Kesan Nonton Drama Korea Sweet Home: Ketika Monster Bukan Lagi Musuh Utama

Drama Korea Sweet Home
Drama Korea Sweet Home. Foto: Ist

JAMBI, JAMBISERU.COM – Ada banyak drama Korea yang menawarkan kisah tentang monster dan kiamat. Namun, Sweet Home punya cara sendiri untuk membuat penonton tidak hanya takut kepada makhluk mengerikan, tetapi juga mempertanyakan satu hal: sebenarnya siapa yang lebih berbahaya, monster atau manusia?

Serial Korea Sweet Home pertama kali tayang di Netflix pada 18 Desember 2020. Diangkat dari webtoon karya Kim Carnby dan Hwang Young-chan, serial ini menggabungkan drama, horor, thriller, fantasi, dan survival. Secara keseluruhan, Sweet Home memiliki tiga musim dengan total 26 episode.

Awal Cerita yang Langsung Membuat Tegang

Cerita berpusat pada Cha Hyun-soo, seorang remaja penyendiri yang pindah ke apartemen Green Home setelah kehilangan keluarganya.
Bukannya mendapatkan kehidupan baru yang tenang, Hyun-soo justru terjebak dalam situasi mengerikan ketika manusia mulai berubah menjadi monster.

Yang menarik, perubahan tersebut tidak sekadar digambarkan sebagai wabah biasa. Monster yang muncul memiliki bentuk dan karakter berbeda, seolah-olah merupakan manifestasi dari keinginan atau sisi gelap manusia.

Di sinilah Sweet Home mulai terasa berbeda.
Monster bukan sekadar objek untuk dibunuh. Kehadiran mereka justru menjadi bagian dari pertanyaan besar tentang manusia, keinginan, keserakahan, ketakutan, dan perjuangan mempertahankan kemanusiaan.

Kesan Setelah Menonton

Kesan pertama yang muncul adalah tegang.
Episode demi episode membuat penonton bertanya-tanya siapa yang akan bertahan dan siapa yang akan berubah menjadi monster berikutnya.

Namun, kekuatan Sweet Home sebenarnya bukan hanya pada adegan pertarungan. Hubungan antarkarakter menjadi salah satu bagian yang membuat serial ini menarik.

Para penghuni Green Home berasal dari latar belakang berbeda. Dalam kondisi normal, mungkin mereka tidak akan pernah saling mengenal. Tetapi ketika dunia berubah menjadi tempat yang penuh ancaman, mereka dipaksa bekerja sama.

Ada konflik, pengkhianatan, ketakutan, pengorbanan, bahkan perselisihan di antara mereka.

Menurut saya, bagian inilah yang membuat Sweet Home terasa lebih manusiawi.
Ketika semua orang berusaha menyelamatkan diri, pilihan seseorang untuk membantu orang lain menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Monster yang Tidak Sekadar Menakutkan

Salah satu daya tarik terbesar Sweet Home adalah desain monsternya.

Makhluk-makhluk yang muncul memiliki bentuk yang berbeda-beda dan sebagian di antaranya terasa benar-benar mengganggu secara visual.
Namun, yang lebih menarik adalah konsep di balik monster tersebut.

Monster dalam Sweet Home seakan memperlihatkan bahwa keinginan manusia yang tidak terkendali dapat berubah menjadi sesuatu yang mengerikan.

Dengan kata lain, monster bukan hanya musuh dari luar.

Monster juga bisa lahir dari dalam diri manusia sendiri.

Song Kang sebagai Cha Hyun-soo

Song Kang menjadi pusat cerita melalui karakter Cha Hyun-soo.

Hyun-soo bukan tipikal tokoh utama yang sejak awal terlihat kuat. Ia justru digambarkan sebagai sosok yang tertutup dan penuh luka.
Perjalanan karakternya menjadi salah satu bagian menarik dari serial ini.

Song Kang juga mendapatkan penghargaan ACA Excellence Award untuk perannya dalam Sweet Home pada Asia Contents Awards 2021.

Lee Jin-wook sebagai Pyeon Sang-wook

Lee Jin-wook memerankan Pyeon Sang-wook, karakter misterius dengan masa lalu yang membuat penonton terus penasaran.
Sang-wook menjadi salah satu karakter yang menarik karena penonton tidak pernah benar-benar bisa menebak apa yang akan dilakukannya.

Kehadirannya juga memberikan warna berbeda di tengah karakter-karakter penghuni Green Home.

Lee Si-young sebagai Seo Yi-kyung

Lee Si-young memainkan Seo Yi-kyung, mantan petugas pemadam kebakaran yang memiliki kemampuan bertahan hidup dan bertarung.
Karakter Yi-kyung memberikan keseimbangan dalam cerita karena tidak hanya mengandalkan keberanian, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan ketika situasi menjadi sangat genting.

Lee Do-hyun dan Go Min-si

Lee Do-hyun tampil sebagai Lee Eun-hyuk, sosok yang lebih rasional dan sering berusaha membuat keputusan demi keselamatan kelompok.

Sementara itu, Go Min-si memerankan Lee Eun-yu.

Keduanya memberikan dinamika tersendiri dalam hubungan antarpenghuni Green Home. Kinerja para pemeran ini menjadi salah satu alasan cerita terasa lebih hidup.

Track Record Sweet Home

Sweet Home bukan sekadar serial horor Korea yang sukses menarik perhatian penonton.
Serial ini memperoleh sejumlah nominasi dan penghargaan. Pada Asia Contents Awards 2021, Sweet Home mendapatkan tiga penghargaan, termasuk Technical Achievement, Best Newcomer Female untuk Go Min-si, dan ACA Excellence Award untuk Song Kang.

Serial ini juga mendapat perhatian di ajang lain, termasuk nominasi Baeksang Arts Awards serta kemenangan Lee Do-hyun sebagai Best Supporting Actor pada Asian Academy Creative Awards.

Dari sisi penerimaan kritikus, musim pertama Sweet Home mendapatkan 86 persen Tomatometer di Rotten Tomatoes, berdasarkan tujuh ulasan kritikus yang tercatat di situs tersebut.

Sementara secara keseluruhan, serial ini tercatat memiliki rating 7,2/10 di IMDb dari lebih dari 43 ribu penilaian pengguna pada saat sumber diperiksa.

Kekurangan yang Terasa

Meski menarik, Sweet Home bukan serial yang sempurna.

Cerita yang semakin melebar membuat fokusnya terkadang terasa berubah. Bagi sebagian penonton, perkembangan cerita setelah musim pertama juga bisa terasa berbeda dibandingkan daya tarik awalnya.

Efek visual monsternya pun tidak selalu terasa konsisten. Ada monster yang terlihat sangat mengesankan, tetapi ada pula adegan yang terasa kurang meyakinkan.

Namun, kekurangan tersebut tidak serta-merta menghilangkan daya tarik utamanya.

Setelah menonton Sweet Home, saya merasa serial ini sebenarnya bukan sekadar cerita tentang manusia melawan monster.
Lebih dalam dari itu, Sweet Home bercerita tentang manusia yang berusaha tetap menjadi manusia ketika dunia sudah kehilangan kemanusiaannya.

Monster memang menakutkan.
Tetapi ketika keadaan semakin kacau, manusia yang egois, panik, dan hanya memikirkan dirinya sendiri bisa menjadi ancaman yang jauh lebih berbahaya.

Itulah yang membuat Sweet Home menarik untuk ditonton.

Bagi pencinta drama Korea bergenre horor, thriller, survival, dan monster, serial ini layak masuk daftar tontonan.

Nilai pribadi: 8/10.

Bukan tontonan yang sempurna, tetapi cukup berhasil membuat saya penasaran, tegang, dan beberapa kali bertanya-tanya: kalau berada di Green Home, apakah saya akan bertahan sebagai manusia atau justru berubah menjadi monster? (gie/berbagai sumber)

Pos terkait