Oleh: Edi Purwanto *
Saya selalu percaya bahwa kekuatan sebuah partai politik sebenarnya tidak hanya terlihat dari siapa yang duduk di kursi kekuasaan. Kekuatan sejati justru terlihat dari bagaimana denyut organisasi itu hidup sampai ke tingkat paling bawah, sampai ke desa, sampai ke kelurahan, bahkan sampai ke lorong-lorong tempat masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ketika kita melaksanakan Musyawarah Anak Cabang atau Musancab secara bertahap mulai dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat hingga nanti berakhir di Kota Jambi, saya melihat ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ini adalah proses merawat napas perjuangan agar tetap hidup dan bergerak bersama rakyat.
Partai politik tidak boleh hanya ramai menjelang pemilu.
Kalau sebuah partai hanya bergerak ketika ada momentum politik lima tahunan, maka sesungguhnya partai itu sedang kehilangan rohnya. Politik tidak boleh hanya hadir saat mencari suara. Politik harus hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi, membutuhkan pendampingan, dan membutuhkan keberpihakan.
Dan semua itu hanya bisa dilakukan kalau struktur partai benar-benar kuat sampai ke bawah.
Di Provinsi Jambi, kita memiliki 144 kecamatan. Sementara di tingkat desa dan kelurahan jumlahnya sekitar 1.585. Khusus Kota Jambi sendiri terdapat 11 kecamatan dan 68 kelurahan. Angka-angka ini bukan sekadar data administratif organisasi.
Di balik angka itu ada masyarakat. Ada harapan. Ada persoalan yang harus didengar dan diperjuangkan.
Karena itulah Musancab dan pelantikan PAC menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur partai secara berjenjang, mulai dari DPC hingga PAC, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pembentukan pengurus ranting di tingkat desa dan kelurahan sampai anak ranting.
Saya sering mengatakan bahwa partai yang besar bukan partai yang hanya punya nama besar di media sosial atau baliho besar di pinggir jalan. Partai yang besar adalah partai yang kadernya hadir di tengah masyarakat dan mampu bekerja nyata.
Dan kerja nyata itu tidak mungkin lahir dari struktur yang lemah.
Kadang kita terlalu sibuk bicara soal strategi politik besar, tetapi lupa membangun fondasi organisasi di tingkat paling bawah. Padahal justru ranting dan anak ranting itulah ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat.
Mereka yang mendengar langsung keluhan warga tentang harga kebutuhan pokok. Mereka yang melihat langsung kondisi jalan lingkungan. Mereka yang tahu bagaimana kehidupan masyarakat sehari-hari.
Karena itu saya selalu menekankan, kita tidak ingin ada ranting yang lemah. Semua harus bergerak.
Sebab ketika struktur di bawah lemah, maka partai akan kehilangan daya hidupnya. Organisasi hanya akan terlihat aktif di atas, tetapi kosong di akar rumput.
Dan menurut saya, politik seperti itu tidak akan bertahan lama.
Musancab ini juga bukan hanya soal memilih pengurus baru atau melengkapi struktur administrasi organisasi. Lebih dari itu, ini adalah momentum membangun semangat bersama bahwa perjuangan politik harus terus dirawat dengan kerja kolektif.
Tidak bisa hanya mengandalkan satu dua tokoh.
Saya percaya partai yang sehat adalah partai yang kadernya tumbuh di semua tingkatan. Dari kabupaten, kecamatan, desa, sampai lingkungan terkecil masyarakat.
Karena politik sejatinya bukan tentang siapa paling terkenal. Politik adalah tentang siapa yang paling siap bekerja untuk rakyat.
Kadang saya merasa tantangan partai politik hari ini semakin berat. Masyarakat semakin kritis. Anak muda semakin terbuka melihat banyak hal. Informasi bergerak sangat cepat melalui media sosial.
Kalau partai tidak mampu membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, maka perlahan akan ditinggalkan.
Karena itu konsolidasi internal menjadi sangat penting.
Tetapi konsolidasi yang saya maksud bukan sekadar rapat formal dan seremonial organisasi. Konsolidasi harus melahirkan gerakan nyata. Harus melahirkan kader yang mau turun mendengar masyarakat. Harus melahirkan struktur yang hidup dan responsif terhadap persoalan rakyat.
Kalau tidak, maka organisasi hanya akan menjadi papan nama tanpa gerakan.
Saya juga sering mengingatkan kepada seluruh kader bahwa politik tidak boleh dijalankan dengan rasa malas. Politik adalah kerja panjang yang membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan.
Membangun ranting sampai ke tingkat bawah memang tidak mudah. Menjaga semangat kader juga tidak mudah. Tetapi justru di situlah nilai perjuangan itu berada.
Karena organisasi besar tidak lahir dalam satu malam.
Ia tumbuh dari proses panjang, dari konsolidasi yang terus dirawat, dan dari semangat kader yang tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.
Saya ingin seluruh PAC, ranting, dan anak ranting nantinya benar-benar menjadi ruang perjuangan rakyat. Tempat masyarakat bisa datang menyampaikan persoalan. Tempat anak muda bisa belajar politik dengan sehat. Tempat lahirnya kader-kader yang punya kepedulian sosial.
Sebab partai politik tidak boleh kehilangan sisi kemanusiaannya.
Kalau politik hanya diisi perebutan kekuasaan tanpa kedekatan dengan rakyat, maka politik akan terasa jauh dan dingin di mata masyarakat.
Padahal politik seharusnya menjadi alat untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.
Karena itu saya berharap Musancab yang kita lakukan bertahap ini tidak hanya selesai di forum-forum rapat. Tetapi benar-benar menjadi titik awal penguatan organisasi yang lebih solid sampai ke tingkat paling bawah.
Kita ingin seluruh struktur bergerak bersama. Tidak ada yang berjalan sendiri-sendiri. Tidak ada yang hanya menunggu instruksi tanpa inisiatif.
Semua harus bergerak.
Karena tantangan politik ke depan tidak semakin ringan. Tetapi saya percaya, selama struktur partai tetap solid, tetap dekat dengan rakyat, dan tetap menjaga semangat gotong royong, maka organisasi ini akan terus hidup dan tumbuh kuat bersama masyarakat.
Dan pada akhirnya, konsolidasi partai bukan sekadar urusan internal organisasi. Ini adalah tentang bagaimana menjaga agar perjuangan politik tetap punya arah, tetap punya hati, dan tetap berpihak kepada rakyat kecil yang selama ini menjadi alasan utama kenapa politik itu harus terus diperjuangkan.(*)
* Edi Purwanto, Anggota DPR RI dapil Jambi












