Rumah Warga Retak hingga Bocor, Aktivitas Stokpile Pasir di Tengah Permukiman Penyengat Olak Diprotes

Rumah Warga Retak hingga Bocor, Aktivitas Stokpile Pasir di Tengah Permukiman Penyengat Olak Diprotes
Rumah Warga Retak hingga Bocor, Aktivitas Stokpile Pasir di Tengah Permukiman Penyengat Olak Diprotes.Foto: Uda/Jambiseru.com

MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Aktivitas stokpile pasir yang beroperasi di tengah permukiman warga RT 03 Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi menuai protes. Warga mengaku rumah mereka mengalami kerusakan yang diduga dipicu aktivitas keluar-masuk kendaraan serta operasional stokpile tersebut.

Salah seorang warga, Eri, mengatakan rumah milik kakaknya dan orang tuanya mengalami retak di sejumlah bagian bangunan. Bahkan, saat hujan turun, atap rumah disebut mulai bocor akibat keretakan yang terjadi.

Tak hanya itu, genteng rumah pun bergeser karena aktivitas stokpile tersebut.

“Rumah kakak dan orang tua saya retak dan bocor kalau hujan. Kami menduga ini akibat aktivitas stokpile pasir yang lokasinya sangat dekat dengan rumah,” ujar Eri.

Menurutnya, kerusakan itu bukan baru terjadi. Retakan pada bangunan sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum ada penyelesaian maupun tanggung jawab dari pihak pengelola.

“Retaknya sudah lama. Kami juga sudah menyampaikan keluhan ke pihak desa, tapi sampai sekarang belum ada hasil ataupun solusi,” katanya.

Yang membuat warga semakin kecewa, kata Eri, aktivitas stokpile tetap berjalan meski berada di tengah kawasan permukiman. Rumah keluarganya bahkan hanya berjarak sekitar satu meter dari lokasi penumpukan pasir.

Ia pun mempertanyakan bagaimana aktivitas tersebut bisa beroperasi di lingkungan padat penduduk.

“Kami minta pemerintah mengecek kembali izin aktivitas stokpile ini. Kok bisa ada stokpile pasir di tengah permukiman warga. Sebelum beroperasi juga tidak pernah ada izin atau pemberitahuan kepada kami sebagai warga yang terdampak langsung,” tegasnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi maupun Pemerintah Provinsi Jambi segera turun ke lokasi untuk meninjau kondisi di lapangan, memeriksa legalitas operasional stokpile, serta memastikan ada perlindungan bagi masyarakat yang mengaku terdampak.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola stokpile terkait keluhan warga tersebut. (uda)

Pos terkait