Oleh : Ricky Candra *
Ada satu hal yang selalu saya yakini dalam perjalanan pembangunan bangsa ini. Kekuatan ekonomi tidak hanya lahir dari kebijakan pemerintah atau besarnya investasi yang masuk ke sebuah negara. Kekuatan ekonomi juga lahir dari keberanian para pelaku usaha yang setiap hari mengambil risiko, membuka lapangan kerja, dan menciptakan peluang bagi banyak orang.
Karena itulah saya menyampaikan ucapan selamat kepada Ade Jona Prasetyo yang telah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026-2029 dalam Musyawarah Nasional XVIII di Bandar Lampung. Terpilihnya secara aklamasi bukan sekadar kemenangan dalam sebuah forum organisasi. Lebih dari itu, hal tersebut mencerminkan adanya kepercayaan besar dari seluruh anggota HIPMI terhadap kepemimpinan yang akan membawa organisasi ini melangkah ke tahap berikutnya.
Saya memandang HIPMI bukan hanya sebagai organisasi para pengusaha muda. HIPMI adalah salah satu wadah strategis yang selama ini melahirkan banyak tokoh bangsa, pemimpin daerah, legislator, hingga penggerak ekonomi yang berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia. Dari organisasi ini lahir berbagai gagasan dan inovasi yang tidak hanya berbicara tentang keuntungan bisnis, tetapi juga tentang bagaimana ekonomi dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, peran pengusaha muda menjadi semakin penting. Dunia usaha saat ini menghadapi perubahan yang bergerak begitu cepat. Digitalisasi, perubahan pola konsumsi masyarakat, perkembangan teknologi, hingga ketidakpastian ekonomi dunia menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi. Dalam situasi seperti ini, organisasi seperti HIPMI memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak pengusaha yang tidak hanya tangguh, tetapi juga visioner.
Saya melihat semangat itu tercermin dalam slogan yang selama ini menjadi identitas HIPMI, yaitu “Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha”. Sebuah kalimat yang sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Menjadi pengusaha pejuang berarti memiliki keberanian menghadapi berbagai tantangan dalam dunia usaha. Sementara menjadi pejuang pengusaha berarti memiliki kepedulian untuk memperjuangkan ekosistem usaha yang sehat, adil, dan memberikan ruang tumbuh bagi semua.
Bagi saya, filosofi tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Kita membutuhkan lebih banyak pelaku usaha yang tidak hanya berpikir tentang bisnisnya sendiri, tetapi juga tentang dampak yang dapat diberikan kepada masyarakat luas. Pengusaha yang sukses sejatinya adalah mereka yang mampu menciptakan manfaat bagi orang lain melalui usaha yang dibangunnya.
Saya juga percaya bahwa pembangunan ekonomi nasional tidak bisa hanya bertumpu pada kota-kota besar. Daerah memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, hingga industri kreatif, semuanya menyimpan peluang besar yang masih perlu dikembangkan secara optimal.
Di sinilah saya berharap HIPMI dapat memainkan peran yang lebih besar. Organisasi ini memiliki jaringan yang kuat dari pusat hingga daerah. Dengan kekuatan tersebut, HIPMI dapat menjadi jembatan antara potensi daerah dengan peluang investasi yang lebih luas. HIPMI juga dapat menjadi ruang kolaborasi antara pengusaha muda dengan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan produktif.
Sebagai wakil rakyat yang berasal dari daerah, saya memahami bahwa banyak anak muda memiliki semangat besar untuk berwirausaha. Namun tidak sedikit yang masih menghadapi keterbatasan akses permodalan, jaringan bisnis, maupun pendampingan usaha. Karena itu, kehadiran organisasi yang kuat dan aktif seperti HIPMI menjadi sangat penting untuk membantu mereka bertumbuh.
Kepemimpinan baru tentu membawa harapan baru. Saya meyakini Ade Jona Prasetyo memiliki kesempatan besar untuk memperkuat peran HIPMI sebagai organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Tantangan ekonomi masa depan tidak akan semakin mudah, tetapi justru akan semakin kompleks. Dibutuhkan kepemimpinan yang mampu mengonsolidasikan seluruh potensi anggota HIPMI agar dapat menjawab tantangan tersebut dengan baik.
Yang tidak kalah penting adalah menjaga semangat kolaborasi. Dalam dunia usaha modern, tidak ada keberhasilan yang dibangun sendirian. Kemajuan ekonomi membutuhkan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. HIPMI memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu penghubung dari berbagai elemen tersebut.
Saya optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Ketua Umum yang baru, HIPMI akan terus tumbuh menjadi organisasi yang semakin kuat dan relevan. Tidak hanya menjadi rumah bagi para pengusaha muda, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional.
Pada akhirnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha yang berani mengambil peluang, menciptakan inovasi, membuka lapangan kerja, dan membangun daerahnya masing-masing. Ketika dunia usaha tumbuh sehat, maka ekonomi nasional akan ikut menguat. Ketika ekonomi menguat, kesejahteraan masyarakat pun akan semakin meningkat.
Sekali lagi, saya mengucapkan selamat kepada Ade Jona Prasetyo atas amanah besar sebagai Ketua Umum HIPMI periode 2026-2029. Semoga kepemimpinan yang baru mampu membawa HIPMI semakin maju, semakin solid, dan semakin berkontribusi bagi Indonesia.
Karena pada akhirnya, membangun bangsa tidak hanya dilakukan melalui ruang-ruang pemerintahan. Membangun bangsa juga dilakukan dari kantor-kantor usaha, pabrik-pabrik, pasar-pasar, hingga dari mimpi para pengusaha muda yang terus berjuang menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.(*)
* Rocky Candra, Anggota DPR RI dapil Jambi


