JAMBI, Jambiseru.com – Rencana bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, ke Partai Gerindra menuai penolakan dari kalangan muda partai, khususnya organisasi sayap Tunas Indonesia Raya (TIDAR)
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat TIDAR (PP TIDAR), Rocky Candra, menilai Budi Arie bukan sosok yang layak diterima di tubuh Gerindra.
Ia menegaskan, Gerindra bukan tempat persinggahan bagi tokoh politik yang datang hanya ketika situasi politik sedang menguntungkan.
“Kami menghormati siapa pun yang ingin berjuang bersama. Tapi Partai Gerindra bukan tempat persinggahan bagi mereka yang baru datang ketika langit politik sedang cerah,” kata Rocky.
Rocky menjelaskan, kegelisahan di kalangan kader muda bukan bentuk penolakan terhadap individu tertentu, melainkan upaya menjaga kemurnian arah perjuangan partai agar tidak bergeser dari cita-cita awal yang dibangun oleh Ketua Umum Prabowo Subianto.
Menurutnya, generasi muda Gerindra terbuka terhadap rekonsiliasi dan kerja sama politik yang luas, namun tetap memiliki batas nilai yang tidak boleh dilanggar.
“Gerindra selalu percaya pada semangat kebangsaan yang inklusif. Tapi partai ini dibangun dengan idealisme, bukan oportunisme,” tegasnya.
Rocky juga mengingatkan bahwa, sejarah politik Indonesia menunjukkan banyak partai besar melemah bukan karena serangan lawan, tetapi karena infiltrasi dari dalam. Karena itu, ia meminta DPP Gerindra berhati-hati dalam menanggapi isu masuknya Budi Arie.
“Banyak partai besar tumbang bukan karena diserang lawan, tapi karena dipecah dari dalam. Kami tidak ingin Gerindra mengulangi kesalahan itu,” sebutnya.
Meski menyatakan penolakan, Rocky menegaskan, seluruh kader TIDAR tetap percaya pada kebijakan Prabowo Subianto dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra dalam menentukan arah politik partai.
“Kami yakin setiap keputusan DPP selalu berorientasi pada kepentingan bangsa serta menjaga keutuhan partai,” pungkasnya. (uda)












