Kesan Nonton Film The 8th Night (2021): Horor Korea yang Gelap, Mistis, dan Penuh Misteri

Kesan Nonton Film The 8th Night (2021): Horor Korea yang Gelap, Mistis, dan Penuh Misteri
Kesan Nonton Film The 8th Night (2021): Horor Korea yang Gelap, Mistis, dan Penuh Misteri. Foto: Ist

JAMBI, JAMBISERU.COM– Buat penggemar film horor Korea yang menyukai cerita tentang ritual, iblis, kepercayaan kuno, dan misteri supernatural, The 8th Night menjadi tontonan yang cukup menarik.
Film Korea yang dirilis melalui Netflix pada 2 Juli 2021 ini menggabungkan unsur horor supernatural dengan nuansa spiritual. Ceritanya bukan sekadar tentang manusia yang dikejar makhluk menyeramkan, tetapi juga membawa penonton masuk ke dalam sebuah legenda kuno tentang kekuatan jahat yang berusaha kembali ke dunia manusia.

Sinopsis Singkat
Cerita berpusat pada sebuah kekuatan jahat berusia ribuan tahun yang berusaha melepaskan diri dari segelnya. Jika berhasil, kekuatan tersebut akan merasuki manusia dan membawa malapetaka.

Seorang biksu kemudian berusaha menghentikannya. Dengan tasbih di satu tangan dan kapak di tangan lainnya, ia harus memburu kekuatan jahat tersebut sebelum semuanya terlambat.

Konsep inilah yang membuat The 8th Night terasa berbeda dari film horor Korea pada umumnya. Film ini memadukan elemen keagamaan, mitologi, ritual, dan horor supernatural dalam satu cerita.

Kesan Setelah Menonton
Kesan pertama yang terasa adalah atmosfer filmnya yang gelap dan misterius.
The 8th Night tidak selalu mengandalkan jumpscare untuk membuat penonton takut. Film lebih banyak membangun ketegangan melalui suasana, simbol-simbol misterius, ritual, serta kemunculan sosok-sosok yang terasa tidak biasa.

Bagi saya, bagian menariknya justru terletak pada rasa penasaran terhadap legenda yang menjadi dasar cerita. Penonton dibuat bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya kekuatan jahat tersebut, mengapa ia harus disegel, dan bagaimana para tokohnya bisa menghentikannya.

Visual film juga cukup membantu membangun suasana horor. Beberapa adegan terasa kelam, dingin, dan menyeramkan sehingga cocok dengan tema cerita.

Namun, film ini bukan tanpa kekurangan. Ceritanya cukup kompleks dan beberapa bagian terasa membingungkan. Penonton yang mengharapkan horor dengan alur sederhana mungkin akan merasa harus lebih fokus memahami mitologi yang dibangun.

Bahkan sejumlah kritikus menilai film ini memiliki visual yang menarik dan atmosfer yang cukup kuat, tetapi alurnya terasa rumit dan bagian akhir tidak sepenuhnya memuaskan. Rotten Tomatoes mencatat skor kritikus 71% dari tujuh ulasan.

Yang Paling Menarik
Salah satu daya tarik utama film ini adalah perpaduan horor dengan unsur spiritual Korea.
Film tidak hanya memperlihatkan sosok menyeramkan, tetapi juga menghadirkan biksu, ritual, simbol keagamaan, dan legenda tentang kekuatan jahat.

Perpaduan tersebut membuat The 8th Night mempunyai identitas tersendiri dibandingkan film horor yang hanya mengandalkan hantu dan jumpscare.

Selain itu, karakter biksu yang menjadi pusat cerita juga memberikan warna berbeda. Ia bukan sosok pahlawan super, melainkan manusia biasa yang harus menghadapi sesuatu yang jauh lebih kuat dan berbahaya.

Kekurangan Film
Kekurangan terbesar menurut saya adalah alur cerita yang terkadang terlalu berbelit.
Film mempunyai konsep yang sebenarnya menarik, tetapi penjelasan mengenai mitologi dan latar belakang kekuatan jahat membutuhkan perhatian ekstra.

Beberapa perkembangan karakter juga terasa kurang dalam. Ada karakter yang sebenarnya berpotensi menjadi sangat menarik, tetapi perkembangan emosinya belum sepenuhnya digali.

Bagian akhir pun terasa cukup terburu-buru dibandingkan pembangunan cerita pada bagian awal.

Jadi, film ini lebih cocok dinikmati oleh penonton yang memang menyukai horor misteri dan bersedia mengikuti cerita sampai selesai.

Track Record Film
The 8th Night mendapatkan perhatian internasional setelah dirilis sebagai film Netflix pada 2 Juli 2021. Netflix mengategorikannya sebagai film horor Korea dengan tema supernatural, iblis, dan suasana kelam.

Di Rotten Tomatoes, film ini tercatat memperoleh 71% Tomatometer dari tujuh ulasan kritikus. Beberapa ulasan memuji visual, atmosfer, dan konsep supernaturalnya, sementara kritik yang muncul antara lain berkaitan dengan cerita yang dianggap membingungkan dan klimaks yang kurang kuat.

Artinya, film ini bukanlah horor Korea yang sempurna, tetapi mempunyai konsep dan atmosfer yang cukup kuat untuk membuatnya layak dicoba, terutama bagi penggemar horor supernatural Asia.

Pemeran Utama

Lee Sung-min
Lee Sung-min menjadi salah satu pemeran utama film ini. Ia memerankan sosok biksu yang menjadi bagian penting dalam perjuangan menghentikan kekuatan jahat.
Akting Lee Sung-min menjadi salah satu kekuatan film karena karakternya tidak dibuat berlebihan. Ekspresi dan gesturnya membantu menciptakan kesan serius dan misterius.

Park Hae-joon
Park Hae-joon juga menjadi bagian dari jajaran pemeran utama. Kehadirannya memberikan warna tersendiri terhadap konflik yang berkembang sepanjang film.

Kim You-jung

Kim You-jung menjadi salah satu nama yang paling mudah dikenali dari jajaran pemain film ini. Ia tampil dalam cerita yang memiliki atmosfer berbeda dari drama maupun film populer yang sebelumnya membesarkan namanya.

Netflix secara resmi mencantumkan Lee Sung-min, Park Hae-joon, dan Kim You-jung sebagai pemeran utama, bersama Nam Da-reum, Choi Jin-ho, Kim Dong-young, dan Lee Eal.

The 8th Night adalah film horor Korea yang menarik karena berani menggabungkan mitologi, spiritualitas, ritual, dan horor supernatural.

Film ini mungkin bukan pilihan terbaik bagi penonton yang menginginkan horor penuh jumpscare. Namun, bagi yang menyukai film dengan misteri, atmosfer gelap, legenda kuno, dan cerita tentang pertarungan melawan kekuatan supernatural, The 8th Night cukup layak masuk daftar tontonan.

Kesan akhirnya: ceritanya menarik, atmosfernya kuat, visualnya cukup menyeramkan, tetapi alurnya membutuhkan konsentrasi dan bagian akhirnya terasa belum maksimal.

Rating pribadi: 7/10.

Bukan horor yang sempurna, tetapi cukup memberikan pengalaman berbeda dari film horor Korea kebanyakan. (gie/berbagai sumber)

Pos terkait