Oleh: Rocky Candra *
Alhamdulillah, perjuangan untuk menambah kuota Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas) di Kota Jambi mulai menunjukkan hasil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Saya turun ke lapangan bersama Bapak Camat Alam Barajo untuk melihat progres pembangunan Jargas di kawasan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Bagi saya, melihat langsung pekerjaan di lapangan jauh lebih penting daripada sekadar menerima laporan di atas meja. Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah program pemerintah bukan hanya diukur dari berapa banyak anggaran yang terserap atau berapa panjang jaringan yang dibangun, tetapi dari apakah manfaatnya benar-benar sampai ke rumah masyarakat.
Ketika berada di lokasi pembangunan, perhatian saya bukan hanya tertuju pada proses pemasangan jaringan gas. Saya juga ingin memastikan bahwa pekerjaan tersebut berjalan sesuai dengan rencana, dikerjakan dengan baik, dan dapat diselesaikan tepat waktu. Infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran negara harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, pengawasan tidak boleh berhenti pada tahap perencanaan atau penetapan kuota, tetapi harus dilanjutkan sampai masyarakat benar-benar menerima manfaat dari program tersebut.
Sebelumnya, Kota Jambi mendapatkan alokasi sekitar 13 ribu sambungan rumah Jargas. Jumlah tersebut tentu sudah cukup besar, tetapi ketika kita melihat kebutuhan masyarakat dan potensi pengembangan jaringan gas di Kota Jambi, saya menilai masih ada ruang untuk memperjuangkan tambahan sambungan. Karena itulah, penambahan kuota menjadi salah satu hal yang terus saya dorong. Alhamdulillah, setelah melalui proses perjuangan dan komunikasi dengan berbagai pihak, terdapat tambahan sekitar 1.730 sambungan rumah.
Dengan tambahan tersebut, total pembangunan Jargas di Kota Jambi kini menjadi hampir 15 ribu sambungan rumah. Angka ini bukan sekadar angka statistik dalam sebuah laporan program pemerintah. Di balik angka tersebut terdapat ribuan keluarga yang nantinya diharapkan dapat memperoleh akses energi yang lebih mudah, praktis, dan terjangkau. Karena itu, saya melihat penambahan kuota ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Dari Angka Menjadi Manfaat Nyata
Saya selalu berpandangan bahwa pembangunan harus dilihat dari manfaat akhirnya. Sebuah program bisa saja memiliki target besar, anggaran besar, dan cakupan yang luas, tetapi kalau pelaksanaannya tidak tepat maka masyarakat tidak akan mendapatkan manfaat secara maksimal. Jargas adalah salah satu contoh program yang harus dikawal dari hulu sampai hilir. Mulai dari penetapan kuota, pembangunan jaringan, pemasangan sambungan rumah, sampai memastikan gas benar-benar mengalir dan dapat digunakan oleh masyarakat.
Karena itu, ketika saya turun ke kawasan Simpang Rimbo, saya ingin melihat sendiri bagaimana pekerjaan tersebut berjalan. Saya ingin memastikan apakah proses pembangunan sudah sesuai dengan target dan apakah terdapat kendala yang perlu segera dicarikan solusi. Saya juga ingin mendengar langsung kondisi di lapangan, karena sering kali persoalan yang muncul dalam pembangunan baru terlihat ketika pekerjaan sudah berjalan. Pengawasan seperti ini penting agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi masalah besar yang pada akhirnya merugikan masyarakat.
Kita tentu berharap pembangunan Jargas di Kota Jambi tidak hanya selesai secara administratif. Yang lebih penting adalah masyarakat dapat menikmati jaringan tersebut sebagaimana tujuan awal program. Jangan sampai jaringan sudah terpasang, tetapi sambungan belum berfungsi secara optimal atau masyarakat masih harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan aliran gas. Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan sangat sederhana: ketika jaringan sudah dibangun, mereka ingin gas benar-benar bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Di sinilah pentingnya pengawalan secara berkelanjutan. Sebagai Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan Jambi yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral, saya memiliki tanggung jawab untuk memastikan program-program di bidang energi dapat memberikan dampak nyata. Tugas tersebut bukan hanya berbicara mengenai kebijakan di tingkat pusat. Ada tanggung jawab untuk memastikan kebijakan tersebut benar-benar turun dan dirasakan masyarakat di daerah pemilihan.
Simpang Rimbo dan Harapan Masyarakat
Kawasan Simpang Rimbo merupakan salah satu kawasan yang terus berkembang di Kota Jambi. Pertumbuhan permukiman dan aktivitas masyarakat membuat kebutuhan terhadap infrastruktur dasar juga semakin meningkat. Energi menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, pembangunan Jargas di kawasan ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan pilihan energi yang lebih baik bagi masyarakat.
Saya memahami bahwa setiap keluarga memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun akses terhadap energi yang aman, mudah, dan berkelanjutan merupakan kebutuhan dasar yang harus terus diperjuangkan. Jargas dapat menjadi salah satu bagian dari solusi tersebut. Dengan jaringan gas yang tersedia sampai ke rumah, masyarakat memiliki alternatif energi yang diharapkan dapat membantu kebutuhan rumah tangga mereka.
Saya juga melihat pembangunan Jargas sebagai investasi jangka panjang. Infrastruktur energi tidak seharusnya hanya dipandang sebagai proyek yang selesai setelah konstruksi berakhir. Infrastruktur tersebut harus memiliki manfaat yang berkelanjutan dan mampu mendukung aktivitas masyarakat dalam waktu panjang. Karena itu, kualitas pembangunan menjadi sesuatu yang tidak boleh dikompromikan.
Dalam konteks itulah saya meminta seluruh pihak yang terlibat agar bekerja dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya mengejar target penyelesaian pekerjaan, tetapi juga perhatikan kualitas dan kondisi lingkungan sekitar. Pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang selesai sesuai target sekaligus meninggalkan kondisi lingkungan yang tetap baik setelah pembangunan selesai.
Jangan Sampai Jalan dan Lingkungan Warga Terabaikan
Salah satu hal yang saya titipkan dalam peninjauan tersebut adalah persoalan kondisi jalan dan lingkungan masyarakat. Pemasangan jaringan gas tentu membutuhkan proses pekerjaan di lapangan, termasuk pada sejumlah ruas jalan atau lingkungan permukiman. Setelah pekerjaan selesai, kondisi tersebut harus dikembalikan dengan baik. Jangan sampai masyarakat justru mendapatkan persoalan baru setelah pembangunan infrastruktur energi selesai.
Bagi masyarakat, jalan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Jalan digunakan untuk bekerja, bersekolah, membawa hasil usaha, mengantar keluarga, dan menjalankan berbagai aktivitas lainnya. Ketika ada pekerjaan pembangunan yang membuat jalan terganggu, tentu masyarakat dapat memahami karena mereka tahu ada pembangunan yang sedang berlangsung. Tetapi setelah pekerjaan selesai, sudah seharusnya kondisi jalan diperbaiki dan dikembalikan sebagaimana mestinya.
Hal yang sama berlaku untuk lingkungan sekitar rumah warga. Pekerjaan pembangunan harus memperhatikan aspek keselamatan, kebersihan, dan kenyamanan masyarakat. Jangan sampai proses pemasangan jaringan meninggalkan material, lubang, kerusakan fasilitas umum, atau persoalan lain yang tidak segera ditangani. Kita ingin pembangunan Jargas memberikan manfaat, bukan memindahkan persoalan dari satu sisi ke sisi yang lain.
Karena itu, saya meminta pengawasan dilakukan secara serius sampai tahap akhir. Saya juga mengajak masyarakat untuk ikut menyampaikan apabila menemukan persoalan dalam proses pembangunan. Pengawasan dari pemerintah dan wakil rakyat penting, tetapi partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan agar setiap persoalan di lapangan dapat diketahui dan diselesaikan lebih cepat.
Tanggung Jawab Tidak Berhenti Setelah Kuota Bertambah
Bagi saya, mendapatkan tambahan 1.730 sambungan rumah bukanlah akhir dari perjuangan. Justru setelah kuota bertambah, pekerjaan berikutnya adalah memastikan seluruh sambungan tersebut benar-benar dibangun dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Saya tidak ingin berhenti pada keberhasilan mendapatkan tambahan alokasi. Yang lebih penting adalah memastikan manfaat dari tambahan tersebut sampai kepada masyarakat.
Sering kali kita terlalu mudah merasa puas ketika sebuah target administratif sudah tercapai. Padahal masyarakat tidak hidup dari angka-angka administratif. Masyarakat ingin melihat perubahan yang nyata di depan rumah mereka. Kalau kita berbicara mengenai Jargas, maka perubahan nyatanya adalah tersedianya jaringan, terpasangnya sambungan, dan mengalirnya gas yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Karena itu, saya akan terus mengawal program ini. Pengawalan tersebut dilakukan agar pembangunan berjalan sesuai target dan berbagai persoalan yang muncul dapat segera dicarikan solusi. Saya juga akan terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait agar pembangunan Jargas di Kota Jambi tidak mengalami hambatan yang seharusnya bisa dihindari. Harapan saya sederhana, seluruh proses berjalan baik dan masyarakat segera mendapatkan manfaat.
Saya percaya bahwa pembangunan energi harus memiliki orientasi yang jelas kepada masyarakat. Negara hadir bukan hanya melalui kebijakan yang tertulis di atas kertas, tetapi melalui program yang benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari. Ketika seorang ibu bisa memasak dengan akses energi yang lebih mudah, ketika sebuah keluarga mendapatkan pilihan energi yang lebih praktis, atau ketika masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh akses energi, di situlah kita bisa melihat arti penting sebuah kebijakan.
Jargas Sebagai Bagian dari Ketahanan Energi
Kita juga perlu melihat Jargas dalam perspektif yang lebih luas. Indonesia membutuhkan sistem energi yang semakin kuat, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Pengembangan jaringan gas rumah tangga merupakan salah satu bagian dari upaya tersebut. Program seperti ini tidak hanya berbicara mengenai pembangunan pipa, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana negara membangun sistem distribusi energi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kota Jambi tentu memiliki kebutuhan energi yang terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Karena itu, pembangunan infrastruktur energi harus dipersiapkan secara berkelanjutan. Jangan sampai kita baru bergerak ketika kebutuhan sudah terlalu besar. Perencanaan harus dilakukan dengan melihat kebutuhan masyarakat hari ini sekaligus mempersiapkan kebutuhan di masa yang akan datang.
Saya berharap pembangunan Jargas di Kota Jambi dapat menjadi bagian dari penguatan infrastruktur energi daerah. Dengan cakupan yang hampir mencapai 15 ribu sambungan rumah, program ini memiliki dampak yang cukup besar. Tetapi angka tersebut juga membawa tanggung jawab yang besar. Semakin banyak sambungan yang dibangun, semakin besar pula tuntutan untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan layanan.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat harus berjalan dengan baik. Tidak boleh ada ego sektoral dalam pembangunan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Semua pihak harus memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Perjuangan dari Jambi untuk Jambi
Sebagai wakil masyarakat Jambi di DPR RI, saya menyadari bahwa setiap perjuangan di tingkat pusat harus memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat di daerah. Apa yang kita perjuangkan di Jakarta pada akhirnya harus kembali kepada masyarakat Jambi dalam bentuk program dan kebijakan yang memberikan manfaat. Karena itu, saya tidak ingin hanya hadir ketika program sudah selesai. Saya ingin ikut mengawal prosesnya sejak awal sampai manfaatnya benar-benar dirasakan.
Tambahan kuota Jargas ini merupakan salah satu contoh bahwa kebutuhan daerah harus terus disampaikan dan diperjuangkan. Ketika kebutuhan masyarakat memang besar, kita harus berani memperjuangkannya. Tentu semua membutuhkan proses, komunikasi, koordinasi, dan dukungan dari banyak pihak. Tidak ada pembangunan yang bisa berjalan sendirian.
Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja dan mendukung pelaksanaan pembangunan Jargas di Kota Jambi. Mulai dari pemerintah, pihak pelaksana, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, hingga masyarakat yang memberikan dukungan terhadap proses pembangunan. Kolaborasi seperti inilah yang harus terus kita bangun agar pembangunan di Jambi semakin baik.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat Alam Barajo yang turut mendampingi peninjauan di lapangan. Kehadiran pemerintah kecamatan menjadi penting karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan biasanya menjadi pihak yang pertama menerima informasi ketika ada persoalan di tengah masyarakat.
Masyarakat Harus Menjadi Tujuan Utama
Pada akhirnya, semua pembangunan kembali kepada satu tujuan utama: masyarakat. Kita bisa berbicara panjang mengenai anggaran, target, kuota, jaringan, dan berbagai indikator teknis. Tetapi semua itu akan kehilangan makna apabila masyarakat tidak merasakan manfaatnya. Karena itu, setiap pembangunan harus memiliki keberpihakan yang jelas kepada kepentingan masyarakat.
Saya ingin Jargas di Kota Jambi tidak hanya menjadi proyek infrastruktur. Saya ingin masyarakat melihatnya sebagai bukti bahwa ketika kebutuhan mereka diperjuangkan, ada hasil yang bisa dibawa pulang. Tambahan 1.730 sambungan rumah memang belum menyelesaikan seluruh persoalan energi di Kota Jambi. Tetapi ini merupakan langkah yang penting dan harus kita lanjutkan dengan pengawalan yang serius.
Saya juga percaya bahwa pembangunan tidak boleh hanya berhenti di kawasan tertentu. Ketika kebutuhan masyarakat semakin meningkat, maka perlu dilakukan evaluasi dan perencanaan untuk melihat kemungkinan pengembangan jaringan pada wilayah lainnya. Kota Jambi terus tumbuh, dan kebutuhan infrastrukturnya juga akan terus berkembang. Karena itu, kita harus berpikir beberapa langkah ke depan.
Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang dirasakan manfaatnya hari ini sekaligus memberikan fondasi untuk masa depan. Jargas merupakan salah satu bagian dari perjalanan tersebut. Kita harus memastikan infrastruktur yang dibangun sekarang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. Dengan demikian, apa yang kita perjuangkan hari ini tidak berhenti sebagai catatan proyek, tetapi menjadi bagian dari peningkatan kualitas hidup masyarakat Jambi.
Akan Terus Saya Kawal
Saya ingin memastikan satu hal: perjuangan ini belum selesai. Setelah tambahan kuota berhasil diperoleh, saya akan terus mengawal proses pembangunan sampai seluruh sambungan yang direncanakan benar-benar selesai. Saya juga akan terus mendorong agar gas dapat segera mengalir ke rumah-rumah masyarakat sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku. Bagi saya, keberhasilan program ini baru benar-benar terasa ketika masyarakat sudah bisa menggunakannya.
Saya tidak ingin masyarakat hanya mendengar kabar mengenai penambahan kuota. Mereka harus melihat sendiri hasilnya. Karena itulah pengawasan di lapangan menjadi penting. Setiap kendala harus dibicarakan, setiap persoalan harus dicarikan solusi, dan setiap pekerjaan harus dipastikan memiliki standar kualitas yang baik.
Saya juga berharap masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang nantinya telah dibangun. Jargas merupakan fasilitas yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat sendiri. Karena itu, setelah pembangunan selesai, keberadaan jaringan tersebut perlu dijaga bersama. Pemerintah dan masyarakat harus memiliki rasa tanggung jawab yang sama terhadap infrastruktur yang telah dibangun dengan sumber daya negara.
Insya Allah, saya akan terus memperjuangkan program-program pemerintah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jambi. Tidak hanya Jargas, tetapi juga berbagai sektor lain yang berkaitan dengan kebutuhan dasar, infrastruktur, energi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebab bagi saya, menjadi wakil rakyat bukan sekadar menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga memastikan suara masyarakat benar-benar diperjuangkan.
Dari Jambi, kita terus kawal pembangunan. Kita pastikan program yang sudah diperjuangkan tidak berhenti di atas kertas. Kita dorong agar setiap kebijakan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Dan untuk Jargas Kota Jambi, perjuangan berikutnya adalah memastikan hampir 15 ribu sambungan rumah yang telah dialokasikan dapat terbangun dengan baik, selesai sesuai target, dan pada akhirnya gas benar-benar mengalir ke rumah-rumah masyarakat.
Karena pembangunan bukan sekadar tentang berapa banyak yang berhasil kita bangun. Pembangunan adalah tentang berapa banyak masyarakat yang akhirnya merasakan manfaatnya. Dari Jambi, saya akan terus bekerja, terus mengawal, dan terus memperjuangkan agar pembangunan benar-benar hadir untuk masyarakat. (*)
* Rocky Candra, Anggota DPR RI dapil Provinsi Jambi






