Oleh : Al Haris *
Di sela kunjungan kerja mendampingi Bapak Menteri Kesehatan ke Kota Kuala Tungkal, setelah beliau kembali menuju Jambi, saya bersama Bupati Tanjung Jabung Barat menyempatkan diri meninjau langsung masyarakat korban musibah kebakaran di Desa Teluk Nilau. Bagi saya, kunjungan seperti ini bukan sekadar agenda formal pemerintahan. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesedihan dan kehilangan.
Saya melihat langsung bagaimana kondisi warga pasca musibah tersebut. Ada rumah yang hangus rata dengan tanah. Ada keluarga yang kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat. Bahkan ada masyarakat yang masih terlihat syok karena tidak pernah membayangkan musibah besar itu datang begitu cepat. Sebanyak 38 rumah warga terdampak dalam kebakaran ini, dan tentu itu bukan jumlah yang sedikit bagi sebuah desa.
Saat berdiri di tengah puing-puing rumah warga, saya kembali menyadari bahwa musibah memang bisa datang kapan saja tanpa memberi tanda. Dalam hitungan jam, apa yang dibangun bertahun-tahun bisa hilang begitu saja. Dan di saat seperti inilah masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah, bukan hanya dalam bentuk ucapan, tetapi juga tindakan nyata.
Alhamdulillah, bantuan makanan dan berbagai peralatan kebutuhan dasar telah kami salurkan kepada masyarakat terdampak. Saya memahami bahwa bantuan ini mungkin belum sepenuhnya menggantikan apa yang hilang, tetapi paling tidak pemerintah harus hadir lebih dulu untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi cobaan ini.
Saya selalu percaya bahwa tugas pemerintah bukan hanya membangun jalan, gedung, atau infrastruktur besar. Tugas pemerintah yang paling utama adalah memastikan rakyat tetap merasa dilindungi ketika berada dalam situasi sulit. Karena itu, ketika ada masyarakat tertimpa musibah, pemerintah tidak boleh lambat bergerak dan tidak boleh jauh dari rakyatnya.
Dalam kunjungan itu, saya juga berdialog langsung dengan masyarakat. Banyak warga yang mencoba tetap tegar meskipun kehilangan harta benda mereka. Ada ibu-ibu yang masih sibuk menyelamatkan barang tersisa. Ada anak-anak yang terlihat kebingungan melihat rumah mereka berubah menjadi abu. Pemandangan seperti itu tentu menyentuh hati siapa pun yang melihatnya langsung.
Saya memahami bahwa setelah musibah terjadi, yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya bantuan sementara. Mereka juga membutuhkan kepastian tentang masa depan tempat tinggal mereka. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat siap membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat dapat kembali menempati rumah mereka seperti semula.
Saya dan Bupati Tanjab Barat memiliki komitmen yang sama bahwa masyarakat korban kebakaran harus segera mendapatkan perhatian serius. Proses rehabilitasi harus dipercepat agar warga tidak terlalu lama hidup dalam kondisi darurat. Sebab semakin lama proses pemulihan berjalan, semakin berat pula beban psikologis yang dirasakan masyarakat.
Bagi saya, proses rekonstruksi bukan hanya soal membangun kembali rumah yang terbakar. Lebih dari itu, ini tentang membangun kembali rasa aman dan harapan masyarakat. Rumah bukan sekadar bangunan fisik. Di dalam rumah ada kehidupan, ada keluarga, ada kenangan, dan ada masa depan yang ingin diperjuangkan.
Musibah seperti ini juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya solidaritas sosial. Saya melihat banyak masyarakat sekitar ikut membantu korban kebakaran dengan kemampuan yang mereka miliki. Ada yang membantu makanan, ada yang membantu pakaian, dan ada pula yang membantu tenaga. Nilai gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan masyarakat Jambi sejak dulu.
Saya percaya bahwa masyarakat Desa Teluk Nilau adalah masyarakat yang kuat. Meski sedang menghadapi cobaan berat, saya melihat semangat mereka untuk bangkit masih sangat besar. Dan pemerintah tentu tidak akan membiarkan masyarakat berjalan sendiri dalam proses pemulihan ini.
Dalam situasi seperti sekarang, saya juga mengajak seluruh pihak untuk ikut membantu sesuai kemampuan masing-masing. Karena ketika musibah datang, bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan. Kadang bukan hanya nilai bantuannya yang penting, tetapi perhatian dan rasa peduli itulah yang memberi kekuatan bagi korban untuk bertahan.
Saya berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya dapat berjalan lancar dan cepat. Pemerintah akan terus berkoordinasi agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara bertahap. Yang paling penting, masyarakat harus kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman untuk melanjutkan kehidupan mereka.
Pada akhirnya, setiap musibah memang meninggalkan luka. Tetapi saya percaya di balik setiap cobaan selalu ada kekuatan kebersamaan yang membuat masyarakat mampu bangkit kembali. Pemerintah hadir bukan hanya saat keadaan baik, tetapi juga saat rakyat sedang mengalami kesulitan.
Semoga masyarakat Desa Teluk Nilau diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesehatan dalam menghadapi musibah ini. Dan semoga proses pemulihan berjalan lancar sehingga masyarakat bisa kembali menata kehidupan mereka dengan lebih baik ke depan. (*)
* AI Haris, Gubernur Jambi












