Oleh: Rocky Candra
Saya menghadiri rapat konsolidasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi dengan satu keyakinan besar bahwa program ini tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan pembagian makanan. Ada makna yang jauh lebih besar di balik program ini. Ada harapan tentang masa depan generasi bangsa. Ada denyut ekonomi rakyat yang mulai bergerak dari desa hingga kota. Dan ada peluang besar bagi daerah untuk tumbuh lebih cepat melalui perputaran ekonomi yang nyata di tengah masyarakat.
Banyak orang mungkin melihat Program MBG hanya dari sisi bantuan sosial semata. Padahal jika dilihat lebih dalam, program ini sebenarnya adalah program pembangunan jangka panjang yang menyentuh langsung dua sektor penting sekaligus, yakni kualitas sumber daya manusia dan kekuatan ekonomi daerah. Ketika anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, maka kita sedang mempersiapkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas untuk masa depan Indonesia. Namun di saat yang sama, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar juga akan menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat secara luas.
Saya melihat peluang besar bagi Provinsi Jambi dalam pelaksanaan program ini. Daerah kita memiliki kekuatan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga usaha kecil masyarakat yang selama ini membutuhkan pasar yang stabil dan berkelanjutan. Program MBG dapat menjadi jawaban atas persoalan itu. Ketika kebutuhan pangan untuk program ini dipenuhi dari hasil produksi masyarakat lokal, maka uang negara yang berputar tidak keluar daerah. Anggaran akan hidup di tengah masyarakat sendiri dan menjadi energi ekonomi baru yang terus bergerak.
Bayangkan saja jika kebutuhan sayur-mayur, telur, ikan, ayam, beras, buah-buahan, hingga kebutuhan dapur lainnya seluruhnya disuplai oleh petani dan pelaku usaha lokal. Maka akan ada peningkatan permintaan produksi yang luar biasa. Petani akan lebih semangat menanam karena ada kepastian pasar. Peternak akan meningkatkan kapasitas usahanya. UMKM makanan akan mendapatkan peluang besar untuk berkembang. Bahkan usaha kecil yang sebelumnya berjalan seadanya bisa naik kelas karena adanya kebutuhan distribusi dan pengolahan bahan pangan dalam skala besar.
Di titik inilah saya melihat Program MBG bukan sekadar program makan gratis. Ini adalah program penggerak ekonomi rakyat. Program yang mampu menciptakan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ketika produksi meningkat, maka kebutuhan tenaga kerja juga bertambah. Ketika tenaga kerja bertambah, maka pengangguran perlahan berkurang. Ketika penghasilan masyarakat meningkat, maka daya beli ikut tumbuh. Dan ketika daya beli tumbuh, roda ekonomi daerah bergerak lebih cepat.
Apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto tentang Program MBG sebagai investasi besar bagi masa depan bangsa menurut saya sangat tepat. Kita tidak bisa berharap memiliki generasi unggul jika persoalan gizi masih menjadi masalah serius di tengah masyarakat. Anak-anak Indonesia tidak boleh tumbuh dalam kondisi kekurangan nutrisi. Mereka harus mendapatkan akses makanan sehat agar mampu belajar dengan baik, tumbuh optimal, dan memiliki daya saing di masa depan.
Karena itu, keberhasilan Program MBG tidak bisa dibebankan kepada pemerintah pusat saja. Pemerintah daerah harus mengambil peran aktif dalam memastikan program ini berjalan maksimal. Seluruh elemen harus terlibat. Mulai dari pemerintah kabupaten dan kota, pelaku usaha, kelompok tani, peternak, UMKM, hingga masyarakat itu sendiri. Kolaborasi menjadi kunci utama agar pelaksanaan program ini benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat luas.
Saya juga percaya bahwa Program MBG dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi desa. Selama ini desa sering hanya menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi besar. Namun melalui program ini, desa justru bisa menjadi pusat produksi pangan yang sangat penting. Produk-produk pertanian dan peternakan desa memiliki peluang besar untuk terserap secara berkelanjutan. Ini tentu akan meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan mengurangi ketimpangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Selain itu, pelaksanaan Program MBG harus dijaga dengan sistem pengawasan yang baik. Program sebesar ini tentu membutuhkan manajemen yang serius agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan. Kualitas makanan harus benar-benar diperhatikan. Distribusi harus tepat waktu. Anggaran harus digunakan secara transparan. Dan yang paling penting, manfaat program harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Saya tidak ingin Program MBG hanya menjadi program yang ramai dibicarakan di awal lalu kehilangan arah dalam pelaksanaannya. Program ini harus konsisten, terukur, dan terus dievaluasi. Pemerintah daerah harus aktif turun ke lapangan untuk memastikan semuanya berjalan baik. Karena jika program ini berhasil dijalankan secara optimal, maka dampaknya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga akan menentukan kualitas generasi Indonesia di masa depan.
Di Provinsi Jambi sendiri, saya melihat semangat besar dari berbagai pihak untuk mendukung pelaksanaan program ini. Itu tentu menjadi modal penting. Namun semangat saja tidak cukup. Kita membutuhkan langkah nyata, koordinasi yang kuat, serta kesiapan seluruh sektor pendukung agar program berjalan efektif. Jangan sampai potensi ekonomi besar yang muncul dari program ini justru dinikmati pihak luar sementara masyarakat lokal hanya menjadi penonton.
Saya berharap pemerintah daerah benar-benar memprioritaskan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok Program MBG. Mulai dari bahan baku hingga distribusi harus memberi ruang bagi masyarakat daerah sendiri. Dengan cara itu, manfaat ekonomi akan terasa lebih luas dan merata. Kita ingin program ini tidak hanya memperbaiki gizi anak-anak, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.
Pada akhirnya, Program Makan Bergizi Gratis adalah tentang masa depan Indonesia. Ini bukan sekadar urusan makanan, tetapi tentang bagaimana negara hadir untuk memastikan generasi bangsa tumbuh dengan baik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi rakyatnya. Saya percaya jika program ini dijalankan dengan serius, transparan, dan melibatkan masyarakat lokal secara aktif, maka Provinsi Jambi akan mendapatkan manfaat besar dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun pertumbuhan ekonomi.
Semoga pelaksanaan Program MBG di Provinsi Jambi benar-benar berjalan optimal, tepat sasaran, dan menjadi langkah nyata menuju Indonesia yang lebih kuat, sehat, serta sejahtera. Karena bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang kaya sumber daya alam, tetapi bangsa yang mampu menjaga kualitas generasinya sejak hari ini. (*)
* Rocky Candra, Anggota DPR RI dapil Provinsi Jambi
