Jambiseru.com – Penilaian Masjid Teladan tingkat Kota Jambi bukan sekadar ajang kompetisi untuk menentukan siapa yang terbaik, melainkan menjadi upaya mendorong lahirnya masjid-masjid teladan yang mampu menjadi inspirasi bagi masjid lainnya.
Hal tersebut disampaikan Dr. H. Syarif Fasha, Ketua Dewan Masjid Kota Jambi sekaligus Anggota DPR RI Dapil Jambi Fraksi NasDem, saat menghadiri kegiatan penilaian Masjid Teladan di Masjid Darussalam, Kota Jambi.
Dalam sambutannya, Syarif Fasha menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada masjid-masjid yang telah mengikuti proses penilaian. Ia menegaskan bahwa esensi kegiatan ini bukan untuk mencari pemenang, tetapi menemukan masjid yang dapat menjadi contoh dalam pengelolaan dan pengembangan fungsi masjid.
“Saya katakan bukan mencari pemenang, karena perlombaan ini bukan mencari pemenang, tetapi mencari masjid-masjid teladan yang terbaik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penilaian masjid teladan tidak hanya berfokus pada keindahan bangunan maupun penampilan fisik. Lebih dari itu, terdapat sejumlah aspek penting yang menjadi perhatian, mulai dari fungsi masjid, struktur kepengurusan, hingga tata kelola keuangan yang transparan dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pengelolaan keuangan masjid harus dilakukan secara terbuka, termasuk bagaimana dana dan tabungan masjid dikelola serta dimanfaatkan untuk kepentingan umat.
Syarif Fasha juga menekankan pentingnya berbagi ilmu dan pengalaman antarpengurus masjid. Masjid yang telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen dengan baik diharapkan dapat menularkan pengetahuannya kepada masjid lain.
“Prinsip-prinsip manajemen masjid yang sudah diterapkan oleh masjid teladan harus ditularkan dan diajarkan kepada pengurus-pengurus masjid yang lain. Jangan ilmu ini dimakan dewe,” tegasnya.
Ia berharap, kegiatan penilaian ini tidak berhenti pada penetapan masjid teladan semata, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan masjid di Kota Jambi.
Lebih lanjut, Syarif Fasha menyebutkan bahwa setidaknya ada empat fungsi utama masjid yang perlu terus dioptimalkan.
Pertama, masjid sebagai tempat ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kedua, masjid sebagai pusat pendidikan dan pembelajaran umat. Ketiga, masjid sebagai pusat kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Keempat, masjid sebagai tempat musyawarah dan mufakat dalam membangun kebersamaan serta menyelesaikan berbagai persoalan umat.
“Alhamdulillah, di Kota Jambi fungsi masjid sudah berjalan. Ada empat fungsi masjid yang minimal harus kita jalankan, yakni sebagai tempat ibadah, pendidikan, sosial, dan musyawarah mufakat,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Masjid Darussalam menjadi salah satu masjid yang mendapat perhatian dalam penilaian Masjid Teladan tingkat Kota Jambi dan akan mewakili Kota Jambi pada tahapan selanjutnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masjid di Kota Jambi yang tidak hanya nyaman sebagai tempat beribadah, tetapi juga mampu hadir sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan sosial, serta ruang musyawarah yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Sebab, masjid yang teladan bukan hanya terlihat dari megahnya bangunan, tetapi juga dari kuatnya tata kelola, hidupnya kegiatan keumatan, serta besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat.(uda)










