MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Aktivitas stokpile pasir di RT 03, Desa Penyangat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, menuai keluhan dari warga.
Rumah-rumah yang berada di pinggir jalan disebut setiap hari diselimuti debu akibat lalu lalang truk pengangkut pasir.
Salah seorang warga, Eri mengaku kondisi tersebut telah berlangsung sejak stokpile pasir mulai beroperasi. Debu yang beterbangan dari kendaraan pengangkut pasir membuat rumahnya kotor hampir setiap hari.
“Rumah kami di pinggir jalan jadi makan debu karena aktivitas stokpile itu,” kata Eri.
Menurutnya, debu yang menempel di lantai, teras hingga perabot rumah membuat dirinya harus terus-menerus membersihkan rumah. Namun, upaya itu hanya menjadi rutinitas yang harus diulang setiap hari karena debu kembali datang seiring keluar masuknya truk pengangkut pasir.
“Tiap hari bersihkan debu terus,” ujarnya.
Eri juga menyoroti minimnya upaya pengelola stokpile dalam mengendalikan debu. Ia menilai pasir yang berserakan di badan jalan jarang dibersihkan sehingga memperparah kondisi di sekitar permukiman.
Selain itu, ia meminta kendaraan pengangkut pasir mematuhi prosedur dengan menutup muatan menggunakan terpal agar material tidak berjatuhan dan memicu debu di sepanjang jalan.
“Jarang dibersihkan. Seharusnya jalan dibersihkan secara rutin. Mobil pengangkut juga harus ditutupi terpal,” tegasnya.
Warga berharap pengelola stokpile segera mengambil langkah nyata untuk mengurangi dampak debu yang setiap hari mereka rasakan. Mereka juga meminta instansi terkait turun tangan melakukan pengawasan agar aktivitas usaha tidak mengorbankan kenyamanan dan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi. (uda)












