Oleh : Al Haris *
Kadang sebuah daerah tidak hanya membutuhkan pembangunan jalan, jembatan, atau gedung megah. Ada kalanya sebuah daerah juga membutuhkan rasa aman yang kuat, kesiapsiagaan yang cepat, dan dukungan pertahanan yang benar-benar dekat dengan masyarakat. Itulah yang kami pikirkan ketika Pemerintah Provinsi Jambi menyerahkan aset tanah sebagai bentuk komitmen terhadap rencana pendirian Kodam di Provinsi Jambi.
Penyerahan aset tanah ini dilakukan sesuai usulan Korem 042/Garuda Putih dan disaksikan langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya. Bagi sebagian orang mungkin ini terlihat seperti proses administrasi biasa. Tapi bagi kami, ini adalah langkah penting yang menyangkut masa depan Provinsi Jambi dalam menghadapi berbagai tantangan daerah maupun tugas negara.
Saya selalu percaya bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya berbicara soal ekonomi. Keamanan dan kesiapan menghadapi bencana juga menjadi bagian penting dari pembangunan itu sendiri. Apalagi Jambi merupakan wilayah yang tidak pernah benar-benar lepas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Setiap musim kemarau datang, kekhawatiran itu selalu muncul kembali.
Kita tahu, karhutla bukan sekadar persoalan asap. Dampaknya bisa panjang. Aktivitas masyarakat terganggu, kesehatan menurun, pendidikan ikut terdampak, bahkan ekonomi masyarakat bisa melambat. Karena itu, kehadiran Kodam nantinya bukan hanya menjadi simbol pertahanan negara, tetapi juga bagian dari kekuatan cepat dalam membantu penanganan berbagai persoalan di daerah.
Selain itu, pemerintah daerah tidak boleh bekerja sendiri. Kolaborasi dengan TNI, Polri, Kejaksaan, pemerintah pusat, hingga masyarakat harus terus diperkuat. Sebab tantangan hari ini semakin kompleks. Kadang persoalan datang bukan hanya dari ekonomi, tetapi juga dari bencana alam, konflik sosial, hingga ancaman lingkungan.
Rencana pendirian Kodam di Provinsi Jambi yang ditargetkan dapat terwujud pada tahun 2027 menjadi harapan besar bagi masyarakat. Ini bukan semata soal institusi militer berdiri di daerah, melainkan tentang bagaimana negara hadir lebih dekat untuk menjaga stabilitas dan membantu masyarakat ketika dibutuhkan.
Saya melihat sendiri bagaimana TNI selama ini begitu aktif membantu masyarakat Jambi. Saat karhutla terjadi, mereka turun langsung ke lapangan. Saat bencana datang, mereka ikut bergerak. Bahkan dalam banyak kegiatan sosial, TNI sering hadir tanpa banyak bicara, langsung bekerja membantu masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi merasa penting memberikan dukungan penuh terhadap rencana besar ini. Penyerahan aset tanah bukan hanya simbol administratif, tetapi bentuk keseriusan kami menyambut hadirnya Kodam di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Kadang kita baru sadar pentingnya kesiapan ketika musibah sudah datang. Padahal daerah yang kuat adalah daerah yang mampu mempersiapkan diri sebelum persoalan muncul. Inilah yang ingin kami bangun di Jambi. Kesiapan menghadapi karhutla, kesiapan menjaga stabilitas daerah, dan kesiapan menjalankan tugas negara lainnya.
Saya juga percaya bahwa kehadiran Kodam nantinya akan membawa dampak positif terhadap daerah. Selain memperkuat sistem pertahanan dan penanganan bencana, keberadaan institusi besar seperti Kodam juga akan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Akan ada pertumbuhan baru, aktivitas baru, dan peluang baru bagi daerah.
Namun yang paling penting, masyarakat harus memahami bahwa pembangunan seperti ini bukan soal gagah-gagahan daerah memiliki Kodam. Bukan itu esensinya. Yang paling utama adalah bagaimana negara bisa semakin cepat hadir membantu rakyat ketika situasi membutuhkan.
Sederhananya, jika sesuatu membawa manfaat besar bagi masyarakat dan daerah, maka pemerintah harus hadir mendukung sepenuhnya. Dan itulah yang kami lakukan hari ini.
Semoga rencana pendirian Kodam di Provinsi Jambi benar-benar dapat terwujud pada tahun 2027. Kami siap menyambut, siap mendukung, dan siap bekerja bersama demi Jambi yang lebih aman, lebih siap menghadapi tantangan, dan lebih kuat untuk masa depan. (*)
* Al Haris, Gubernur Jambi












