Kesan Nonton Film Last Suspect 2023: Ketika Seorang Ibu Dipaksa Membela Tersangka Demi Menyelamatkan Anaknya

Kesan Nonton Film Last Suspect 2023
Kesan Nonton Film Last Suspect 2023. Foto: Istimewa

JAMBI, Jambiseru.com – Kesan nonton film Last Suspect 2023 bagi saya adalah pengalaman menyaksikan film kriminal misteri yang mencoba menggabungkan drama ruang sidang, kasus pembunuhan, penculikan anak, dan konflik emosional seorang ibu. Film China ini tidak hanya mengajak penonton mencari tahu siapa pelaku sebenarnya, tetapi juga memberikan pertanyaan yang lebih berat: seberapa jauh seorang ibu akan melangkah ketika keselamatan anaknya dipertaruhkan?

Dirilis di China pada 1 November 2023 dengan judul asli Zheng jiu xian yi ren atau 拯救嫌疑人, film ini memiliki durasi sekitar 119 menit dan disutradarai Zhang Mo. Pemeran utamanya adalah Zhang Xiaofei sebagai pengacara Chen Zhiqi, Lee Hong-chi sebagai polisi Jin Zhixiong, serta Kara Hui sebagai Lin Shu’e.

Premisnya langsung menarik perhatian. Chen Zhiqi dikenal sebagai pengacara hebat yang memiliki rekam jejak nyaris tanpa kekalahan. Namun kehidupannya berubah ketika putrinya diculik. Penculik kemudian memberikan syarat yang terdengar gila: Chen harus membela seorang terpidana mati dan membuktikan bahwa pria tersebut tidak bersalah dalam waktu hanya lima hari jika ingin anaknya tetap hidup.
Dari titik itulah Last Suspect mulai memainkan kekuatannya.

Bagi saya, bagian paling menarik bukan sekadar pertanyaan apakah terdakwa benar-benar tidak bersalah. Yang jauh lebih menarik adalah posisi Chen sebagai seorang pengacara sekaligus ibu. Ia harus menggunakan kemampuan hukumnya untuk membongkar sebuah kasus, tetapi di belakang pikirannya selalu ada bayangan bahwa keselamatan anaknya bergantung pada hasil penyelidikan tersebut.

Situasi ini membuat setiap keputusan Chen terasa memiliki tekanan yang berbeda.
Film Kriminal dengan Konflik Ibu dan Anak

Kalau hanya melihat judul dan genrenya, Last Suspect mungkin terlihat seperti film investigasi biasa. Namun setelah menontonnya, saya merasa film ini sebenarnya lebih banyak berbicara mengenai naluri seorang ibu.

Chen Zhiqi bukan karakter yang tiba-tiba menjadi pahlawan super. Ia memiliki keterbatasan, ketakutan, dan tekanan. Tetapi ketika anaknya menjadi taruhan, kemampuan profesional yang selama ini dimilikinya berubah menjadi senjata untuk bertahan.

Inilah yang membuat konflik film terasa personal.

Ia tidak sedang menangani kasus demi reputasi.
Ia tidak sedang mengejar popularitas.
Ia juga tidak semata-mata ingin membuktikan bahwa dirinya adalah pengacara terbaik.

Ia sedang berusaha menyelamatkan anaknya.
Di sisi lain, kasus yang harus ia tangani juga berkaitan dengan keluarga korban. Ada ibu dari korban yang memiliki rasa kehilangan dan kemarahan sendiri. Dari sinilah film menghadirkan dua sosok ibu dengan kepentingan yang berlawanan.

Yang satu berusaha menyelamatkan anaknya.
Yang lain harus menghadapi kehilangan anaknya.
Pertemuan dua kepentingan inilah yang membuat konflik emosional Last Suspect terasa lebih kuat daripada sekadar teka-teki kriminal.

Zhang Xiaofei Menjadi Pusat Cerita

Penampilan Zhang Xiaofei sebagai Chen Zhiqi merupakan salah satu alasan mengapa film ini tetap menarik untuk diikuti.

Karakter Chen harus terlihat profesional ketika berada di ruang sidang, tetapi pada saat yang sama penonton harus bisa merasakan kepanikan seorang ibu yang kehilangan anak.
Dua sisi tersebut tidak mudah dimainkan.
Ada momen ketika Chen harus terlihat tenang dan rasional. Tetapi pada kesempatan lain, emosinya meledak karena tekanan yang semakin besar.

Menurut pemberitaan China.org.cn, Zhang Xiaofei mengatakan karakter Chen merupakan perpaduan antara ketegangan kriminal, persoalan kemanusiaan, dan kasih sayang seorang ibu. Film ini memang menempatkan karakter tersebut sebagai pusat dari konflik.
Saya melihat Zhang cukup berhasil membuat Chen terasa sebagai manusia biasa yang dipaksa berada dalam situasi luar biasa.

Bukan berarti semua keputusan karakternya selalu terasa sempurna. Justru beberapa keputusan yang diambil Chen membuat penonton ikut bertanya-tanya apakah tindakannya benar atau hanya didorong rasa takut kehilangan anak.

Di sinilah film menjadi menarik.
Penonton tidak hanya menilai benar atau salah.
Penonton juga diajak memahami alasan di balik tindakan karakter.

Lee Hong-chi sebagai Polisi yang Membantu Penyelidikan

Karakter Jin Zhixiong yang diperankan Lee Hong-chi menjadi partner penting Chen dalam mengungkap kasus.

Jin bukan sekadar polisi yang hadir sebagai pelengkap. Ia membantu membuka jalur penyelidikan ketika Chen harus berusaha mengumpulkan bukti dari berbagai sisi.
Kerja sama mereka memberikan warna berbeda pada film.

Chen memiliki kemampuan hukum dan pengalaman sebagai pengacara. Jin memiliki pengalaman penyelidikan sebagai polisi. Ketika dua pendekatan tersebut bertemu, proses pencarian fakta menjadi lebih menarik.
Namun hubungan mereka tidak selalu berjalan mulus.

Ada perbedaan cara pandang yang membuat keduanya harus saling menguji.

Menurut saya, kehadiran Jin membuat film tidak sepenuhnya menjadi drama ruang sidang. Ada unsur investigasi yang terus bergerak di luar pengadilan.

Inilah yang membuat tempo film terasa lebih dinamis.

Kara Hui Memberikan Dimensi Emosional yang Kuat

Kara Hui atau Hui Ying-hung memerankan Lin Shu’e, ibu dari korban pembunuhan.
Karakter ini sangat penting karena menghadirkan perspektif yang berlawanan dengan Chen.
Chen berusaha menyelamatkan anaknya.
Lin Shu’e sudah kehilangan anaknya.
Perbedaan tersebut membuat konflik mereka tidak sederhana.

Lin Shu’e bukan sekadar karakter antagonis yang harus dikalahkan. Ia adalah seorang ibu yang mengalami luka dan kehilangan. Karena itu, kemarahannya terhadap orang yang dianggap bertanggung jawab terasa memiliki alasan emosional.

Kara Hui mampu memberikan nuansa tersebut.
Menurut laporan China.org.cn, Kara Hui menggambarkan Lin Shu’e sebagai sosok yang mengalami perubahan emosional besar setelah menghadapi peristiwa ekstrem. Perubahan tersebut terlihat terutama melalui ekspresi dan sikapnya dalam adegan persidangan.
Bagi saya, justru karakter inilah yang membuat Last Suspect tidak sekadar menjadi permainan teka-teki.
Ada luka manusia di balik kasusnya.

Alur Cerita: Pengacara Membela Terpidana Mati

Premis Last Suspect cukup sederhana jika dijelaskan dalam satu kalimat.
Seorang pengacara harus membuktikan bahwa terpidana mati tidak bersalah demi menyelamatkan anaknya yang diculik.
Tetapi film kemudian memperluas persoalan tersebut.

Kasus pembunuhan yang awalnya terlihat jelas mulai dipertanyakan. Bukti yang ada tidak lagi terasa sesederhana yang dibayangkan. Ada informasi yang muncul kemudian dan membuat posisi setiap karakter berubah.
Di sinilah film mencoba memainkan unsur misterinya.

Penonton dibuat untuk terus menebak.
Apakah terpidana benar-benar pelaku?
Siapa yang menculik anak Chen?
Mengapa Chen dipilih?

Apa hubungan antara kasus pembunuhan dengan penculikan?

Dan siapa sebenarnya yang mendapatkan keuntungan dari seluruh permainan tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi bahan bakar cerita.

Ada Banyak Flashback

Salah satu gaya penceritaan yang cukup menonjol dalam Last Suspect adalah penggunaan flashback.

Informasi tidak semuanya diberikan sekaligus.
Penonton harus mengikuti potongan-potongan kejadian yang kemudian perlahan disusun kembali.

Bagi sebagian penonton, cara seperti ini bisa menjadi daya tarik.

Namun bagi saya, penggunaan flashback terkadang terasa cukup sering sehingga membuat alurnya sedikit kehilangan kelancaran.
CNA Lifestyle juga menilai versi China ini lebih konvensional dan lebih sederhana dibanding film Korea Seven Days, sumber adaptasinya.
Saya bisa memahami kritik tersebut.

Film memang memiliki banyak bahan untuk dibuat menjadi thriller yang sangat intens, tetapi beberapa bagian terasa seperti sedang menjelaskan kembali informasi yang sebenarnya sudah cukup dipahami penonton.

Meski demikian, bagi penonton yang memang menyukai film misteri dengan teka-teki berlapis, struktur semacam ini tetap menyenangkan untuk diikuti.

Adaptasi dari Film Korea Seven Days

Hal menarik lain dari Last Suspect adalah film ini bukan cerita yang sepenuhnya orisinal.
Film tersebut merupakan remake dari film Korea Selatan Seven Days yang dirilis pada 2007.
Premis utamanya tetap mempertahankan gagasan tentang seorang pengacara yang harus membela tersangka demi menyelamatkan anaknya.

Karena itu, bagi penonton yang sudah pernah menonton Seven Days, mungkin akan lebih mudah menebak struktur ceritanya.
Tetapi Last Suspect tetap memberikan pendekatan sendiri melalui latar, karakter, dan konteks sosial yang berbeda.

Perbandingan dengan film aslinya tentu tidak bisa dihindari.

Seven Days dikenal memiliki pendekatan thriller yang lebih agresif dan terasa lebih mendesak. Sementara versi 2023 ini menurut saya lebih menonjolkan drama keluarga, emosi ibu, dan konflik moral.

Jadi, saya melihat Last Suspect bukan sebagai pengganti film Korea tersebut, melainkan sebagai versi lain dari premis yang sama.

Ketegangan Dibangun dari Batas Waktu

Salah satu elemen yang saya sukai adalah batas waktu.
Chen hanya memiliki waktu beberapa hari untuk menyelesaikan persoalan.

Batas waktu seperti ini sebenarnya merupakan formula klasik dalam thriller. Tetapi ketika digabungkan dengan penculikan anak, tekanan menjadi lebih besar.

Setiap menit terasa penting.
Ketika Chen menemukan bukti baru, penonton langsung berpikir apakah bukti tersebut cukup.
Ketika muncul informasi yang bertentangan, kita kembali mempertanyakan siapa yang berkata benar.

Ketika proses persidangan berjalan, ada ketakutan bahwa Chen mungkin gagal.
Inilah yang membuat penonton tetap memiliki alasan untuk melanjutkan film sampai akhir.

Ketegangan Ruang Sidang dan Investigasi

Saya cukup menikmati perpaduan antara adegan investigasi dengan persidangan.
Dua ruang tersebut memberikan jenis ketegangan yang berbeda.

Investigasi menghadirkan pencarian bukti, pengejaran, dan bahaya.
Sementara persidangan menghadirkan pertarungan argumen.

Chen harus menggunakan logika dan pengetahuannya mengenai hukum untuk membongkar kelemahan kasus.

Masalahnya, film terkadang membuat proses hukum terlihat lebih dramatis daripada realistis. Beberapa kritik terhadap film memang menyoroti persoalan logika dan prosedur hukum. South China Morning Post bahkan memberikan penilaian yang sangat rendah dan menganggap beberapa bagian cerita terlalu bergantung pada klise thriller prosedural.

Bagi saya, kelemahan tersebut memang terasa.
Namun jika menonton Last Suspect sebagai hiburan thriller, bukan dokumenter tentang prosedur hukum, saya masih bisa menikmati permainan ceritanya.

Film Ini Tidak Selalu Logis

Ini bagian yang perlu saya katakan secara jujur.
Last Suspect bukan film yang sempurna.
Ada beberapa keputusan karakter yang membuat saya bertanya, “Kenapa harus dilakukan seperti itu?”

Ada pula bagian cerita yang terasa dipaksakan agar misterinya tetap berjalan.

Beberapa kritik profesional juga menganggap film ini memiliki problem logika dan penggunaan klise genre. Rotten Tomatoes mencatat ulasan kritis yang mempertanyakan logika, standar hukum, dan perilaku sejumlah karakter.

Namun, justru di situlah pengalaman menontonnya menjadi menarik untuk dibahas.
Film misteri memang tidak selalu harus sempurna secara logika untuk bisa menghibur.
Yang penting, ketika menonton, kita masih memiliki rasa penasaran untuk mengetahui bagaimana semuanya akan berakhir.
Dan Last Suspect cukup berhasil mempertahankan rasa penasaran tersebut.

Track Record Last Suspect 2023

Kalau melihat rekam jejaknya setelah dirilis, Last Suspect bisa disebut memiliki performa komersial yang cukup kuat di pasar China.

Film ini menembus lebih dari 500 juta yuan dalam 21 hari setelah tayang. Data yang diberitakan saat itu juga menempatkannya sebagai salah satu film kriminal dan misteri dengan performa box office kuat pada 2023.
Pada akhir November 2023, film tersebut tercatat telah mencapai sekitar 559 juta yuan dan masa tayangnya diperpanjang sampai 31 Desember.

Film ini bahkan menjadi film dengan pendapatan tertinggi pada November 2023 di pasar China menurut laporan 1905.com.

Namun penerimaan kritikus tidak sepenuhnya sejalan dengan performa box office.

Rotten Tomatoes menampilkan skor kritikus yang berasal dari jumlah ulasan yang sangat terbatas, sementara IMDb mencatat rating sekitar 5,8/10 pada data yang tersedia.

Bagi saya, perbedaan antara performa pasar dan respons kritikus justru menarik. Artinya, film ini memiliki daya tarik komersial yang cukup besar, terutama karena premisnya mudah dipahami dan menggabungkan misteri dengan emosi keluarga.

Zhang Mo dan Tantangan Film Kriminal

Last Suspect disutradarai Zhang Mo.
Film ini menjadi salah satu proyek penting dalam perjalanan penyutradaraannya karena ia membawa cerita kriminal dan thriller dengan sudut pandang yang cukup kuat terhadap hubungan ibu dan anak.

Zhang Mo juga dikenal sebagai putri dari sutradara China terkenal Zhang Yimou. Last Suspect merupakan proyek solo penyutradaraan yang mendapat perhatian karena membawa nama keluarga besar perfilman China tersebut.
Namun menurut saya, yang lebih menarik bukan soal siapa orang tuanya.

Yang lebih penting adalah bagaimana Zhang Mo mengarahkan film yang mempunyai dua tuntutan sekaligus: membuat teka-teki kriminal tetap menarik dan membuat konflik emosionalnya terasa.

Hasilnya memang masih memiliki kekurangan.
Tetapi film ini menunjukkan keberanian untuk menggabungkan isu hukum, kriminalitas, penculikan, ibu dan anak, serta konflik moral dalam satu cerita.

Biografi Singkat Zhang Xiaofei

Zhang Xiaofei menjadi pemeran utama sebagai Chen Zhiqi.

Ia dikenal luas sebagai aktris China yang memiliki pengalaman dalam film dan komedi, kemudian mendapatkan perhatian besar melalui perannya dalam film Hi, Mom. Dalam Last Suspect, ia mengambil karakter yang jauh berbeda karena harus memainkan sosok pengacara profesional yang berada dalam tekanan ekstrem.

Peran Chen memperlihatkan sisi Zhang Xiaofei yang lebih serius.

Ia harus memainkan karakter yang berpikir cepat sekaligus emosional.

Menurut saya, perpindahan dari adegan hukum ke adegan keluarga menjadi tantangan terbesar untuk karakter tersebut.

Biografi Singkat Lee Hong-chi

Lee Hong-chi atau Li Hongqi merupakan aktor Taiwan yang tampil sebagai Jin Zhixiong.
Karakter ini merupakan polisi yang membantu Chen dalam penyelidikan.

Perannya memberikan keseimbangan karena ketika Chen berada dalam tekanan emosional, Jin menjadi salah satu karakter yang membantu menjaga sisi investigasi film tetap berjalan.
Kehadiran Lee Hong-chi membuat cerita tidak hanya berputar pada pengacara dan ruang sidang.

Biografi Singkat Kara Hui

Kara Hui atau Hui Ying-hung merupakan salah satu aktris veteran yang memiliki perjalanan panjang di perfilman Hong Kong dan Asia.
Dalam Last Suspect, ia memerankan Lin Shu’e, ibu dari korban.

Karakter tersebut menuntut permainan emosi yang cukup berat karena Lin membawa rasa kehilangan dan kemarahan yang mendalam.
Bagi saya, penampilan Kara Hui merupakan salah satu elemen yang membuat konflik antarkarakter terasa lebih manusiawi.

Nilai yang Saya Tangkap dari Film

Di balik kasus pembunuhan dan penculikan, Last Suspect sebenarnya membawa pembahasan mengenai kasih sayang orang tua.

Film ini menunjukkan bagaimana rasa cinta terhadap anak dapat membuat seseorang mengambil keputusan ekstrem.

Tetapi film juga mengingatkan bahwa cinta tidak selalu menghasilkan keputusan yang benar.
Ada saat ketika seseorang merasa tindakannya benar karena dilakukan demi keluarga, padahal keputusan tersebut bisa membawa konsekuensi bagi orang lain.

Konflik seperti ini membuat film lebih menarik daripada sekadar permainan siapa pembunuh sebenarnya.

Tentang Kebenaran dan Keadilan

Sebagai pengacara, Chen seharusnya mencari kebenaran berdasarkan bukti.
Namun sebagai ibu, ia memiliki kepentingan pribadi yang sangat besar.
Di sinilah film mempertemukan hukum dengan naluri manusia.

Apa yang harus dilakukan jika orang yang harus kita bela mungkin saja bersalah?
Apa yang terjadi jika keselamatan anak kita bergantung pada keputusan yang tidak kita yakini?

Apakah kebenaran harus tetap diperjuangkan meskipun konsekuensinya sangat menyakitkan?
Pertanyaan tersebut menjadi inti moral yang membuat Last Suspect layak ditonton.

Kesimpulan Kesan Nonton Last Suspect 2023

Setelah menonton Last Suspect 2023, saya melihat film ini sebagai thriller kriminal yang memiliki premis kuat, konflik emosional menarik, serta performa pemeran utama yang cukup meyakinkan.

Kelebihan terbesar film ini ada pada gagasan tentang seorang ibu yang dipaksa menggunakan kemampuan profesionalnya untuk menyelamatkan anak. Kombinasi antara penculikan, pembunuhan, persidangan dan investigasi membuat ceritanya mudah diikuti dan memberikan cukup banyak alasan untuk terus menonton.

Zhang Xiaofei menjadi pusat perhatian melalui karakter Chen Zhiqi. Lee Hong-chi memberikan dukungan pada sisi investigasi, sementara Kara Hui menghadirkan konflik emosional yang kuat melalui karakter Lin Shu’e.

Film ini juga memiliki catatan komersial yang cukup menarik. Dengan pendapatan sekitar 559 juta yuan selama masa tayang di China dan status sebagai film terlaris pada November 2023 di pasar tersebut, Last Suspect jelas berhasil mendapatkan perhatian penonton.

Namun dari sisi kritik, film ini tidak lepas dari kelemahan. Beberapa ulasan menilai alurnya terlalu konvensional, penggunaan flashback cukup berlebihan, dan terdapat sejumlah bagian yang kurang meyakinkan dari sisi logika maupun prosedur hukum.

Bagi saya, kelemahan tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan daya tarik film.

Kalau Anda menyukai film China bergenre kriminal, misteri, thriller, kasus pembunuhan, pengacara, ruang sidang, dan plot twist, Last Suspect masih layak masuk daftar tontonan.

Film ini bukan thriller yang sempurna, tetapi memiliki satu kekuatan yang sulit diabaikan: emosi seorang ibu yang bersedia melakukan apa saja untuk menyelamatkan anaknya.
Dan mungkin itulah kesan paling kuat setelah menonton Last Suspect.

Pada akhirnya, film ini bukan hanya mengajak kita bertanya siapa tersangka terakhir, tetapi juga mempertanyakan batas antara kebenaran, keadilan, kasih sayang, dan pengorbanan seorang ibu.(gie/berbagai sumber)

Pos terkait