Oleh : Edi Purwanto *
Saya meyakini bahwa transportasi umum bukan sekadar sarana untuk memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain. Transportasi umum adalah wajah pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat setiap hari. Ketika pemerintah mengalokasikan subsidi dalam jumlah besar untuk sektor transportasi, maka harapan masyarakat tentu tidak hanya berhenti pada tarif yang terjangkau. Mereka juga menginginkan layanan yang nyaman, aman, tepat waktu, dan mampu menjangkau semua kalangan tanpa diskriminasi.
Besarnya subsidi transportasi umum sejatinya merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin mobilitas masyarakat. Negara ingin memastikan bahwa masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi tetap dapat mengakses layanan transportasi dengan biaya yang ringan. Namun saya berpandangan bahwa subsidi tidak boleh hanya diukur dari seberapa besar dana yang digelontorkan. Yang lebih penting adalah bagaimana subsidi tersebut mampu menghadirkan kualitas layanan yang semakin baik dari waktu ke waktu.
Dalam banyak kesempatan, kita masih menemukan berbagai persoalan yang menjadi keluhan masyarakat. Ada transportasi yang belum sepenuhnya nyaman, ada fasilitas yang memerlukan perbaikan, ada jadwal yang belum konsisten, bahkan masih terdapat aspek keselamatan yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi seperti ini harus menjadi evaluasi bersama. Jangan sampai subsidi yang besar justru tidak diikuti oleh peningkatan kualitas yang nyata di lapangan.
Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan transportasi publik. Tidak ada nilai yang lebih penting dibanding keselamatan manusia. Sebagus apa pun program subsidi yang diberikan, jika aspek keselamatan diabaikan, maka tujuan pelayanan publik tidak akan tercapai secara optimal. Karena itu, operator transportasi dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan bahwa standar keselamatan dijalankan secara ketat dan berkelanjutan.
Saya melihat bahwa investasi pada keselamatan bukanlah beban biaya, melainkan investasi jangka panjang. Perawatan armada yang rutin, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penerapan teknologi keselamatan, hingga pengawasan yang konsisten merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum. Ketika masyarakat merasa aman, mereka akan semakin memilih transportasi publik sebagai sarana mobilitas sehari-hari.
Selain keselamatan, kualitas pelayanan juga menjadi faktor yang tidak bisa dipisahkan. Masyarakat saat ini memiliki ekspektasi yang semakin tinggi terhadap pelayanan publik. Mereka menginginkan transportasi yang bersih, nyaman, tepat waktu, mudah diakses, dan memberikan pengalaman perjalanan yang baik. Oleh karena itu, setiap rupiah subsidi yang diberikan harus mampu mendorong transformasi layanan menuju standar yang lebih baik.
Hal lain yang menurut saya sangat penting adalah keberpihakan terhadap kelompok rentan. Transportasi umum harus menjadi ruang yang inklusif bagi semua warga negara. Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, serta anak-anak harus mendapatkan perhatian khusus dalam perencanaan maupun pengelolaan transportasi publik. Mereka tidak boleh menjadi pihak yang kesulitan menikmati layanan yang sesungguhnya disediakan untuk seluruh masyarakat.
Saya sering berpikir bahwa ukuran kemajuan sebuah sistem transportasi tidak hanya terlihat dari kemegahan infrastrukturnya. Kemajuan sesungguhnya terlihat dari seberapa mudah seorang lansia dapat naik kendaraan umum, seberapa nyaman seorang ibu membawa anaknya dalam perjalanan, atau seberapa mandiri penyandang disabilitas dapat mengakses fasilitas transportasi tanpa hambatan. Jika kelompok rentan masih menghadapi banyak kendala, maka masih ada pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama.
Karena itu, setiap kebijakan subsidi transportasi harus disertai dengan indikator yang jelas terkait aksesibilitas. Fasilitas bagi penyandang disabilitas, jalur khusus, kursi prioritas, informasi yang mudah dipahami, hingga desain sarana dan prasarana yang ramah bagi semua pengguna harus menjadi bagian dari standar pelayanan. Ini bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap hak-hak warga negara.
Saya juga menilai bahwa transparansi dan akuntabilitas penggunaan subsidi perlu terus diperkuat. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana publik digunakan dan sejauh mana dampaknya terhadap peningkatan layanan. Dengan adanya transparansi, maka kepercayaan publik dapat tumbuh dan evaluasi terhadap kebijakan dapat dilakukan secara objektif. Pada akhirnya, setiap kebijakan yang menggunakan uang rakyat harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat.
Di sisi lain, pengembangan teknologi juga perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas transportasi umum. Digitalisasi layanan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi perjalanan secara lebih cepat dan akurat. Sistem pembayaran yang modern, pemantauan armada secara real time, serta pengelolaan data yang baik dapat meningkatkan efisiensi sekaligus kenyamanan pengguna. Teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat pelayanan, bukan sekadar simbol modernisasi.
Transportasi umum yang berkualitas juga memiliki dampak yang sangat luas bagi pembangunan daerah dan nasional. Ketika masyarakat mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain, maka aktivitas ekonomi akan tumbuh lebih cepat. Pelajar dapat mengakses pendidikan dengan lebih mudah, pekerja dapat menjangkau tempat kerja secara efisien, dan pelaku usaha dapat memperluas jangkauan aktivitasnya. Dengan kata lain, transportasi yang baik adalah fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Saya percaya bahwa subsidi transportasi adalah instrumen strategis yang harus terus dipertahankan dan diperkuat. Namun penguatan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan, keselamatan, dan aksesibilitas. Masyarakat tidak hanya membutuhkan transportasi yang murah, tetapi juga transportasi yang aman, nyaman, dan manusiawi. Inilah esensi dari pelayanan publik yang sesungguhnya.
Ke depan, saya berharap seluruh pihak dapat melihat subsidi transportasi sebagai investasi sosial yang menghasilkan manfaat besar bagi masyarakat. Setiap kebijakan harus berorientasi pada kepentingan pengguna. Setiap program harus dievaluasi berdasarkan dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat. Dan setiap rupiah yang dikeluarkan harus mampu menghadirkan perubahan yang nyata.
Sebagai wakil rakyat, saya akan terus mendorong agar kebijakan transportasi nasional berpihak kepada masyarakat luas. Saya ingin melihat sistem transportasi yang semakin berkualitas, semakin aman, dan semakin inklusif. Saya ingin memastikan bahwa kelompok rentan tidak tertinggal dalam menikmati layanan publik. Dan saya percaya bahwa dengan komitmen bersama, kita dapat menghadirkan transportasi umum yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga membanggakan.
Pada akhirnya, keberhasilan subsidi transportasi bukan diukur dari besarnya angka yang tercantum dalam anggaran. Keberhasilannya diukur dari senyum masyarakat yang merasa terbantu, rasa aman selama perjalanan, serta kemudahan yang dirasakan oleh seluruh pengguna tanpa terkecuali. Di situlah sesungguhnya nilai dari sebuah kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat. (*)
* Edi Purwanto, Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan dapil Jambi












