Al Haris Ways : Safari Subuh Pertama 2026, Menata Hati, Membangun Spiritualitas ASN, dan Meneguhkan Rasa Syukur dalam Pengabdian

Al Haris Ways : Safari Subuh Pertama 2026, Menata Hati, Membangun Spiritualitas ASN, dan Meneguhkan Rasa Syukur dalam Pengabdian
Al Haris Ways : Safari Subuh Pertama 2026, Menata Hati, Membangun Spiritualitas ASN, dan Meneguhkan Rasa Syukur dalam Pengabdian.Foto: Jambiseru.com

Oleh: Al Haris *

Bismillah…
Alhamdulillah, saya memulai tahun 2026 ini dengan sebuah langkah sederhana, namun penuh makna: Safari Subuh. Di pagi yang masih sunyi, ketika sebagian besar orang masih terlelap, saya memilih untuk hadir di rumah Allah bersama para ASN dan masyarakat. Bagi saya, ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah ikhtiar menata kembali hati sebelum menata kerja.

Safari Subuh pertama di awal tahun ini saya niatkan sebagai pengingat bagi diri saya sendiri, dan juga bagi seluruh ASN, bahwa pengabdian yang kuat harus ditopang oleh spiritualitas yang kokoh. Kita boleh punya rencana besar, program besar, dan target besar. Tetapi tanpa hati yang terjaga, semua itu bisa kehilangan arah.

Saya sering merenung, betapa beratnya amanah yang kita emban sebagai pelayan masyarakat. Setiap keputusan berdampak pada kehidupan banyak orang. Karena itu, sebelum berbicara tentang kinerja, saya merasa kita perlu berbicara tentang niat. Dan Subuh adalah waktu terbaik untuk menata niat itu.

Dalam Safari Subuh ini, saya mengajak ASN untuk tidak sekadar hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara batin. Hadir dengan kesadaran bahwa bangun pagi untuk shalat berjamaah adalah latihan disiplin, latihan keikhlasan, dan latihan kepatuhan. Nilai-nilai inilah yang seharusnya hidup dalam birokrasi kita.

Saya percaya, ASN yang terbiasa menjaga shalat Subuh berjamaah akan lebih mudah menjaga amanah jabatannya. Karena orang yang takut meninggalkan kewajiban kepada Allah, insya Allah akan takut pula mengkhianati kepercayaan rakyat.

Safari Subuh juga menjadi ruang refleksi tentang rasa syukur. Kita sering sibuk mengejar yang belum tercapai, sampai lupa mensyukuri yang sudah Allah titipkan. Padahal, rasa syukur bukan hanya ucapan, tetapi sikap hidup. Dengan bersyukur, hati menjadi lapang, pikiran menjadi jernih, dan kerja menjadi lebih ringan.

Saya menyampaikan kepada ASN bahwa rasa syukur adalah fondasi ketenangan dalam bekerja. Ketika kita bersyukur, kita tidak mudah mengeluh. Ketika kita bersyukur, kita tidak mudah saling menyalahkan. Dan ketika kita bersyukur, kita akan bekerja dengan lebih tulus, karena sadar bahwa jabatan hanyalah titipan.

Di tengah tantangan pembangunan, tekanan pekerjaan, dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, spiritualitas menjadi jangkar yang menahan kita agar tidak hanyut. Safari Subuh ini saya harapkan menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar seorang pemimpin dan aparatur bukan hanya kecerdasan, tetapi keteguhan hati.

Saya juga merasa penting bahwa Safari Subuh ini dilakukan bersama masyarakat. Pemerintah tidak boleh berjarak, apalagi dalam ruang ibadah. Di masjid, kita semua sama. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada perbedaan status. Yang ada hanyalah hamba-hamba Allah yang sedang menundukkan diri.
Kedekatan inilah yang ingin terus saya bangun. Karena pemerintahan yang kuat bukan hanya yang dekat di ruang rapat, tetapi juga yang hadir di ruang spiritual masyarakat. Dari masjid, dari doa-doa sederhana, sering lahir energi besar untuk perubahan.

Tahun 2026 ini saya maknai sebagai tahun memperkuat fondasi. Bukan hanya fondasi pembangunan fisik, tetapi juga fondasi mental dan spiritual. Saya ingin ASN Jambi bukan hanya dikenal karena kinerjanya, tetapi juga karena integritas dan akhlaknya.

Safari Subuh akan terus kami jalankan sebagai ikhtiar menjaga kesadaran ini. Bukan untuk pencitraan, bukan untuk formalitas, tetapi sebagai pengingat bahwa bekerja untuk rakyat adalah bagian dari ibadah. Dan ibadah yang baik selalu dimulai dari niat yang lurus.

Akhirnya, saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat Jambi untuk menjadikan rasa syukur sebagai napas kehidupan, dan spiritualitas sebagai cahaya dalam bekerja. Semoga setiap langkah kita diberkahi, setiap niat kita diluruskan, dan setiap pengabdian kita dicatat sebagai amal kebaikan.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita, menguatkan kebersamaan kita, dan menjadikan Provinsi Jambi negeri yang aman, maju, dan penuh keberkahan.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (*)

* Al Haris, Gubernur Jambi

Pos terkait