Oleh: Edi Purwanto *
Saya menyambut baik setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan memperbaiki kesejahteraan masyarakat, termasuk langkah menurunkan potongan aplikasi ojek online menjadi 8 persen. Semangat kebijakan ini patut diapresiasi karena memberikan harapan baru bagi jutaan pengemudi ojol yang selama ini mengandalkan profesi tersebut sebagai sumber penghidupan utama. Namun, sebuah kebijakan tidak cukup hanya dinilai dari niat baiknya. Yang jauh lebih penting adalah dampak nyata yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat di lapangan.
Fakta yang saya temui menunjukkan bahwa penurunan potongan aplikasi belum otomatis membuat pendapatan para pengemudi meningkat. Banyak pengemudi yang masih menyampaikan keluhan mengenai order yang semakin sepi, bonus dan insentif yang terus berkurang, serta penghasilan harian yang tidak menentu. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa persoalan kesejahteraan pengemudi ojek online jauh lebih kompleks dibanding sekadar besaran potongan aplikasi.
Saya meyakini bahwa kesejahteraan driver tidak hanya dipengaruhi oleh satu variabel. Pendapatan mereka juga ditentukan oleh banyak faktor lain, seperti jumlah pesanan yang masuk, sistem distribusi order, besaran tarif, skema bonus, hingga mekanisme penilaian yang diterapkan oleh perusahaan aplikasi. Karena itu, jika hanya satu aspek yang diperbaiki sementara aspek lainnya tidak berubah, hasil akhirnya tentu belum mampu memberikan peningkatan kesejahteraan yang signifikan.
Oleh sebab itu, saya meminta Kementerian Perhubungan untuk mencermati implementasi kebijakan ini secara menyeluruh. Pemerintah perlu turun langsung mendengar suara para pengemudi di berbagai daerah, bukan hanya menerima laporan administratif. Pengalaman para driver di lapangan harus menjadi dasar utama dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah diterapkan.
Evaluasi tersebut juga perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan aplikasi, komunitas pengemudi, akademisi, hingga organisasi perlindungan konsumen harus duduk bersama mencari solusi terbaik. Kebijakan publik akan menghasilkan manfaat yang lebih besar apabila disusun melalui dialog yang terbuka dan berdasarkan data yang akurat.
Saya memahami bahwa perusahaan aplikasi juga memiliki tantangan bisnis yang harus dijaga agar tetap berkelanjutan. Namun, keberlangsungan usaha tidak boleh mengabaikan kesejahteraan para mitra pengemudi yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Hubungan antara perusahaan dan pengemudi harus dibangun atas prinsip kemitraan yang adil, saling menguntungkan, dan penuh tanggung jawab.
Para pengemudi ojek online telah memberikan kontribusi besar bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Mereka bekerja dari pagi hingga malam, menghadapi kemacetan, cuaca yang tidak menentu, hingga berbagai risiko di jalan demi memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Dedikasi tersebut sudah seharusnya dihargai melalui sistem yang memberikan kepastian pendapatan yang lebih baik.
Saya juga berharap pemerintah memiliki mekanisme pengawasan yang kuat terhadap implementasi kebijakan ini. Jangan sampai ada perbedaan antara aturan yang ditetapkan dengan praktik yang terjadi di lapangan. Transparansi dalam penerapan tarif, potongan aplikasi, hingga skema insentif menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan para pengemudi.
Ke depan, saya mendorong lahirnya kebijakan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mampu memberikan perlindungan sosial yang lebih kuat bagi para pengemudi ojek online. Akses terhadap jaminan sosial, keselamatan kerja, pelatihan peningkatan kompetensi, hingga peluang pengembangan ekonomi harus menjadi bagian dari perhatian pemerintah. Dengan demikian, profesi pengemudi ojek online dapat menjadi pekerjaan yang lebih layak dan berkelanjutan.
Saya percaya bahwa setiap kebijakan harus selalu dievaluasi berdasarkan hasil yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Jangan sampai potongan aplikasi memang turun menjadi 8 persen, tetapi kesejahteraan para pengemudi tetap tidak berubah. Ukuran keberhasilan sebuah kebijakan bukan sekadar angka dalam regulasi, melainkan senyum para driver yang pulang membawa penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Sebagai wakil rakyat, saya akan terus menyuarakan aspirasi para pengemudi ojek online agar mereka memperoleh perlakuan yang adil. Pemerintah, perusahaan aplikasi, dan seluruh pemangku kepentingan harus bekerja bersama memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada masyarakat. Pada akhirnya, tujuan utama kita bukan hanya menciptakan ekosistem transportasi digital yang maju, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi jutaan pengemudi yang menjadi bagian penting dari roda perekonomian nasional. (*)











