JAMBI, Jambiseru.com – Pengamat Publik. Dr Dedek Kusnadi,M,Si,MM Juga Akademisi UIN STS Jambi, Mengingatkan warga Jambi waspada terhadap 4 hoax (berita bohong) yang menyesatkan. Empat isu ini yang diduga dijadikan down grading ( Upaya penurunan ) kredibilitas Bank Jambi Pasca insiden siber.
Kepada media, Dr Dedek Kusnadi menjelaskan, Bank Jambi sangat aman sebagai bank yang layak dijadikan andalan untuk transaksi keuangan dan tabungan.
Namun ia menduga, penyebaran hoax ini bisa saja didalangi pihak tak bertanggungjawab untuk meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jambi.
Hal Ini sangat disayangkan. Cara cara kotor untuk menurunkan kredibilitas Bank Jambi lewat penyebaran berita hoax, adalah tindakan yang sangat tak terpuji,” tegas Dr Dedek kepada media, Kamis (5/3/2026).
Diterangkannya,Sebagai berikut Empat hoax yang tersebar di beberapa medsos dan beberapa media siber. Yakni ;
1. Soal jajaran direksi yang tak kompeten dan tak bertanggungjawab
Menurutnya, informasi yang lebih ke bentuk penggiringan opini negatif ini salah besar.
Sebab, sewaktu insiden siber melanda Bank Jambi, jajaran direktur atau direksi langsung mengadakan jumpa pers dan menyatakan bertanggungjawab terhadap dana nasabah. Bahkan Bank Jambi dengan tegas menyatakan siap mengembalikan semua dana nasabah yang terdampak serangan siber itu.
2. Soal dana nasabah yang tak kembali
Kata Dr, Dedek, ini juga bentuk hoax. Nyatanya, setelah manajemen Bank Jambi berkoordinasi dan bekerja keras dengan otoritas lembaga keuangan lain, masalah raibnya dana nasabah langsung tertangani.
“Bahkan manajemen menyatakan semua dana sudah kembali utuh ke semua rekening nasabah yang terdampak. Bank Jambi ini perusahaaan besar, saya rasa tak mungkinlah mereka tidak punya backup data. Tinggal buka backup data, semua bisa kembali normal,” paparnya.
3. Soal kasus di Polda Jambi
Menurut Dedek, ini juga hoax dan bahkan “dipelintir” ke sana sini oleh oknum tak bertanggungjawab.
Sebab, posisi Bank Jambi di kasus itu adalah sebagai pelapor, bukan terlapor. Artinya, Bank Jambi yang jadi korban, bukan jadi pelaku.
“Ini juga dipelintir dan dijadikan hoax yang bertolak belakang dengan fakta yang sebenarnya,” ujarnya.
4. Soal ATM dan Mobile Banking yang belum bisa diakses
Persoalan ini juga jadi bahan down grading Bank Jambi. Padahal, ini bukan kesalahan Bank Jambi.
“Bank Jambi sedang menunggu otoritas keuangan atas izin aktivasi transaksi ATM dan mobile banking. Jika izin sudah keluar, maka semua akan kembali normal,” jelasnya.
Jadi, sambungnya, fakta fakta ini malah dijadikan bahan hoax karena masyarakat awam tak terlalu paham sistem kerja perbankan.
Padahal, Bank Jambi lewat direksi dan seluruh manajemennya sudah membuktikan bahwa mereka kredibel dan mampu menyelesaikan masalah yang terjadi.
“Jangan mudah percaya dengan informasi di luar, apalagi dari medsos yang tak punya lembaga hukumnya, atau media yang tak terverifikasi Dewan Pers,” lugasnya.
Dia menginformasikan bahwa di Provinsi Jambi, media siber yang terverifikasi faktual oleh Dewan Pers hanya 12. Selebihnya belum terverifikasi. Bisa dicek sendiri di website Dewanpers.or.id.
“Kesimpulannya, Bank Jambi sudah sehat dan aman untuk aktivitas perbankan. Serangan siber oleh hacker yang tak hanya dialami Bank Jambi ini, bisa diselesaikan dengan cepat. Ini bukti direksi dan seluruh jajaran manajemen Bank Jambi sangat kredibel. Sudah sudahlah menyebarkan hoax, sebab ada dampak hukum yang siap menanti Anda,” tutupnya.
Selain itu, sambungnya, Bank Jambi memiliki beberapa indikator yang menunjukkan keamanan dan transparansinya, menjadikannya pilihan yang layak untuk transaksi keuangan dan tabungan. Berikut poin-poin utamanya :
Indikator Keamanan
Kualitas Aset dan Permodalan Kuat, Pada 2025, Bank Jambi mencatat NPL sebesar 2,00% (lebih rendah dari rata-rata BPD nasional 2,4%) dan CAR mencapai 42,99% (jauh di atas standar minimum 8% yang ditetapkan BI), menunjukkan manajemen risiko yang efektif dan kemampuan untuk menghadapi tantangan ekonomi.
Dijamin LPS
Sebagai peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), simpanan nasabah dijamin hingga maksimal Rp 2 miliar per nasabah per bank, memberikan perlindungan tambahan bagi dana masyarakat.
Sistem Keamanan Transaksi
Bank Jambi menerapkan sistem keamanan yang baik pada layanannya, seperti Cash Management System (CMS) dengan proses transaksi berjenjang dari maker hingga releaser, serta mobile banking yang aman untuk transaksi digital.
Indikator Transparansi
Laporan Keuangan Teraudit: Laporan keuangan Bank Jambi telah diaudit dan disajikan sesuai standar akuntansi keuangan Indonesia, seperti yang terlihat pada laporan tahun 2020 yang menunjukkan kinerja yang positif meskipun kondisi pandemi.
Penerapan Aturan OJK
Bank Jambi mengikuti peraturan OJK terkait likuiditas dan permodalan (seperti LCR, NSFR, dan leverage ratio) yang mengharuskan pelaporan dan publikasi rasio keuangan secara bertahap mulai 2026, menjamin transparansi dalam pengelolaan risiko.
Sistem Pengaduan Terdapat Whistle Blowing System untuk menyampaikan dan menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran, serta komitmen zero tolerance terhadap penyimpangan integritas, yang menunjukkan upaya untuk menjaga akuntabilitas.
Selain itu, prestasi Dirut Bank Jambi yang masuk dalam daftar Top 100 CEO 2025 juga menjadi bukti tata kelola yang baik dan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap bank ini.
Hal ini tentunya, dapat kita cerna degan melihat tolak ukur bahwa Bank jambi adalah Bank kebsnggaan masyarakat Jambi khususnya, Degan demikian tentunya kita dapat melihat Kinerja Bank jambi sebagai Bank sehat dan Bertanggung jawab Atas nasabah juga merupakan Bank kebanggaan masyarakat Jambi.(fok)












