Catatan Rocky Candra: Ketua Baru Satria Muda Indonesia Jambi, Amanah dan Tanggungjawab untuk Membangun Generasi Berkarakter

Catatan Rocky Candra: Ketua Baru Satria Muda Indonesia Jambi, Amanah dan Tanggungjawab untuk Membangun Generasi Berkarakter
Catatan Rocky Candra: Ketua Baru Satria Muda Indonesia Jambi, Amanah dan Tanggungjawab untuk Membangun Generasi Berkarakter. Foto: Jambiseru.com

Oleh : Rocky Candra *

Musyawarah Daerah dan Pengukuhan Pengurus Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (SMI) Komda Provinsi Jambi pada 1 Agustus 2026 di Grand Kerinci Hotel, Kota Sungai Penuh, bukan sekadar agenda organisasi. Bagi saya, momentum itu menjadi titik awal lahirnya tanggung jawab yang jauh lebih besar dibandingkan sebuah jabatan. Amanah yang diberikan kepada saya sebagai Ketua Satria Muda Indonesia Komda Provinsi Jambi periode 2026–2031 merupakan kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja nyata, keteladanan, dan pengabdian yang tulus. Saya meyakini bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban, sehingga langkah pertama yang harus dibangun adalah komitmen untuk bekerja bersama, bukan bekerja sendiri.

Kepercayaan yang diberikan melalui forum Musyawarah Daerah merupakan hasil dari kebersamaan seluruh keluarga besar Satria Muda Indonesia di Provinsi Jambi. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Musda, para senior, pengurus, pelatih, dan anggota yang telah memberikan kepercayaan tersebut. Amanah ini tidak akan berarti apabila hanya menjadi simbol kepemimpinan tanpa gerakan yang nyata. Karena itu, saya mengajak seluruh pengurus periode 2026–2031 untuk menjadikan organisasi ini semakin hidup, semakin bermanfaat, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Bagi saya, Satria Muda Indonesia bukan hanya organisasi pencak silat yang melatih teknik bela diri. Lebih dari itu, SMI adalah ruang pembentukan karakter, tempat menanamkan nilai kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, serta rasa cinta kepada bangsa dan negara. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, generasi muda membutuhkan wadah yang mampu membentuk mental, akhlak, dan kepribadian yang kuat. Nilai-nilai itulah yang selama ini menjadi kekuatan utama Satria Muda Indonesia dan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Saya juga meyakini bahwa pencak silat merupakan bagian dari identitas bangsa Indonesia. Di dalam setiap gerakannya terdapat filosofi tentang kesabaran, penghormatan, pengendalian diri, serta keberanian dalam membela kebenaran. Oleh karena itu, tugas kita bukan hanya mencetak atlet yang berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki integritas, menghormati sesama, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Prestasi memang penting, tetapi karakter jauh lebih menentukan masa depan.

Semangat perjuangan yang diwariskan oleh pendiri Satria Muda Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto, menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar organisasi ini. Nilai perjuangan, nasionalisme, kedisiplinan, dan pengabdian kepada bangsa harus terus menjadi napas dalam setiap kegiatan organisasi. Nilai tersebut tidak cukup hanya diucapkan dalam slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itulah tantangan yang harus kita jawab bersama selama lima tahun ke depan.

Saya berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pembinaan atlet harus berjalan beriringan dengan pembinaan karakter. Pengembangan organisasi harus sejalan dengan penguatan solidaritas antarsesama anggota. Sementara itu, hubungan dengan pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar Satria Muda Indonesia semakin memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Provinsi Jambi.

Moto “Berbudi Luhur dan Kasih Sayang” bukan sekadar rangkaian kata yang indah. Nilai tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap sikap dan keputusan yang kita ambil. Berbudi luhur berarti menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Kasih sayang mengajarkan kita untuk saling menghormati, saling membantu, serta menjaga persaudaraan tanpa memandang perbedaan. Ketika kedua nilai itu benar-benar dijalankan, organisasi akan tumbuh menjadi rumah besar yang mampu melahirkan generasi terbaik.

Perjalanan lima tahun ke depan tentu tidak akan selalu mudah. Akan ada tantangan, dinamika, dan berbagai persoalan yang harus diselesaikan bersama. Namun saya percaya, dengan semangat persatuan, kerja sama, dan keikhlasan dalam mengabdi, seluruh tantangan tersebut dapat dihadapi dengan baik. Organisasi yang besar bukan dibangun oleh satu orang, melainkan oleh kebersamaan seluruh anggotanya yang memiliki tujuan yang sama.

Akhirnya, saya mengajak seluruh keluarga besar Satria Muda Indonesia Komda Provinsi Jambi untuk menjadikan amanah ini sebagai awal dari pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat, daerah, dan bangsa. Mari kita rawat persaudaraan, memperkuat organisasi, membina generasi muda, serta menjaga marwah pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Dengan kebersamaan dan niat yang tulus, saya optimistis Satria Muda Indonesia akan semakin maju dan memberikan manfaat yang luas bagi Provinsi Jambi maupun Indonesia.

Satria Muda Indonesia akan terus berdiri tegak dengan semangat Berbudi Luhur, Kasih Sayang, dan Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itulah komitmen yang akan saya pegang selama mengemban amanah ini, sekaligus menjadi arah perjuangan kami dalam membangun organisasi yang kuat, bermartabat, dan bermanfaat bagi masyarakat. (*)

* Rocky Candra, Anggota DPR RI Dapil Provinsi Jambi

Pos terkait