Potret Duka Penyengat Olak Catatan Keluhan Warga Usai Bencana Stockpile Pasir

potret duka penyengat olak
Warga Sampaikan Keluhan Usai Bencana Stockpile Pasir. Foto : Istimewa

Jambiseru.com, Muaro Jambi – Bencana yang melanda Desa Penyengat Olak akibat stockpile pasir milik CV Lintas Makmur Sejahtera, meninggalkan luka mendalam bagi warganya. Dampak kerusakan dan gangguan yang dirasakan masyarakat tumpah ruah dalam sebuah diskusi bertanggal 23 September 2026. Catatan bertajuk “Dampak yang Dirasakan” menggambarkan betapa besar pukulan yang dialami warga, mulai dari rutinitas yang hancur hingga infrastruktur yang porak-poranda.

Poin pertama yang menjadi sorotan adalah hilangnya keteraturan hidup. Warga mengeluhkan waktu kerja yang menjadi tidak menentu, sementara waktu istirahat turut terganggu dan terbagi. Kondisi ini diperparah dengan adanya getaran alat berat, seperti gempa, yang masih terus dirasakan. Ketidakpastian ini membuat kehidupan sehari-hari warga tidak lagi berjalan normal.

Kelompok rentan, terutama anak-anak, menjadi pihak yang paling terdampak. Catatan tersebut menyebutkan anak-anak terganggu saat sedang demam, bahkan terhirup udara kotor akibat debu yang beterbangan. Penderitaan ini menjadi kekhawatiran mendalam bagi para orang tua yang berjuang melindungi buah hati mereka di tengah situasi yang serba tidak menentu. Belum lagi para lansia yang rumahnya di samping stockpile tersebut, hari tua mereka tidak lagi tenang.

Kerusakan fisik bangunan menjadi bagian terpanjang dalam daftar keluhan warga. Banyak rumah warga mengalami genteng bocor, alat elektronik yang rusak, banyak juga yang mengalami retak pada dinding, bahkan tiang-tiang penyangga rumah dilaporkan retak, pagar batas perusahaan miring, warung pinggir jalan terdampak debu, hal ini memicu kekhawatiran akan keselamatan jiwa.

Selain bangunan, dipinggir jalan sekitar stockpile banyak pasir menutupi sisi kiri dan kanan jalan, keluar masuk kendaraan truk kecil dan dump truk fuso tidak diperhatikan, apalagi saat lalu lintas padat, sudah pernah beberapa kali terjadi kecelakaan.

Sektor ekonomi juga ikut terpuruk. Para pedagang pinggir jalan terpaksa menerima dampak yang menimpa dagangan mereka. Sementara itu, sejumlah alat elektronik milik warga banyak yang rusak. Warga menyebutkan akibat geburan tugboat/kapal membuat tanah terbis/longsor, memperparah kondisi lingkungan.

Di tengah kesulitan yang bertumpuk, warga menyoroti satu hal yang dinilai krusial: kurangnya sosialisasi dari pihak terkait. Pada poin terakhir, warga menuliskan dengan tegas, “Tidak ada sosialisasi ke warga.” Keluhan ini menjadi cerminan bahwa tidak adanya penekatan dari pihak perusahaan mulai dari awal berdiri sampai beroperasi. Tidak pernah duduk bersama dengan warga dan perangkat desa.

Diskusi kelompok menjadi bukti otentik betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi warga Desa Penyengat Olak akibat operasi stockpile pasir milik CV Lintas Makmur Sejahtera itu. Diperlukan respons cepat dan menyeluruh dari berbagai pihak, tidak hanya untuk memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga untuk memulihkan semangat dan kehidupan sosial masyarakat yang sempat terhenti akibat bencana disebabkan stockpile pasir tersebut.(red)

Pos terkait