Jambiseru.com, Tanjabbar – Anggaran Dana Desa (ADD) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Tahun 2026 menurun drastis. Hal itu disebabkan sebagian besar ADD digunakan untuk kegiatan Koperasi Desa (KopDes).
Turunnya ADD tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Kemuning, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjabbar, Abdul Gani.
Datuk Gani mengatakan, bahwa ADD tatap, tapi untuk masuk ke rekning Desa hanya 30 persen dan 70 peraennya untuk kegiatn KopDes.
“Biasa perdesa 750 Juta untuk kegiatan Desa. Namun, sekarang hanya 250 juta,” ucap Datuk Gani, kepada Jambiseru.com, Selasa (14/4/2026) siang.
Dikatakan Datuk Gani, dari ADD yang masuk ke rekening Desa hanya bisa melakukan kegiatan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Penanagnn Stanting, Kader Posyandu dan Lainnya.
“Anggaran tersebut hanya kita gunakan yang sifatnya untuk kegiatan rutin. Yakni BLT, Penanganan Stanting, Kades Posyandu, dan Ketahanan Pangan,” ujar Datuk Gani.
Datuk Gani menambahkan, terkait efisiensi Anggaran
dari Pemerintah Pusat, semua kegiatan berjalan sebagaimana dengan biasanya.
“Masalah efisiensi dari Pemerintah Pusat, kayaknya berjalan sebagaimana biasanya aja, tidak ada pengaruh sama sekali,” ungkap Datuk Gani.
Terkait Kopdes, datuk Gani mengatakan, saat ini masih dalam tahap pelaksanaan pembangunan Gray.
“Untuk KopDes, saat ini sedang dalam tahap Pembangunan Gray sekitar 30 persen,” tutup Datuk Gani.
Sementara itu, hal yang sama juga dikatakan oleh Kades Sungai Kepayang, Kecamatan Senyerang, Taufiq Rahman. Ia mengaku bahwa ADD tahun ini mengalami penurunan.
“ADD Tahun ini turun, dari 725 Juta menjadi 216 Juta,” ungkap Datuk Taufik.
Namun, Datuk Taufik mengaku bahwa efisiensi dari Pemerintah Pusat sangat berpengaruh untuk kegiatan di Desa.
“Sangat berpengaruh, pengaruhnya diperencanaan Desa, seharusnya tahun ini mau bangun perpustakaan ataupun gedung serbaguna Desa. Dikarenakan dengan adanya efisiensi tersebut, jadi program tersebut tidak bisa direalisasikan,” pungkasnya. (Put)












