dirancang dengan mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.
Dalam konteks pembangunan Kerinci dan Jambi secara umum, pola seperti ini sangat penting.

Kita memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, pendidikan, infrastruktur, hingga sektor lainnya membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Namun, potensi tidak akan otomatis berubah menjadi kesejahteraan tanpa adanya ekosistem pembangunan yang mendukung.

Jalan harus tersedia. Akses harus terbuka. Keamanan harus terjaga. Pelayanan pemerintah harus berjalan. Masyarakat harus memiliki ruang untuk berkembang. Pelaku usaha harus mendapatkan kepastian. Anak-anak muda harus mendapatkan kesempatan. Semua itu saling berkaitan. Itulah sebabnya pembangunan tidak bisa dilihat dari satu sisi saja.

Saya sering melihat bahwa ketika berbicara tentang pembangunan, kita terlalu mudah terjebak pada pertanyaan siapa yang paling berperan. Padahal, pertanyaan yang lebih penting sebenarnya adalah bagaimana semua pihak dapat mengambil peran sesuai kewenangannya.

Tidak penting siapa yang paling banyak disebut.
Yang penting adalah masyarakat merasakan hasilnya.

Bupati memiliki peran sebagai pemimpin pemerintahan daerah. Kapolres memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pemerintah pusat memiliki berbagai kewenangan dan instrumen pembangunan. DPR memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Masyarakat memiliki peran sebagai penerima manfaat sekaligus pengawas pembangunan.

Semua memiliki posisi masing-masing.
Kalau posisi tersebut disatukan dalam semangat kolaborasi, maka banyak persoalan bisa dicari jalan keluarnya. Sebaliknya, jika masing-masing berjalan sendiri, program yang sebenarnya baik bisa kehilangan daya dorongnya.

Saya percaya Jambi membutuhkan lebih banyak komunikasi seperti ini.

Bukan hanya ketika ada persoalan. Bukan hanya ketika ada kepentingan tertentu. Tetapi komunikasi yang dibangun secara rutin untuk melihat apa yang bisa dilakukan bersama.

Bagi saya, silaturahmi memiliki nilai yang jauh lebih panjang daripada satu kali pertemuan. Hari ini mungkin kita hanya duduk dan berbincang. Besok, dari pembicaraan itu bisa muncul komunikasi lanjutan. Minggu depan mungkin ada koordinasi mengenai sebuah persoalan. Beberapa waktu kemudian, bisa saja lahir sebuah program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semua bermula dari komunikasi.
Karena itu, saya selalu memandang penting hubungan baik dengan para pemangku kepentingan di daerah. Bukan semata-mata untuk kepentingan politik, tetapi karena pembangunan memang membutuhkan banyak pihak.

Kita tidak mungkin membangun Jambi hanya dari satu ruangan. Kita tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat hanya dengan satu program. Pembangunan adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kerja bersama.
Kerinci pun demikian.

Ada banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan. Ada banyak potensi yang harus dikembangkan. Ada pula persoalan yang membutuhkan perhatian serius dan solusi yang tidak bisa diberikan secara instan.
Karena itu, ruang dialog harus terus dibuka.

Pada akhirnya, seluruh pembicaraan tentang pembangunan harus kembali kepada satu hal: masyarakat.

Kita boleh berbicara tentang anggaran, program, regulasi, koordinasi, infrastruktur, investasi, dan berbagai istilah pembangunan lainnya. Namun, semuanya akan kehilangan makna jika masyarakat tidak merasakan perubahan.
Pembangunan harus membuat hidup masyarakat menjadi lebih mudah.

Petani harus memiliki akses yang lebih baik untuk membawa hasil pertanian. Pelaku UMKM harus mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan usaha. Anak-anak harus mendapatkan pendidikan yang layak. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan publik yang baik. Infrastruktur harus membuka konektivitas. Lingkungan harus tetap dijaga. Keamanan harus memberikan rasa tenang.
Itulah ukuran yang sebenarnya.

Saya percaya pemerintah di semua tingkatan memiliki tujuan yang sama. Perbedaan kewenangan bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Justru karena kewenangannya berbeda, masing-masing pihak dapat saling melengkapi.

Pusat membutuhkan daerah untuk memastikan kebijakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Daerah membutuhkan dukungan pusat untuk mempercepat berbagai agenda pembangunan. Di antara keduanya harus ada komunikasi yang kuat.

Dan komunikasi tersebut bisa dimulai dari hal yang sangat sederhana: duduk bersama.

Pertemuan sederhana bersama Bupati Kerinci dan Kapolres Kerinci di Teh Talua Malimpah Bang Ucok mengingatkan saya kembali bahwa pembangunan memang membutuhkan manusia-manusia yang mau berbicara, mendengar, dan bekerja bersama.

Tidak semua persoalan harus langsung memiliki jawaban pada hari itu. Tidak semua gagasan harus langsung berubah menjadi program. Yang terpenting adalah ada kemauan untuk membuka ruang pembicaraan dan mencari kemungkinan-kemungkinan baru.

Saya melihat banyak energi positif dari pertemuan seperti ini.

Ada semangat untuk terus membangun. Ada keinginan agar hubungan pusat dan daerah semakin kuat. Ada kesadaran bahwa masyarakat membutuhkan hasil nyata, bukan sekadar janji atau wacana.

Kerinci adalah bagian penting dari Jambi. Kemajuan Kerinci juga menjadi bagian dari kemajuan Jambi secara keseluruhan. Karena itu, setiap potensi yang dimiliki daerah harus kita dorong bersama.

Saya yakin, jika komunikasi terus dibangun, koordinasi diperkuat, dan kepentingan masyarakat ditempatkan sebagai tujuan utama, maka banyak hal yang bisa kita kerjakan.
Tidak harus selalu dimulai dengan sesuatu yang besar.

Kadang, perubahan dimulai dari secangkir teh, sebuah obrolan, dan niat baik untuk melakukan sesuatu yang lebih besar bagi masyarakat.

Saya pulang dari pertemuan itu dengan satu pemikiran sederhana: pembangunan tidak pernah menjadi pekerjaan satu orang.

Ada pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, aparat, dunia usaha, masyarakat, dan banyak elemen lainnya yang memiliki peran masing-masing. Ketika semuanya bisa duduk bersama dan menghilangkan sekat-sekat yang tidak perlu, maka energi pembangunan akan menjadi jauh lebih kuat.

Silaturahmi mungkin terlihat sederhana. Tetapi jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah percakapan.

Sebab dari percakapan bisa lahir gagasan. Dari gagasan bisa lahir kebijakan. Dari kebijakan bisa lahir program. Dan dari program yang dijalankan dengan baik, masyarakatlah yang akhirnya mendapatkan manfaat.

Itulah yang seharusnya menjadi arah setiap langkah pembangunan.

Bukan tentang siapa yang paling terlihat.
Bukan tentang siapa yang paling banyak mendapatkan pujian.

Tetapi tentang seberapa besar kerja bersama mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Kerinci memiliki potensi. Jambi memiliki peluang. Dan tugas kita adalah memastikan potensi serta peluang tersebut tidak berhenti menjadi cerita, tetapi benar-benar menjadi manfaat.

Dari sebuah silaturahmi sederhana, semangat itu kembali ditegaskan: pusat dan daerah harus berjalan beriringan, komunikasi harus terus dijaga, dan kolaborasi harus diperkuat.
Karena ketika semua bergerak bersama, pembangunan tidak lagi sekadar menjadi rencana. Ia menjadi kerja nyata. (*)

* Rocky Candra, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Provinsi Jambi

Pos terkait