Mahasiswa Unja Desak Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan

0
Udara di jambi kian memburuk, mahasiswa Fisipol Unja turun kejalan. Foto: Yogi/Jambiseru.com
Udara di jambi kian memburuk, mahasiswa Fisipol Unja turun kejalan. Foto: Yogi/Jambiseru.com

JAMBISERU.COM, Jambi – Mahasiswa Fisipol Unja berunjukrasa tentang kualitas udara Jambi, di simpang Bank Indonesia Telanaipura, Kamis (12/9/2019). Mereka mendesak pemerintah mencabut izin perusahaan yang terbukti dengan sengaja membakar lahan sehingga mengakibatkan kabut asap.

BACA JUGA : Kabut Asap Semakin Tebal, Pemkab Tebo Liburkan Siswa

Unjukrasa bergeser ke depan Gedung DPRD Provinsi Jambi. Mahasiswa disambut beberapa Anggota DPRD Provinsi Jambi. Sebelum berorasi, mahasiswa, anggota DPRD, polisi dan Satpol PP berdoa bersama bertujuan mengirimkan doa kepada Almarhum BJ Habibie.

Setelah itu, mahasiswa menuntut agar pemerintah segera mengambil langkah megatasi masalah kabut asap di Provinsi Jambi, khususnya di Tanjung Jabung Timur.

Mahasiswa Fisipol Unja berdialog dengan salah satu anggota dewan di depan gedung DPRD provinsi jambi.  Foto: Yogi/Jambiseru.com
Mahasiswa Fisipol Unja berdialog dengan salah satu anggota dewan di depan gedung DPRD provinsi jambi. Foto: Yogi/Jambiseru.com

Tuntutan mahasiswa antara lain, menindak tegas pelaku pembakaran hutan, mencabut izin terhadap perusahaan yang terbukti melanggar aturan, mempertegas implementasi Perda nomor 2 tahun 2016 tentang pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, membuat regulasi terkait pengintegrasian antara masyarakat dan perusahaan dalam penanganan karhutla.

“Kami adalah orang kampung, Bapak kami hanya nelayan, perusahaan di Tanjung Jabung Timur sudah merusak lahan, dan asapnya sudah pekat, kasihan anak-anak di sana. Kami meminta Bapak-Bapak pemerintah untuk menindak lanjut masalah ini,” tuturnya Miryani.

“Saat ini masyarakat di di sana meminta sumbangan kepada pengendara-pengendara, bertujuan untuk mengatasi udara yang tidak sehat ini, apakah Bapak-Bapak DPRD tidak sedih, seharusnya ini adalah tanggung jawab Pemerintah,” ujar Dio, koordinator lapangan aksi.

Anggota DPRD Dapil II Batanghari – Muaro Jambi, Kamaludin Hafiz dari fraksi PPP, mengapresisasi aksi mahasiswa.

“Kami sangat senang adik-adik mahasiswa datang ke sini, meskipun baru Senin (09/09/2019) kemarin kami dilantik, kami sudah diberi teguran,” tuturnya.

“Kami dan para Anggota DPRD lain akan membuat solusi dari masalah ini, kami merencanakan akan membuat Perda baru, agar setiap perusahaan mempunyai regu/Tim Pemadam Kebakaran sendiri,” ujarnya.

Apip Firmansyah, anggota dewam Dapil Tanjabar-Tanjabtim Fraksi Golkar menyuarakan hal senada.

BACA JUGA : Setelah Disalatkan, Jenazah Habibie Diserahkan Kepada Negara

“Kami akan segera mencari solusi atas masalah ini, dan untuk biaya pengobatan masyarakat khususnya Tanjung Jabung Timur akan digratiskan, karena untuk dana darurat itu sendiri sudah ada,” tuturnya. (cr1)

Loading Facebook Comments ...