Demo di Jambi, Satu Pelajar Kedapatan Bawa Sajam

  • Whatsapp
wakapolda
Wakapolda Jambi, Brigjen Pol Charles Bonardo Sadatua (CBS) Nasution. Foto: Yogi/Jambiseru.com

JAMBISERU.COM, Jambi – Seorang pelajar yang belum diketahui identitasnya diamankan polisi. Pasalnya, pelajar tersebut kedapatan membawa senjata tajam (Sajam) saat demo di depan Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (30/9/2019) siang.

BACA JUGA: Depan Mapolda Metro Rusuh! Bentrokan Pendemo Vs Aparat Menjalar ke Tol

Bacaan Lainnya

Wakapolda Jambi, Brigjen Pol Charles Bonardo Sadatua (CBS) Nasution membenarkan penemuan sajam tersebut.

“Iya kita ada mengamankan seorang pelajar karena membawa sajam,” kata Brigjen Pol CBS.

Dikatakan Charles, atas penemuan sajam tersebut, ia sangat menyayangkan. Kata dia, hal itu menjadi atensi bagi pihaknya. Bahkan, masih setingkat SLTA saja mereka sudah turut mengikuti unjuk rasa dan membawa sajam.

“Kedepan perlu kita waspadai,” tegasnya.

Charles menerangkan bahwa, penembakan gas air mata tersebut berawal ketika para pendemo hendak mendesak untuk masuk ke dalam gedung DPRD. Padahal, semua tuntutan mereka telah dipenuhi, bahkan perwakilan dari mereka pun juga telah diterima masuk untuk berdialog dengan Ketua DPRD Provinsi Jambi. Tapi, mereka tetap memaksa untuk masuk, sehingga pihaknya memberikan tindakan terukur.

“Maka dari itu kita berikan mereka tindakan terukur untuk memundurkan mereka sehingga situasi sudah kondusif,” ujarnya.

Selain itu, Charles mengimbau kepada para orang tua serta kepala sekolah dan guru-guru agar mengingatkan muridnya untuk tidak mengikuti unjuk rasa. Tak hanya itu, ia pun juga mengimbau untuk para pimpinan di Universitas supaya mengingatkan mahasiswa dalam melakukan unjuk rasa harus dengan cara yang sopan dan beretika.

“Jangan memaksa kehendaknya. Apalagi sampai melakukan kerusakan,” tandasnya.

BACA JUGA: Vanessa Angel Bagi Video Sedang Senam, Netizen: Aku Ndak Kuat

Untuk diketahui, kawasan gedung DPRD Provinsi Jambi kondusif, setalah pihak kepolisian menembaki gas air mata ke para pendemo. Selanjutnya, para pendemo pun membubarkan dirinya. (uda/cr1)

Pos terkait