JAMBI, Jambiseru.com – The Wrecking Crew 2026 adalah salah satu film action comedy yang sejak awal sudah menawarkan kombinasi yang sulit diabaikan: Jason Momoa dan Dave Bautista berada dalam satu layar sebagai dua saudara tiri yang punya kepribadian bertolak belakang. Film garapan Ángel Manuel Soto ini tidak mencoba menjadi tontonan yang terlalu serius. Sejak awal, The Wrecking Crew lebih memilih jalur hiburan penuh aksi, perkelahian, kejar-kejaran, ledakan, humor, dan konflik keluarga.
Film ini tayang secara eksklusif di Prime Video pada 28 Januari 2026. Durasi film berada di kisaran 122 menit atau sekitar dua jam, dengan rating R karena kekerasan berdarah, bahasa kasar, materi seksual, dan penggunaan narkoba.
Namun, daya tarik terbesar film ini bukan sebenarnya pada cerita misterinya.
Daya tarik utamanya ada pada dua pemeran utamanya.
Jason Momoa sebagai Jonny Hale dan Dave Bautista sebagai James Hale seperti memang dibuat untuk saling beradu energi. Jonny adalah sosok yang lebih liar, spontan, keras kepala, dan cenderung menyelesaikan masalah dengan cara yang langsung. James lebih terkontrol, disiplin, dan punya pendekatan yang berbeda dalam menghadapi masalah.
Ketika dua karakter seperti ini dipertemukan dalam satu misi, sudah bisa ditebak bahwa kekacauan akan terjadi.
Dan memang itulah yang terjadi.
Cerita The Wrecking Crew 2026
Cerita The Wrecking Crew berpusat pada dua saudara tiri yang sudah lama tidak dekat.
Jonny Hale dan James Hale memiliki karakter yang sangat berbeda. Hubungan mereka juga tidak bisa disebut harmonis. Namun keadaan memaksa keduanya kembali bertemu setelah ayah mereka meninggal secara misterius.
Kematian sang ayah kemudian membuka berbagai pertanyaan.
Apakah kematiannya benar-benar sebuah kecelakaan?
Siapa yang berada di baliknya?
Mengapa masa lalu keluarga mereka menyimpan begitu banyak rahasia?
Semakin jauh Jonny dan James menyelidiki, semakin besar masalah yang mereka hadapi.
Mereka tidak hanya berhadapan dengan persoalan keluarga. Ada konspirasi yang lebih besar, berbagai pihak yang memiliki kepentingan, dan ancaman yang membuat keduanya harus bekerja sama meskipun hubungan mereka jauh dari kata baik.
Premis seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru dalam film action.
Kita sudah sering melihat dua orang yang awalnya tidak akur kemudian dipaksa bekerja sama menghadapi musuh yang lebih besar.
Formula tersebut bahkan sangat identik dengan film buddy action era 1980-an dan 1990-an.
Namun The Wrecking Crew mencoba memberikan versi modern dengan memasukkan hubungan keluarga sebagai pusat konfliknya.
Jason Momoa Sebagai Jonny Hale
Jason Momoa mendapatkan karakter Jonny Hale.
Kalau melihat karakter Jonny, rasanya sulit membayangkan aktor lain yang bisa membawa energi sebesar Momoa ke dalam peran tersebut.
Jonny adalah polisi asal Oklahoma yang memiliki gaya hidup keras dan spontan. Ia bukan tipe karakter yang terlalu lama berpikir sebelum bertindak. Kalau ada masalah di depan mata, kecenderungannya adalah langsung menghadapi masalah tersebut.
Di sinilah karakter Jonny menjadi sumber banyak humor.
Jason Momoa memang memiliki kemampuan untuk memainkan karakter dengan energi besar. Penonton mengenalnya sebagai Aquaman dalam film-film DC, tetapi perjalanan kariernya juga mencakup berbagai genre dan karakter lain.
Dalam The Wrecking Crew, ia tidak perlu terlalu banyak menahan diri.
Ia bisa menjadi keras.
Ia bisa menjadi konyol.
Ia bisa menjadi emosional.
Dan tentu saja ia bisa menghajar orang.
Kombinasi tersebut terasa cocok dengan karakter Jonny.
Menariknya, ada hubungan tertentu antara Momoa dan film ini karena cerita berlatar Hawaii, tempat yang memiliki hubungan personal dengan dirinya. Film juga memanfaatkan lanskap Hawaii sebagai salah satu elemen visual penting.
Dave Bautista Sebagai James Hale
Dave Bautista memerankan James Hale.
Jika Jonny adalah karakter yang spontan, James lebih terukur.
James merupakan seorang pelatih Marinir yang disiplin. Ia memiliki pendekatan berbeda terhadap kehidupan dan tentu saja berbeda dalam menghadapi konflik.
Perbedaan karakter tersebut menjadi sumber utama dinamika film.
Ketika Jonny ingin langsung menghajar musuh, James mungkin lebih memilih pendekatan yang lebih terencana.
Ketika Jonny membuat keputusan tanpa berpikir panjang, James harus memikirkan akibatnya.
Masalahnya, mereka tidak punya banyak waktu untuk berdebat.
Musuh sudah mengejar.
Situasi semakin berbahaya.
Dan pada akhirnya, mereka harus saling mengandalkan.
Dave Bautista sendiri sudah menunjukkan perkembangan yang menarik sebagai aktor. Dari dunia gulat profesional, ia kemudian membangun karier film melalui berbagai proyek, termasuk Drax dalam Guardians of the Galaxy, serta peran dalam Blade Runner 2049, Spectre, Dune dan Dune: Part Two.
Dalam beberapa film terakhir, Bautista semakin terlihat nyaman memainkan karakter yang tidak hanya mengandalkan fisik.
Itulah yang juga terasa di The Wrecking Crew.
James bukan sekadar pria besar yang bisa menghajar orang.
Ia memiliki sisi emosional yang berhubungan dengan keluarganya.
Dan hubungan antara James dengan Jonny menjadi salah satu bagian paling menarik dari film.
Chemistry Jason Momoa dan Dave Bautista
Kalau harus memilih satu alasan utama mengapa The Wrecking Crew layak ditonton, saya akan memilih chemistry Jason Momoa dan Dave Bautista.
Dua aktor ini sudah pernah bekerja bersama sebelumnya, sehingga pertemuan mereka bukan benar-benar sesuatu yang baru. Tetapi kali ini mereka mendapatkan ruang yang jauh lebih besar untuk membangun hubungan sebagai pasangan utama.
Dan hasilnya cukup menyenangkan.
Mereka tidak selalu harus berbicara panjang untuk membuat adegan bekerja.
Kadang cukup melihat ekspresi keduanya ketika salah satu melakukan sesuatu yang bodoh.
Kadang humor muncul dari perbedaan karakter.
Kadang konflik mereka justru membuat adegan aksi menjadi lebih menarik.
Chemistry seperti inilah yang membuat film tetap terasa hidup ketika cerita mulai memasuki formula action yang cukup familiar.
Bahkan beberapa kritik menilai chemistry Momoa dan Bautista sebagai salah satu kekuatan utama film. Rotten Tomatoes mencatat skor kritikus 74 persen dari 70 ulasan dan skor penonton 66 persen dari lebih dari 1.000 rating pada data yang tersedia.
Metacritic juga memberikan skor 67 yang masuk kategori generally favorable. Sejumlah kritikus memuji adegan aksi, chemistry dua pemeran utama, serta kemampuan film memberikan hiburan meskipun ceritanya tidak terlalu inovatif.
Aksi yang Tidak Pelit
The Wrecking Crew tahu persis siapa target penontonnya.
Kalau Anda datang mencari film action yang tenang dan penuh dialog filosofis, mungkin ini bukan pilihan utama.
Tetapi kalau ingin menonton dua pria besar menghajar musuh dengan berbagai cara, film ini cukup memuaskan.
Adegan pertarungan dibuat agresif.
Ada baku tembak.
Ada kejar-kejaran kendaraan.
Ada ledakan.
Ada perkelahian jarak dekat.
Dan tentu saja ada adegan ketika karakter utama terlihat seperti manusia yang sulit dihentikan.
Yang menarik, film tidak terlalu takut untuk membuat aksinya berlebihan.
Beberapa adegan bahkan terasa seperti penghormatan terhadap film action klasik.
Ada aura film buddy cop.
Ada karakter yang saling mengejek.
Ada musuh yang terus bermunculan.
Ada kendaraan yang rusak tetapi masih dipaksa melaju.
Ada adegan yang sebenarnya tidak terlalu masuk akal tetapi justru menyenangkan karena memang dibuat untuk hiburan.
Bagi saya, itu bukan masalah selama penonton sudah memahami jenis film yang sedang ditonton.
Humor yang Menjadi Penyeimbang
The Wrecking Crew tidak hanya mengandalkan aksi.
Humor menjadi bagian penting dari pengalaman menonton.
Sebagian humor berasal dari perbedaan karakter Jonny dan James.
Jonny yang lebih berantakan dipertemukan dengan James yang lebih disiplin.
Mereka seperti dua orang yang tidak pernah benar-benar cocok tetapi terpaksa bekerja sama.
Ada kalanya lelucon terasa berhasil.
Ada pula bagian yang terasa biasa saja.
Beberapa kritikus juga menilai film ini tidak selalu selucu yang diinginkannya. Namun kekurangan tersebut cukup tertutupi oleh aksi dan chemistry kedua pemeran utama.
Bagi saya, humor film bekerja paling baik ketika tidak terlalu dipaksakan.
Saat humor muncul secara alami dari hubungan Jonny dan James, hasilnya terasa lebih menyenangkan.
Hubungan Keluarga di Balik Ledakan
Di balik semua kekacauan, sebenarnya ada cerita tentang keluarga.
Ini yang membuat The Wrecking Crew tidak sepenuhnya menjadi film action kosong.
Jonny dan James bukan sekadar dua pria yang mencari pelaku kejahatan.
Mereka sedang berhadapan dengan masa lalu keluarga mereka.
Kematian ayah mereka membuat berbagai persoalan lama kembali muncul.
Hubungan yang sebelumnya renggang perlahan dipaksa untuk diperbaiki.
Mereka harus belajar mempercayai satu sama lain.
Mereka juga harus menerima bahwa meskipun memiliki perbedaan besar, hubungan darah tetap memiliki arti.
Film ini memang tidak mengupas persoalan tersebut secara mendalam seperti drama keluarga serius.
Tetapi elemen tersebut memberikan sedikit hati kepada cerita.
Ketika penonton sudah melihat Jonny dan James saling bertengkar, kemudian mereka berada dalam situasi berbahaya dan harus saling menyelamatkan, hubungan tersebut terasa lebih bermakna.
Temuera Morrison, Morena Baccarin dan Pemeran Pendukung
Selain Momoa dan Bautista, The Wrecking Crew juga memiliki jajaran pemeran pendukung yang cukup menarik.
Temuera Morrison tampil sebagai Governor Peter Mahoe. Morrison dikenal luas melalui berbagai film dan serial, termasuk perannya dalam dunia Star Wars dan Aquaman.
Morena Baccarin memainkan Valentina. Baccarin dikenal melalui Deadpool, Gotham, Firefly, Homeland, serta berbagai produksi lainnya.
Claes Bang hadir sebagai Marcus Robichaux, salah satu tokoh penting dalam konflik film.
Jacob Batalon juga ikut bermain sebagai Pika. Namanya tentu sudah familiar bagi penonton Marvel melalui perannya sebagai Ned Leeds dalam film Spider-Man.
Frankie Adams, Stephen Root, Roimata Fox, Miyavi dan sejumlah aktor lainnya turut mengisi jajaran pemeran.
Kombinasi pemeran tersebut membuat film memiliki warna yang cukup beragam.
Biografi Singkat Jason Momoa
Jason Momoa merupakan aktor Amerika yang memiliki perjalanan karier cukup panjang.
Ia mendapatkan popularitas besar melalui perannya sebagai Khal Drogo dalam Game of Thrones. Setelah itu, kariernya semakin berkembang dan ia mendapatkan peran Aquaman dalam DC Extended Universe.
Aquaman kemudian menjadi salah satu karakter yang sangat identik dengan dirinya.
Namun Momoa tidak berhenti di film superhero.
Ia juga tampil dalam Dune dan Dune: Part Two, Fast X, See, Slumberland, serta berbagai proyek lainnya.
Yang menarik dari Momoa adalah kemampuannya memanfaatkan fisik dan karisma untuk memainkan karakter keras, tetapi tetap memiliki sisi humor.
Karakter Jonny Hale terasa sangat sesuai dengan kemampuan tersebut.
Biografi Singkat Dave Bautista
Dave Bautista memulai popularitasnya melalui dunia gulat profesional sebelum kemudian beralih serius ke dunia akting.
Nama Bautista semakin dikenal luas setelah ia memainkan Drax the Destroyer dalam Guardians of the Galaxy.
Namun, kemampuan aktingnya kemudian berkembang jauh melampaui karakter tersebut.
Ia tampil dalam Spectre sebagai Mr. Hinx, Blade Runner 2049 sebagai Sapper Morton, Army of the Dead, Knock at the Cabin, Glass Onion, serta Dune dan Dune: Part Two sebagai Glossu Rabban.
Bautista menarik karena ia mampu menggunakan tubuh besarnya untuk bermain dalam film aksi, tetapi pada saat yang sama menunjukkan kemampuan memainkan karakter yang lebih emosional dan serius.
Dalam The Wrecking Crew, perpaduan fisik dan komedi tersebut digunakan dengan cukup efektif.
Biografi Singkat Ángel Manuel Soto
The Wrecking Crew disutradarai oleh Ángel Manuel Soto, filmmaker asal Puerto Rico yang lahir di Santurce.
Soto dikenal melalui karya seperti La Granja, Charm City Kings, dan Blue Beetle.
Charm City Kings mendapatkan Special Jury Prize di Sundance pada 2020, sementara Blue Beetle menjadi proyek studio besar yang memperkenalkan Soto kepada penonton superhero secara lebih luas.
Pengalaman Soto dalam film aksi terlihat cukup jelas dalam The Wrecking Crew.
Ia memahami bagaimana memanfaatkan dua pemeran dengan fisik kuat untuk membuat adegan pertarungan terasa besar.
Di saat yang sama, ia juga memberikan ruang untuk humor dan hubungan antarkarakter.
Visual Hawaii Menjadi Daya Tarik
Salah satu bagian yang membuat film ini enak dilihat adalah penggunaan lanskap Hawaii.
Hawaii bukan sekadar latar belakang.
Lingkungan tropis, pantai, jalanan, pegunungan dan suasana pulau memberikan kontras dengan kekerasan yang terjadi sepanjang cerita.
Film terasa seperti membawa penonton ke tempat yang indah, kemudian menghancurkannya dengan kejar-kejaran, baku tembak dan ledakan.
Menariknya, sebagian besar film sebenarnya direkam di Selandia Baru, sementara sejumlah adegan memang diambil di Hawaii. Produksi disebut berlangsung sekitar 43 hari di Selandia Baru dan 12 hari di Hawaii.
Hasil akhirnya cukup efektif.
Penonton tetap mendapatkan nuansa Hawaii yang kuat.
Formula Lama yang Masih Menyenangkan
Salah satu kritik yang cukup masuk akal terhadap The Wrecking Crew adalah ceritanya tidak benar-benar menawarkan sesuatu yang baru.
Konsep saudara yang bertengkar lalu bekerja sama bukan hal baru.
Konspirasi keluarga juga bukan sesuatu yang baru.
Penjahat kaya dengan jaringan luas juga sudah sering digunakan.
Bahkan struktur filmnya cukup mudah ditebak.
Tetapi tidak semua film harus menciptakan sesuatu yang revolusioner.
Kadang penonton hanya ingin duduk, menonton aksi, tertawa, dan menikmati dua aktor besar saling melempar dialog.
The Wrecking Crew memahami kebutuhan tersebut.
Film ini tidak berpura-pura menjadi karya yang sangat dalam.
Ia ingin menjadi hiburan.
Dan sebagai hiburan, film ini cukup berhasil.
Rekam Jejak dan Penerimaan The Wrecking Crew
Dari sisi rekam jejak, The Wrecking Crew mendapatkan respons yang cenderung positif meskipun tidak sempurna.
Rotten Tomatoes mencatat 74 persen Tomatometer dari 70 ulasan kritikus, sementara skor audiens berada di 66 persen dari lebih dari 1.000 rating yang tercatat.
Di Metacritic, film mendapatkan 67/100 dari kritikus, dengan kategori generally favorable. Dari 15 ulasan yang ditampilkan, 10 positif, tiga campuran, dan dua negatif.
Salah satu hal yang cukup konsisten dari berbagai ulasan adalah pujian terhadap chemistry Momoa dan Bautista.
Adegan aksi juga menjadi bagian yang banyak mendapatkan apresiasi.
The New York Times, misalnya, menyoroti pertarungan dan kejar-kejaran yang cepat, sementara sejumlah kritikus melihat film ini sebagai hiburan action yang tidak berusaha terlalu serius.
Dari sisi penonton, responsnya juga cukup beragam.
Ada yang menganggap film ini sangat menghibur dan cocok untuk tontonan santai. Ada pula yang merasa ceritanya terlalu generik.
Bagi saya, perbedaan pendapat tersebut justru cukup masuk akal karena film memang sangat bergantung pada selera.
Apakah The Wrecking Crew Layak Ditonton?
Jawaban saya: layak, terutama kalau Anda menyukai film action comedy.
Jangan berharap mendapatkan film yang akan mengubah genre action selamanya.
Jangan juga berharap cerita konspirasi yang sangat rumit.
Datanglah dengan ekspektasi sederhana.
Dua saudara tiri.
Saling tidak suka.
Ayah mereka meninggal secara misterius.
Mereka mencari tahu siapa pelakunya.
Musuh datang.
Mereka bertarung.
Mereka bertengkar.
Mereka kembali bertarung.
Dan sepanjang perjalanan, hubungan mereka perlahan berubah.
Dengan ekspektasi seperti itu, film jauh lebih mudah dinikmati.
Kesan Saya Setelah Menonton
Setelah menonton The Wrecking Crew, kesan yang paling tertinggal justru bukan tentang misteri kematian sang ayah.
Yang paling saya ingat adalah hubungan Jonny dan James.
Dua karakter ini memang berbeda.
Mereka seperti minyak dan air.
Tetapi ketika keadaan memaksa mereka untuk bekerja sama, perlahan muncul rasa saling percaya.
Saya suka cara film menggunakan aksi sebagai bagian dari proses tersebut.
Setiap pertarungan bukan hanya tentang mengalahkan musuh.
Ada perkembangan hubungan di antara keduanya.
Awalnya mereka mungkin saling menyalahkan.
Kemudian mereka mulai saling melindungi.
Pada akhirnya, mereka memahami bahwa keluarga tidak selalu berarti orang-orang yang memiliki karakter sama dengan kita.
Kadang keluarga justru terdiri dari orang yang paling sering membuat kita kesal.
Dan mungkin pesan sederhana itulah yang membuat The Wrecking Crew terasa lebih manusiawi dibanding sekadar film aksi biasa.
Kekurangan The Wrecking Crew
Tentu film ini bukan tanpa kekurangan.
Cerita adalah salah satu titik lemahnya.
Banyak bagian terasa mudah ditebak.
Ada beberapa perkembangan cerita yang seperti mengikuti formula film action lama.
Beberapa karakter pendukung juga tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk berkembang.
Selain itu, humor tidak selalu berhasil.
Ada lelucon yang terasa pas, tetapi ada juga yang terasa seperti sengaja dimasukkan hanya untuk menjaga film tetap ringan.
Namun kekurangan tersebut masih bisa ditoleransi jika tujuan utama menonton adalah mencari hiburan.
Film juga sesekali terlalu berlebihan dalam adegan aksinya.
Tetapi lagi-lagi, mungkin memang itulah yang diinginkan pembuat film.
The Wrecking Crew bukan film realistis.
Ia adalah film aksi yang ingin bersenang-senang.
Kelebihan The Wrecking Crew
Sebaliknya, ada beberapa hal yang menurut saya menjadi kekuatan film.
Pertama tentu chemistry Jason Momoa dan Dave Bautista.
Kedua, adegan aksi yang cukup agresif.
Ketiga, visual Hawaii yang menarik.
Keempat, perpaduan action dan comedy yang cukup mudah dinikmati.
Kelima, hubungan keluarga yang memberikan sedikit kedalaman emosional.
Film ini juga memiliki energi yang cukup konsisten.
Ketika cerita mulai terasa generik, aksi atau humor biasanya kembali membawa perhatian penonton.
The Wrecking Crew 2026 adalah film action comedy yang mengandalkan kekuatan dua pemeran utamanya, Jason Momoa dan Dave Bautista.
Film garapan Ángel Manuel Soto ini menceritakan Jonny Hale dan James Hale, dua saudara tiri yang kembali bertemu setelah kematian misterius ayah mereka. Mereka kemudian terseret ke dalam konspirasi yang membuat hubungan keluarga, masa lalu, dan kemampuan bertahan hidup mereka diuji.
Film ini memang tidak menawarkan cerita yang benar-benar baru.
Formula buddy action-nya sudah sering digunakan.
Konspirasi dan konflik keluarga juga bukan hal baru.
Namun ketika Jason Momoa dan Dave Bautista berada dalam satu layar, film mendapatkan energi yang membuat formula lama tersebut terasa cukup segar.
Momoa membawa sisi liar dan humor Jonny.
Bautista memberikan keseimbangan melalui James yang lebih disiplin dan terkontrol.
Keduanya kemudian bertemu dalam berbagai adegan aksi yang keras, cepat, dan kadang sengaja dibuat berlebihan.
Bagi penonton yang mencari film action serius dan realistis, mungkin The Wrecking Crew bukan pilihan terbaik.
Tetapi bagi mereka yang ingin menikmati film popcorn dengan aksi besar, humor, chemistry dua aktor utama, dan sedikit drama keluarga, film ini cukup menyenangkan.
Film ini juga membuktikan bahwa cerita sederhana masih bisa bekerja jika pemerannya memiliki chemistry yang kuat.
Pada akhirnya, The Wrecking Crew bukan film yang ingin membuat kita berpikir terlalu keras. Film ini ingin membuat kita duduk santai, menikmati kekacauan, tertawa melihat dua saudara yang terus bertengkar, lalu ikut bersorak ketika mereka akhirnya bekerja sama.
Dan menurut saya, untuk tujuan tersebut, film ini berhasil.
Nilai pribadi: 7,5/10.
Bukan film action terbaik tahun 2026, tetapi cukup menghibur dan layak masuk daftar tontonan bagi penggemar Jason Momoa, Dave Bautista, atau film buddy action bergaya klasik. (gie/berbagai sumber)











