Al Haris Ways: Dari Merangin, Saya Melihat Harapan Besar Lahir dari Pondok Pesantren

Al Haris Ways: Dari Merangin, Saya Melihat Harapan Besar Lahir dari Pondok Pesantren
Al Haris Ways: Dari Merangin, Saya Melihat Harapan Besar Lahir dari Pondok Pesantren.Foto: Jambiseru.com

Oleh: Al Haris *

Alhamdulillah, saya kembali mendapat kesempatan untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dalam acara Ahirusannah Pondok Pesantren Sulthon Fatah yang berada di Desa Tambang Emas, Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin. Kehadiran saya di tempat ini bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi juga menjadi momen untuk menyaksikan secara langsung bagaimana sebuah lembaga pendidikan Islam tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu.

Setiap kali saya berkunjung ke pondok pesantren, ada perasaan yang sulit dijelaskan. Saya selalu melihat harapan. Saya selalu melihat masa depan. Dan saya selalu melihat semangat yang tumbuh dari anak-anak muda yang sedang menuntut ilmu demi menggapai cita-cita dunia sekaligus bekal akhirat.

Di bawah kepemimpinan KH Muchlisin, Pondok Pesantren Sulthon Fatah menunjukkan perkembangan yang sangat membanggakan. Perubahan itu tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik yang semakin baik, tetapi juga dari semangat para santri, kualitas pendidikan, serta kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap pondok pesantren ini.

Saya percaya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan jalan, jembatan, atau gedung-gedung megah. Kemajuan daerah juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Dan salah satu tempat terbaik untuk membentuk karakter, akhlak, serta ilmu generasi muda adalah pondok pesantren.

Ketika melihat para santri duduk rapi mengikuti rangkaian acara Ahirusannah, saya membayangkan bahwa di antara mereka kelak akan lahir para ulama, guru, pemimpin, pengusaha, dokter, birokrat, dan berbagai profesi lainnya yang membawa manfaat bagi masyarakat. Mereka adalah aset masa depan yang harus kita jaga dan dukung bersama.

Pondok pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selain menjadi pusat pendidikan agama, pesantren juga menjadi tempat pembentukan karakter. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pesantren tetap konsisten mengajarkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kesederhanaan, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada sesama.

Nilai-nilai itulah yang sesungguhnya sangat dibutuhkan oleh bangsa ini. Kita boleh maju dalam teknologi. Kita boleh berkembang dalam ekonomi. Namun semua itu harus diiringi dengan akhlak dan moral yang baik agar kemajuan tersebut membawa keberkahan.

Saya merasa bangga melihat bagaimana Pondok Pesantren Sulthon Fatah terus tumbuh menjadi salah satu pusat pendidikan yang dipercaya masyarakat. Kemajuan yang dicapai hari ini tentu bukan hasil kerja satu atau dua orang saja. Ada peran para ustaz, ustazah, pengurus pondok, para wali santri, tokoh masyarakat, dan tentu saja para santri yang terus berjuang menuntut ilmu.

Sebagai pemerintah daerah, kami tentu memiliki komitmen untuk terus mendukung dunia pendidikan, termasuk pendidikan berbasis pesantren. Karena kami menyadari bahwa pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi akan sangat menentukan masa depan daerah dan bangsa.

Saya juga selalu percaya bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik semata. Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang mampu melahirkan manusia yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Dan saya melihat nilai-nilai itu tumbuh dengan baik di lingkungan Pondok Pesantren Sulthon Fatah.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Generasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama dan pendahulu kita.

Karena itu, saya berharap Pondok Pesantren Sulthon Fatah terus berkembang, terus maju, dan terus menjadi tempat lahirnya generasi-generasi terbaik yang akan memberikan kontribusi bagi Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, dan Indonesia.

Semoga pondok pesantren ini benar-benar menjadi kandang ilmu bagi anak-anak santri. Menjadi tempat mereka menimba pengetahuan, membangun karakter, memperkuat iman, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Semoga setiap langkah yang ditempuh para santri menjadi jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Amin Ya Rabbal Alamin. (*)

* Al Haris, Gubernur Jambi

Pos terkait