Oleh : Rocky Candra *
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya soal membagikan makanan kepada masyarakat. Di balik program besar ini, ada tanggung jawab yang sangat besar terhadap kesehatan generasi penerus bangsa. Karena itu, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, hingga proses pengolahan makanan tidak boleh dianggap hal kecil. Semua harus dijaga dengan serius agar tujuan utama program benar-benar tercapai.
Saya bersama Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Jambi pada 3 Mei 2026. Sidak ini kami lakukan sejak malam hingga dini hari. Bukan tanpa alasan. Kami ingin melihat langsung bagaimana kesiapan operasional dapur MBG bekerja di lapangan, terutama dalam menjaga kualitas bahan pangan yang nantinya dikonsumsi masyarakat.
Bagi saya, memastikan setiap bahan baku yang masuk dalam kondisi segar adalah hal yang sangat penting. Jangan sampai makanan yang seharusnya membantu meningkatkan kesehatan masyarakat justru menimbulkan persoalan baru karena kualitas bahan yang tidak layak. Program sebesar MBG harus memiliki standar yang benar-benar ketat, terutama soal kebersihan dan keamanan pangan.
Saat sidak berlangsung, kami memeriksa berbagai hal. Mulai dari penyimpanan bahan makanan, proses distribusi, kondisi dapur, hingga kebersihan alat masak dan pekerja yang terlibat di dalamnya. Semua itu penting karena kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga oleh cara pengolahan dan lingkungan tempat makanan tersebut diproduksi.
Saya melihat bahwa sebagian besar dapur yang kami kunjungi sudah mulai menunjukkan kesiapan yang cukup baik. Namun saya tetap mengingatkan bahwa program ini harus dijalankan dengan pengawasan yang konsisten. Jangan sampai di awal terlihat baik, tetapi perlahan pengawasan mulai longgar. Karena urusan pangan dan kesehatan masyarakat tidak boleh dilakukan setengah-setengah.
Program MBG menurut saya adalah investasi besar negara terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu, makanan yang diberikan harus benar-benar memenuhi standar gizi dan kebersihan. Anak-anak membutuhkan asupan sehat agar bisa tumbuh kuat, cerdas, dan memiliki daya saing di masa depan. Jangan sampai tujuan mulia program ini rusak hanya karena kelalaian dalam pengawasan.
Selain itu, dapur SPPG juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Ketika masyarakat percaya bahwa makanan yang diberikan sehat dan aman, maka program ini akan berjalan lebih baik. Tetapi jika muncul masalah kualitas makanan, kepercayaan publik bisa turun dan dampaknya tentu akan sangat besar terhadap keberlangsungan program.
Saya juga menilai bahwa pengawasan terhadap program MBG tidak boleh hanya dilakukan siang hari atau saat kunjungan resmi saja. Justru proses persiapan malam hingga dini hari seperti yang kami lakukan saat sidak inilah yang penting dipantau. Karena di waktu-waktu tersebut aktivitas utama pengolahan dan persiapan bahan pangan biasanya berlangsung.
Di lapangan, saya melihat bagaimana para pekerja dapur harus bekerja dengan ritme yang cukup berat demi memastikan distribusi makanan berjalan tepat waktu. Ini tentu membutuhkan sistem kerja yang baik, manajemen yang disiplin, dan kontrol kualitas yang ketat agar hasil akhirnya tetap sesuai standar kesehatan.
Yang juga perlu menjadi perhatian adalah kualitas rantai pasok bahan pangan. Program MBG menggunakan bahan makanan dalam jumlah besar setiap hari. Karena itu, sumber bahan baku harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai ada bahan pangan yang kualitasnya buruk masuk ke dapur hanya demi mengejar harga murah atau keuntungan tertentu.
Saya percaya Program MBG memiliki dampak yang sangat besar bagi masyarakat jika dijalankan dengan benar. Selain membantu pemenuhan gizi masyarakat, program ini juga mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui sektor pertanian, peternakan, dan UMKM lokal. Namun keberhasilan besar itu hanya bisa tercapai jika kualitas pelaksanaannya benar-benar dijaga.
Karena itu, saya berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kualitas program ini. Jangan hanya fokus pada target distribusi, tetapi juga pada kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat. Sebab kesehatan anak-anak Indonesia tidak boleh dipertaruhkan hanya karena kelalaian kecil.
Saya juga mengingatkan bahwa kebersihan dapur dan higienitas pengolahan makanan harus menjadi budaya kerja, bukan hanya formalitas ketika ada inspeksi. Standar kebersihan harus dijaga setiap hari karena masyarakat yang menerima manfaat program ini berhak mendapatkan makanan yang sehat dan aman dikonsumsi.
Dalam jangka panjang, saya yakin Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi salah satu program paling penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Namun semua itu membutuhkan kerja serius, pengawasan ketat, dan tanggung jawab bersama agar pelaksanaannya benar-benar sesuai harapan.
Pada akhirnya, sidak yang kami lakukan bukan untuk mencari kesalahan semata. Tetapi lebih sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa program yang menyangkut masa depan generasi bangsa benar-benar dijalankan dengan baik. Karena ketika negara berbicara soal gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia, maka tidak boleh ada kompromi terhadap kualitas dan keamanan pangan.
Semoga seluruh pelaksanaan Program MBG di Provinsi Jambi terus berjalan optimal, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Sebab generasi sehat tidak lahir dari program yang asal berjalan, tetapi dari keseriusan semua pihak dalam menjaga kualitasnya sejak awal. (*)
* Rocky Candra, Anggota DPR RI dapil Provinsi Jambi

