Oleh: Edi Purwanto *
Alhamdulillah, sepanjang 2025–2026 saya berkesempatan memperjuangkan aspirasi masyarakat Jambi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai program bedah rumah. Lebih dari 3.000 rumah warga di Provinsi Jambi berhasil mendapatkan dukungan melalui program ini, dengan nilai bantuan sebesar Rp20 juta untuk setiap penerima.
Bagi saya, angka lebih dari 3.000 rumah bukan sekadar angka dalam sebuah laporan. Di balik setiap rumah terdapat keluarga, ada orang tua, ada anak-anak, ada harapan, dan ada keinginan sederhana untuk bisa tinggal di tempat yang lebih layak. Karena itu, sejak awal saya melihat program bedah rumah sebagai salah satu bentuk perjuangan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Rumah adalah kebutuhan dasar. Kita semua tentu ingin memiliki tempat tinggal yang aman ketika hujan turun, tidak khawatir dengan kondisi atap ketika angin kencang, serta memiliki lingkungan rumah yang lebih sehat bagi keluarga. Namun, saya memahami bahwa tidak semua masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk memperbaiki rumah secara mandiri.
Ada keluarga yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada yang harus membiayai pendidikan anak, memenuhi kebutuhan pangan, membayar berbagai keperluan rumah tangga, sementara kondisi rumah sudah membutuhkan perbaikan. Dalam keadaan seperti itu, biaya untuk memperbaiki rumah sering kali menjadi sesuatu yang sangat berat.
Karena itulah saya terus mendorong agar aspirasi masyarakat mengenai rumah layak huni dapat diperjuangkan melalui program pemerintah. Saya ingin bantuan yang ada benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan dan memberikan perubahan nyata terhadap kualitas tempat tinggal mereka.
Lebih dari 3.000 Rumah Warga Jambi
Sepanjang 2025 hingga 2026, lebih dari 3.000 rumah warga di Provinsi Jambi mendapatkan dukungan melalui aspirasi BSPS yang saya perjuangkan. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung proses perbaikan rumah.
Tentu saya sangat bersyukur atas capaian tersebut. Namun, saya juga melihat masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Jumlah rumah yang membutuhkan perhatian masih cukup besar. Karena itu, perjuangan untuk menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat Jambi tidak boleh berhenti hanya karena satu program atau satu tahun anggaran.
Saya memandang bahwa pembangunan bukan hanya tentang membangun jalan, jembatan, gedung, atau infrastruktur besar lainnya. Pembangunan juga harus hadir di ruang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, salah satunya rumah tempat keluarga menjalani kehidupan setiap hari.
Ketika sebuah rumah menjadi lebih aman dan nyaman, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh satu orang. Anak-anak bisa belajar dengan lebih tenang, orang tua dapat beristirahat dengan lebih nyaman, dan keluarga memiliki lingkungan tempat tinggal yang lebih baik.
Hal-hal seperti inilah yang menurut saya harus menjadi perhatian dalam pembangunan. Kita harus memastikan bahwa kebijakan dan anggaran negara pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bantuan Rp20 Juta Membutuhkan Gotong Royong
Saya juga ingin menyampaikan secara terbuka bahwa bantuan Rp20 juta yang diberikan melalui program BSPS memang merupakan stimulan. Artinya, bantuan tersebut menjadi pemicu agar masyarakat dapat memperbaiki rumahnya dengan dukungan dari berbagai pihak.
Kita memahami bahwa dalam kondisi harga material dan kebutuhan pembangunan yang ada sekarang, nilai Rp20 juta tentu belum tentu mampu menutupi seluruh biaya perbaikan rumah. Karena itu, saya selalu menekankan pentingnya semangat gotong royong.
Gotong royong menjadi kekuatan masyarakat kita. Bantuan tidak harus selalu berbentuk uang. Ada yang bisa membantu dalam bentuk material bangunan, ada yang bisa membantu tenaga, ada pula yang dapat memberikan dukungan lain sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Saya percaya, ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, keterbatasan yang ada dapat kita atasi secara perlahan. Program pemerintah menjadi pemicu, sementara semangat masyarakat menjadi kekuatan untuk menyelesaikan proses perbaikan rumah.
Saya juga berharap masyarakat penerima bantuan dapat menggunakan bantuan tersebut sebaik-baiknya. Prioritaskan bagian rumah yang memang paling membutuhkan perbaikan. Jangan sampai bantuan yang diberikan justru digunakan untuk kebutuhan yang tidak berkaitan dengan tujuan program.
Rumah Layak Huni Adalah Kebutuhan Dasar
Bagi saya, persoalan rumah layak huni memiliki kaitan erat dengan kesejahteraan keluarga. Rumah bukan hanya bangunan dengan dinding, lantai, dan atap. Rumah merupakan tempat keluarga membangun kehidupan.
Di rumah, seorang anak pertama kali belajar. Di rumah pula orang tua mendidik anak-anaknya tentang kehidupan. Rumah menjadi tempat berkumpul setelah bekerja, tempat beristirahat, sekaligus tempat keluarga saling memberikan dukungan.
Karena itu, kondisi rumah akan ikut memengaruhi kualitas kehidupan keluarga. Rumah yang aman, sehat, dan nyaman tentu memberikan suasana yang berbeda dibandingkan rumah yang kondisinya sudah rusak dan tidak layak ditempati.
Saya tidak ingin masyarakat Jambi harus terus hidup dalam kondisi rumah yang membahayakan keselamatan hanya karena tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan. Memang tidak semua persoalan dapat diselesaikan sekaligus, tetapi setidaknya kita harus terus berusaha membuka jalan bagi masyarakat untuk mendapatkan dukungan.
Program BSPS merupakan salah satu instrumen yang menurut saya sangat penting dalam upaya tersebut.
Aspirasi Masyarakat Harus Diperjuangkan
Sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jambi, saya memiliki tanggung jawab untuk membawa aspirasi masyarakat ke tingkat pusat. Apa yang saya perjuangkan tentu berangkat dari kebutuhan masyarakat yang saya temui dan dengarkan.
Saya tidak ingin aspirasi berhenti hanya pada pertemuan atau pembicaraan. Ketika masyarakat menyampaikan kebutuhan, maka sebisa mungkin harus ada upaya untuk memperjuangkannya melalui jalur yang tersedia.
Program bedah rumah menjadi salah satu contoh bagaimana aspirasi tersebut dapat diperjuangkan. Kita mulai dari kebutuhan sederhana masyarakat, kemudian berusaha menghubungkannya dengan program pemerintah agar manfaatnya dapat kembali kepada masyarakat.
Saya menyadari bahwa tidak semua usulan dapat langsung terealisasi. Ada proses, ada aturan, ada keterbatasan anggaran, dan ada berbagai pertimbangan teknis. Tetapi keterbatasan tersebut tidak boleh membuat kita berhenti berusaha.
Selama masih ada ruang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, saya akan terus berupaya melakukannya.
Insyaallah Bantuan Naik pada 2027
Kabar baiknya, Insyaallah program ini akan kembali dilanjutkan pada 2027 dengan nilai bantuan yang meningkat menjadi Rp23 juta untuk setiap penerima. Saya menyambut baik peningkatan tersebut karena kebutuhan masyarakat juga terus berkembang.
Kenaikan nilai bantuan tentu memberikan ruang yang sedikit lebih besar bagi masyarakat untuk melakukan perbaikan rumah. Walaupun demikian, saya tetap mengingatkan bahwa semangat gotong royong masih sangat penting.
Saya berharap peningkatan nilai bantuan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal. Jangan melihat bantuan hanya dari besarnya angka, tetapi lihat bagaimana uang tersebut dapat mengubah kondisi rumah menjadi lebih baik.
Kalau sebelumnya atap bocor, maka diperbaiki. Kalau lantai atau dinding sudah tidak layak, maka diperbaiki. Kalau bagian rumah yang berkaitan dengan keamanan dan kesehatan keluarga membutuhkan perhatian, maka itu yang harus menjadi prioritas.
Saya juga berharap jumlah penerima manfaat pada tahun 2027 dapat semakin luas. Masih banyak masyarakat Jambi yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki rumahnya. Tentu kita ingin agar program ini dapat menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.
Perjuangan Tidak Berhenti pada Anggaran
Saya selalu melihat perjuangan untuk masyarakat bukan hanya persoalan mendapatkan anggaran. Setelah program diperoleh, masih ada tanggung jawab untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan.
Karena itu, saya berharap semua pihak dapat ikut mengawal pelaksanaan program. Pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, pendamping program, hingga penerima bantuan memiliki peran masing-masing.
Kita harus memastikan proses berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru tertinggal, sementara mereka yang tidak terlalu membutuhkan mendapatkan prioritas.
Transparansi dan ketepatan sasaran harus menjadi perhatian bersama. Saya ingin program seperti BSPS benar-benar menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, bukan sekadar mengejar jumlah rumah yang diperbaiki.
Membangun dari Rumah
Saya percaya pembangunan yang besar selalu dimulai dari sesuatu yang dekat dengan masyarakat. Salah satunya adalah rumah.
Ketika satu rumah diperbaiki, satu keluarga mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik. Ketika ribuan rumah diperbaiki, maka ada ribuan keluarga yang merasakan perubahan.
Dari sana kita bisa melihat bahwa program bedah rumah memiliki dampak sosial yang cukup besar. Tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga meningkatkan rasa aman dan kenyamanan keluarga.
Karena itu, saya akan terus mendorong agar program-program yang berkaitan dengan rumah layak huni mendapatkan perhatian. Saya juga berharap pemerintah terus meningkatkan kualitas program, baik dari sisi jumlah penerima, besaran bantuan, maupun mekanisme pelaksanaannya.
Harapan untuk Masyarakat Jambi
Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini ikut mendukung pelaksanaan program BSPS di Provinsi Jambi. Terima kasih kepada pemerintah, pemerintah daerah, para pendamping, perangkat desa, masyarakat, serta semua pihak yang ikut bergotong royong membantu proses perbaikan rumah warga.
Saya juga ingin menyampaikan kepada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan agar tidak berhenti berharap. Kita akan terus berusaha memperjuangkan aspirasi tersebut sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang ada.
Saya memahami bahwa kebutuhan masyarakat sangat banyak. Karena itu, perjuangan harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Apa yang telah kita capai sepanjang 2025–2026 dengan lebih dari 3.000 rumah merupakan bagian dari proses panjang. Insyaallah pada 2027 kita dapat melanjutkan perjuangan tersebut dengan dukungan program yang lebih baik dan nilai bantuan yang meningkat menjadi Rp23 juta per penerima.
Harapan saya sederhana. Semakin banyak keluarga di Jambi yang dapat tinggal di rumah yang layak, aman, dan nyaman. Semoga setiap bantuan yang diberikan benar-benar menjadi manfaat dan membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat.
Saya percaya, pembangunan akan memiliki makna yang lebih besar ketika masyarakat merasakan langsung hasilnya. Jalan yang baik memang penting, infrastruktur yang kuat juga penting, tetapi rumah yang aman untuk tempat keluarga pulang juga merupakan bagian dari kesejahteraan.
Karena itu, perjuangan menghadirkan rumah layak huni akan terus menjadi bagian dari aspirasi yang saya bawa. Kita kerjakan bersama, kita kawal bersama, dan kita pastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat.
Insyaallah, dengan kerja bersama dan semangat gotong royong, semakin banyak masyarakat Jambi yang bisa memiliki rumah yang lebih layak, aman, sehat, dan nyaman.(*)
* Edi Purwanto, Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan Dapil Provinsi Jambi











