Korupsi Dana BOS dan BOP, Kepsek SLBN Merangin akan Disidang di Jambi

  • Whatsapp
dana bos
Kepsek SLBN Merangin akan disidang di Jambi. Foto : Edo/Jambiseru.com

Korupsi Dana BOS dan BOP, Kepsek SLBN Merangin akan Disidang di Jambi

JAMBISERU.COM, Merangin – Kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana Bantuan Operasional Pelajar (BOP), di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Merangin pada 2016-2017 lalu memasuki babak baru. Polres Merangin akhirnya mengeluarkan P21, yang menyatakan hasil penyidikan sudah lengkap.

Bacaan Lainnya

BACA JUGAPAD Muaro Jambi Tahun 2019 Lampaui Target, Sektor Retribusi Daerah Gagal

Selanjutnya, berkas perkara, barang bukti dan tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Merangin pada Senin (13/1/2020). Dalam kasus ini, kepolisian menetapkan Dodo Suherman, Mantan Kepala Sekolah SLBN Merangin sebagai tersangka.

Kejari Merangin, Martha Parulina Berliana, didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) saat dikonfirmasi Biru (Jambiseru) membenarkan pelimpahan kasus korupsi di SLBN Merangin tersebut.

“Benar, sekarang tersangka sudah kita titipkan di Lapas Bangko sambil menunggu, kelengkapan adminitrasi,” ungkapnya.

Dikatakan Kejari, kelengkapan adminitrasi tersangaka sendiri paling lama 7 hari kedepan, setelah itu, lansung dibawa ke Jambi untuk dilakukan persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Karena Pengadilan Tipikor itu hanya ada di Jambi, maka sidangnya dilakukan di sana,” ungkap Kejari.

“Sudah tahap dua, penyerahan tersangka atas nama Dodo Suherman, mantan Kepala Sekolah SLBN Merangin,” jelasnya.

Disebutkan Kejari, jika tersangka sendiri telah menerima bantuan uang tersebut sejak tahun 2016-2017, menggunakan anggaran dana BOS, dana BOP dan bantuan pelajar untuk kepentingan pribadi, namun dalam laporan pertanggungjawaban fiktif, seolah-olah uang tersebut digunakan untuk keperluan dan operasional sekolah.

“Akibat perbuatan tersangka, kerugian negara ditaksir Rp 140.969.344,” ungkapnya.

BACA JUGASeorang Pelajar Dikabarkan Tenggelam di Sekitar WFC Kuala Tungkal

Sedangkan tersangka sendiri, atas perbuatannya dikenakan Pasal 2, Pasal 3 UURI No 31 Tahun 199 Jo UURI No 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi. (cr2)

Pos terkait