Oleh: Al Haris *
Alhamdulillah. Bagi saya, janji bukan sekadar ucapan. Janji adalah komitmen. Dan komitmen harus ditunaikan, apalagi jika menyangkut perjuangan anak-anak daerah yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan masa mudanya untuk mengharumkan nama Jambi di tingkat nasional.
Hari itu, di Kantor Gubernur Jambi, saya kembali menegaskan satu hal yang sejak awal sudah menjadi niat saya: orang tua atlet peraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh–Sumatera Utara 2024 akan diberangkatkan umroh. Ini bukan program pencitraan. Ini bukan pula kebijakan simbolik. Ini adalah bentuk penghargaan tulus kepada keluarga yang telah melahirkan dan membesarkan para pejuang olahraga Jambi.
Saya sampaikan dengan jujur, sejak awal niat saya memang baik. Saya ingin memberi dukungan moral, semangat, dan penghormatan kepada atlet kita melalui orang tua mereka. Karena di balik setiap atlet hebat, selalu ada orang tua yang berdoa tanpa henti, yang menahan lelah, dan yang sering kali berkorban dalam diam.
Saya katakan saat itu, kalau niat baik ini sampai tidak terlaksana, justru saya yang berdosa. Karena janji harus dijaga. Apalagi janji yang lahir dari niat menghargai prestasi dan perjuangan.
Memastikan Janji Tidak Sekadar Wacana
Agar tidak berhenti pada ucapan, saya langsung meminta semua pihak terkait untuk dikumpulkan. Ketua Umum KONI Jambi, Dinas Pemuda dan Olahraga, hingga pihak travel umroh saya minta hadir. Tujuannya satu: ada kepastian.
Saya tidak ingin orang tua atlet menunggu tanpa kejelasan. Saya ingin jadwal keberangkatan benar-benar disusun dengan rapi dan disepakati bersama. Insyaallah, keberangkatan umroh ini akan diatur langsung bersama orang tua atlet, KONI, dan Dispora, agar semuanya nyaman dan tenang.
Bagi saya, kepastian itu penting. Karena menghargai prestasi berarti juga menghargai perasaan dan harapan keluarga atlet.
Atlet Membawa Marwah Jambi
Saya selalu mengatakan, anak-anak ini tidak sekadar bertanding untuk dirinya sendiri. Mereka membawa nama Jambi, membawa marwah daerah, dan membawa harapan masyarakat. Setiap tetes keringat yang jatuh di arena pertandingan adalah bagian dari perjuangan daerah ini untuk diakui di tingkat nasional.
Karena itu, saya ingin atlet Jambi merasa dihargai. Bukan hanya saat mereka berdiri di podium, tapi juga setelahnya. Dukungan pemerintah tidak boleh berhenti di seremoni. Ia harus terasa dalam kebijakan nyata.
Pemberangkatan umroh ini murni sebagai spirit dan motivasi. Saya ingin para atlet tahu bahwa pemerintah hadir, melihat, dan peduli.
Fokus Latihan, Pemerintah Siap Mendukung
Saya juga berpesan kepada para atlet untuk tetap fokus menjalani latihan. Ke depan, masih banyak event besar yang menanti. Prestasi harus dijaga, bahkan ditingkatkan. Konsistensi adalah kunci.
Terkait atlet yang belum memiliki pekerjaan, saya membuka ruang agar pemerintah daerah bisa membantu sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing. Selama bisa dibantu dan sesuai aturan, tentu akan kita upayakan. Ini wajar. Anak-anak Jambi ini punya prestasi, dan prestasi itu harus dijaga agar tidak padam di tengah jalan.
KONI Jambi: Janji yang Ditunaikan dengan Tindakan
Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, saudara Mat Sanusi, juga menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari komitmen yang pernah saya sampaikan saat pelepasan kontingen PON Aceh–Sumut. Ia menegaskan bahwa janji tersebut kini benar-benar ditunaikan.
Yang membuat saya pribadi merasa tenang, langkah ini dilakukan dengan dana pribadi, sebagai bentuk tanggung jawab moral saya kepada atlet dan keluarga mereka. KONI Jambi pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
Lebih dari itu, saya ingin satu pesan sampai ke seluruh atlet Jambi: tidak perlu lagi ada kekhawatiran tentang masa depan. Tidak perlu ada pikiran untuk pindah membela daerah lain. Pemerintah Provinsi Jambi hadir dan memberi perhatian yang sungguh-sungguh.
Tujuh Atlet Emas, Tujuh Keluarga yang Dimuliakan
Pada ajang PON Aceh–Sumatera Utara 2024, terdapat tujuh atlet Jambi peraih medali emas yang orang tuanya akan diberangkatkan umroh, yaitu:
Muhammad Ripqy Ramadha
Juliana Klarisa
Mutiara Rahma Putri
Topan Satria
Aprilian Anggara
M. Angger Dharmawan
M. Angger Setiawan
Bagi saya, tujuh nama ini bukan sekadar daftar. Mereka adalah simbol kerja keras, disiplin, dan pengorbanan. Dan orang tua mereka layak mendapatkan penghormatan setinggi-tingginya.
Olahraga adalah Investasi Martabat Daerah
Saya percaya, membangun olahraga bukan hanya soal medali. Ini tentang membangun karakter, harga diri, dan kebanggaan daerah. Ketika atlet dihargai, ketika orang tua dimuliakan, maka semangat itu akan menular ke generasi berikutnya.
Inilah cara saya memandang kepemimpinan: menepati janji, hadir di saat dibutuhkan, dan menghargai perjuangan dengan tindakan nyata.
Insyaallah, langkah kecil ini membawa manfaat besar. Untuk atlet, untuk keluarga, dan untuk marwah Jambi di tingkat nasional. (*)
* Al Haris, Gubernur Jambi












