Warga Penyengat Olak Khawatir Dampak Stokpile Pasir Ancam Kesehatan

Warga Penyengat Olak Khawatir Dampak Stokpile Pasir Ancam Kesehatan
Warga Penyengat Olak Khawatir Dampak Stokpile Pasir Ancam Kesehatan Foto: Uda/Jambiseru.com

MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Aktivitas stokpile pasir yang beroperasi di RT 03 Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, terus menjadi keluhan warga. Selain mengaku rumah mengalami kerusakan, warga kini dihantui paparan debu pasir yang beterbangan setiap hari dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan.

Setiap kendaraan keluar masuk kawasan stokpile, debu beterbangan hingga masuk ke dalam rumah warga. Kondisi ini disebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang dinilai memadai.

“Kami tiap hari makan debu. Debunya sampai masuk ke rumah,” kata Eri, warga setempat.

Menurut Eri, paparan debu yang terjadi hampir setiap hari membuat warga khawatir terhadap dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia dan mereka yang memiliki gangguan pernapasan.

Tak hanya itu, Eri juga mengaku rumah kakaknya dan rumah orang tuanya mengalami keretakan pada dinding, genteng bergeser, hingga kebocoran saat hujan.

Kerusakan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas stokpile pasir yang lokasinya berada sangat dekat dengan permukiman.

“Rumah kakak dan orang tua saya retak. Genteng juga bergeser sehingga kalau hujan bocor. Kami menduga ini akibat aktivitas stokpile pasir yang lokasinya sangat dekat dengan rumah,” katanya.

Kondisi itu membuat warga mempertanyakan pengawasan pemerintah terhadap aktivitas usaha yang berada di sekitar permukiman.

Mereka menilai pemerintah perlu turun langsung ke lapangan untuk memeriksa dugaan dampak lingkungan, mengkaji penyebab kerusakan bangunan yang dikeluhkan warga, serta memastikan operasional stokpile memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

Warga berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret agar aktivitas usaha tetap dapat berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan, keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Saya berharap pemerintah segera ambil sikap. Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang menanggung dampaknya,” tegas Eri.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola stokpile pasir terkait keluhan warga tersebut. (uda)

Pos terkait