Al Haris Ways: Pesan untuk Diri Sendiri, 7 Pengingat agar Tetap Rendah Hati, Tidak Sombong, dan Selalu Dekat dengan Allah

Al Haris Ways: Pesan untuk Diri Sendiri, 7 Pengingat agar Tetap Rendah Hati, Tidak Sombong, dan Selalu Dekat dengan Allah
Al Haris Ways: Pesan untuk Diri Sendiri, 7 Pengingat agar Tetap Rendah Hati, Tidak Sombong, dan Selalu Dekat dengan Allah.Foto: Jambiseru.com

Oleh: Al Haris *

Setiap kali saya memulai hari, saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa kehidupan bukan tentang siapa yang paling hebat, paling kaya, atau paling berkuasa. Hidup adalah perjalanan untuk terus belajar menjadi manusia yang lebih baik. Jabatan yang saya emban sebagai Gubernur Jambi hanyalah amanah. Suatu saat amanah itu akan berakhir, tetapi akhlak dan amal akan tetap menjadi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Karena itulah saya mempunyai beberapa pesan yang selalu saya tanamkan dalam diri. Pesan ini bukan saya tujukan untuk menggurui siapa pun, melainkan sebagai pengingat bagi diri saya sendiri. Saya percaya, ketika kita mampu memperbaiki diri, insya Allah lingkungan di sekitar kita juga akan menjadi lebih baik.

Pesan pertama adalah jangan sibuk mencari kesalahan orang lain. Saya menyadari bahwa kekurangan dalam diri saya sendiri masih begitu banyak. Setiap hari selalu ada hal yang perlu diperbaiki, baik dalam cara berpikir, cara berbicara, maupun cara mengambil keputusan. Daripada menghabiskan waktu menghakimi orang lain, saya memilih menggunakan waktu itu untuk bercermin dan memperbaiki diri. Introspeksi adalah jalan terbaik agar kita terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Pesan kedua, jangan pernah menghina orang lain. Kita tidak pernah tahu perjuangan yang sedang mereka hadapi. Bisa jadi hari ini seseorang terlihat lemah, tetapi di hadapan Allah justru memiliki derajat yang jauh lebih tinggi dibanding kita. Allah tidak pernah menghina hamba-Nya. Bahkan ketika kita melakukan kesalahan, Allah masih membuka pintu taubat dan memberikan kesempatan untuk berubah. Kalau Allah saja begitu Maha Pengasih, mengapa kita harus mudah merendahkan sesama?

Pesan ketiga, jangan membuka aib orang lain. Saya selalu mengingat bahwa Allah menutupi begitu banyak kekurangan dan dosa kita. Andai seluruh aib kita dibuka di hadapan manusia, tentu kita akan merasa malu. Karena itu, saya memilih menjaga kehormatan orang lain sebagaimana saya berharap Allah terus menjaga kehormatan saya. Menutup aib saudara kita adalah salah satu bentuk kasih sayang yang sangat mulia.

Pesan keempat, jangan pernah meremehkan siapa pun. Setiap orang memiliki jalan hidup dan perjuangan yang berbeda. Ada yang sedang berjuang mencari nafkah, ada yang sedang berjuang melawan penyakit, ada yang berjuang membesarkan anak-anaknya, dan ada pula yang sedang berjuang menghadapi ujian yang tidak diketahui orang lain. Allah menghargai setiap usaha hamba-Nya. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk memandang rendah seseorang hanya karena kondisi ekonomi, pendidikan, jabatan, atau penampilannya.

Pesan kelima, jangan menyakiti hati orang lain. Saya percaya bahwa ucapan yang baik bisa menjadi obat, sementara ucapan yang kasar bisa meninggalkan luka yang sangat dalam. Karena itu saya selalu berusaha menjaga lisan dan sikap. Saya juga meyakini bahwa doa orang yang teraniaya memiliki tempat yang sangat istimewa di sisi Allah. Jangan sampai karena kesalahan kita, ada orang yang menangis dan memohon keadilan kepada Allah.

Pesan keenam, jangan pernah bangga dengan amal ibadah yang kita lakukan. Seberapa banyak pun ibadah yang kita kerjakan, hanya Allah yang mengetahui apakah amal tersebut diterima atau tidak. Tugas kita hanyalah terus beribadah dengan ikhlas, memperbaiki niat, dan tidak merasa lebih baik dibanding orang lain. Kesombongan dalam beribadah justru dapat menghapus nilai keikhlasan yang menjadi ruh dari setiap amal.

Pesan ketujuh, jangan sombong dengan apa yang kita miliki. Harta, jabatan, kekuasaan, kesehatan, bahkan usia hanyalah titipan Allah.
Hari ini kita mungkin berada dalam keadaan yang baik, tetapi semua itu bisa berubah dalam hitungan detik jika Allah menghendaki.
Kesadaran inilah yang membuat saya selalu berusaha bersyukur atas setiap nikmat dan tidak menjadikan apa yang saya miliki sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dari orang lain.

Saya percaya, hidup akan terasa jauh lebih indah ketika kita mampu menjaga hati tetap rendah, menjaga lisan tetap santun, serta menjaga pikiran tetap positif kepada sesama. Dunia ini tidak membutuhkan lebih banyak orang yang saling menjatuhkan, tetapi membutuhkan lebih banyak orang yang saling menguatkan.

Sebagai pemimpin, saya juga terus belajar bahwa kekuatan terbesar bukan terletak pada kekuasaan, melainkan pada ketulusan dalam melayani masyarakat. Jabatan hanyalah sarana untuk berbuat baik. Karena itu saya ingin setiap langkah yang saya ambil selalu memberikan manfaat, menghadirkan harapan, dan membawa keberkahan bagi masyarakat Jambi.

Semoga tujuh pesan sederhana ini menjadi pengingat, bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi siapa saja yang membacanya. Mari kita mulai perubahan dari diri sendiri. Perbaiki hati sebelum menilai orang lain, perbaiki lisan sebelum mengkritik, dan perbaiki akhlak sebelum berharap dunia menjadi lebih baik.

Saya yakin, ketika kita terus berusaha menjadi pribadi yang rendah hati, menjaga hubungan dengan sesama manusia, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka hidup akan dipenuhi ketenangan, keberkahan, dan kebahagiaan yang sesungguhnya. (*)

* Al Haris, Gubernur Jambi

Pos terkait