Simpan Ribuan Dus Minol, Ruko di Jambi Digerebek FPI

miras
Satu dus berisi minol yang diamankan. Foto : Yogi/Jambiseru.com

Simpan Ribuan Dus Minol, Ruko di Jambi Digerebek FPI

Jambi Seru, Jambi – Sebuah Ruko yang terletak di Jalan Marsda Surya Dharma, RT 15, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, digerebek warga dan Front Pembela Islam (FPI) Kota Jambi, Senin (9/3/2020) sekitar pukul 20.00 WIB. Dari hasil penggerebekan tersebut, ditemukan adanya ribuan dus minuman beralkohol (Minol).

Baca JugaChina Akan Luncurkan Vaksin Virus Corona Bulan Depan

Bacaan Lainnya

Padahal berdasarkan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang dikeluarkan Pemerintah Kota Jambi, penggunaan ruko tersebut hanyalah sebagai tempat distributor makanan dan minuman. Namun fakta di lapangan, digunakan untuk menyimpan ribuan dus yang berisi Minol. Dus berisi minuman itu tersusun rapi di dalam ruko.

Sekretaris FPI wilayah Kota Jambi, Hamdi, mengatakan, dari laporan masyarakat sekitar wilayah ini kepada pihaknya, meminta tolong untuk menindak lanjutin tentang dugaan penyimpanan Minol.

“Hasil dari penggrebekan kami dapatkan kurang lebih ribuan dus dengan berbagai macam merek. Bahkan diduga merek-merek di atas 5 persen, dan sampai 40 persen lebih,” katanya, saat diwawancarai awk media di sekitar lokasi. Senin (9/3/2020) sekita pukul 22.00 WIB.

Kata Hamdi, pihaknya sudah melaporkan ke Instansi terkait, Satpol PP Kota Jambi dan anggota Polisi wilayah Polsek Kota Baru. Namun, begitu petugas datang ke lokasi tidak ada tindakan. Sedangkan pihaknya membutuhkan penegakkan hukum.

Selain Satpol PP dan Polsek Kota Baru, pihaknya juga sudah melaporkannya ke Polda Jambi. Kata Hamdi, Polda Jambi akan tiba malam ini untuk memeriksa ruko tersebut, hingga saat ini sepertinya laporannya tidak direspon.

“Kalau memang Minol ini dilegalkan, ya kita legalkanlah, sudah kita hancur-hancuran di Jambi ini. Tapi kalau Minol ini dilarang tolong lah di proteksi. Anggota polsek banyak ke sini, mampir sebentar, kemudian nanyo-nanyo, sudah tu pergi, jadi sepertinyo ado unsur pembiaran, jadi kami di sini kebingungan,” ujarnya.

Hamdi mengatakan, pihaknya akan terus melanjutin ke Pemerintah terkait dan petugas-petugas yang berwenang untuk menindak lanjutin gudang penyimpanan minol.

“Kalau pun tidak ditanggapi kami akan pawai seKota Jambi ini, pakai kendaraan berikut sound sytem untuk menyuarakan apakah Minol ini dilegalkan di Jambi” tandasnya.

Sementara, Ketua RT 15, Dewi, mengatakan, untuk aktifitas sehari-hari di ruko tersebut tidak ada. Selain itu pemilik ruko juga sudah pindah ke Jawa, saat ini penyewa ruko yang menempati dan melapor ke dirinya, bahwa ruko tersebut dijadikan untuk tempat tinggal. Soal tempat penyimpanan Minol, Dewi tidak mengetahuinya, bahkan dirinya pun terkejut saat ada penggrebekan.

Baca JugaBelasan Murid SD di Serang Dicabuli Gurunya

“Sebelum tahun baru pemilik ruko pindah ke Jawa, awal tahun 2020 penyewa izin dengan saya untuk tinggal di sini. Saya pun terkejut kok ada penggrebekan, saya lihat videonya kok ada mobil masuk, dan Minol , saya terkejut,” ungkapnya. (yog)

Pos terkait