JAMBI, Jambiseru.com – Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Jambi yang semakin mengkhawatirkan membuat Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mengambil langkah untuk melindungi peserta didik dan tenaga kependidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Umar, mengimbau seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan agar tidak mengabaikan kesehatan warga sekolah di tengah kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sedang tidak bersahabat.
Sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka atau luring diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Peserta didik maupun guru juga diimbau menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah.
“Jangan keluar rumah, udara sedang tidak bersahabat,” kata Umar.
Sementara itu, bagi sekolah yang melaksanakan pembelajaran daring, Umar meminta agar proses belajar tetap berjalan maksimal. Orang tua juga diharapkan ikut mengawasi dan membimbing anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.
Menurutnya, pembelajaran daring jangan sampai membuat peserta didik kehilangan fokus belajar. Peran orang tua menjadi penting untuk memastikan anak tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
Sebagai langkah perlindungan tambahan, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi pada Kamis (27/8/2026) menyalurkan 40.000 masker untuk peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan (GTK).
Masker tersebut didistribusikan ke lima wilayah, yakni Kota Jambi, Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur. Bantuan masker tersebut merupakan dukungan dari BPJS Kesehatan Jambi.
Disdik Jambi berharap bantuan tersebut dapat membantu mengurangi risiko paparan udara tidak sehat, khususnya bagi warga sekolah yang masih harus menjalankan aktivitas di luar rumah.
Di sisi lain, mulai hari ini, Kamis (27/8/2026), seluruh jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Bungo, Tebo, dan Sarolangun mulai melaksanakan pembelajaran secara daring.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak buruk kualitas udara terhadap kesehatan peserta didik dan tenaga kependidikan.
Disdik Jambi menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan warga sekolah menjadi perhatian utama. Meski proses belajar dilakukan dari rumah, kualitas pembelajaran tetap harus dijaga agar peserta didik dapat mengikuti kegiatan akademik secara optimal.
Umar pun kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
“Tetap jaga kesehatan dan ikuti pembelajaran dari rumah dengan baik. Jangan keluar rumah, udara sedang tidak bersahabat,” pungkasnya. (uda)











