Kader PDI-P Tidak Boleh Takut Membela Rakyat

kader pdi p
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto : Antara

Jambiseru.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, agar kader partai berlambang banteng itu untuk tidak takut membela rakyat.

Bagi Hasto, keberanian itu mempunyai arah yang jelas, yakni berpihak pada rakyat. Ia menyatakan kader PDI Perjuangan tidak boleh mundur ketika berhadapan dengan pihak yang menindas rakyat kecil.

“Kalau melihat rakyat tertindas, takut sama krimininalisasi penegak hukum, jangan pernah menjadi kader PDI Perjuangan,” kata Hasto.

Hal itu disampaikan, Hasto dalam konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung pada Jumat (30/10) malam. Hasto membuka arahannya dengan menyampaikan salam dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Ia kemudian menegaskan, empat sifat yang menurutnya, harus melekat pada setiap kader. Berangkat dari perenungan Megawati, Hasto menyebut keyakinan sebagai pangkal dari segalanya.

“Keyakinan menghasilkan keteguhan, keberanian dan kesabaran,” tuturnya.

Ia pun menutup rangkaian pemikiran itu dengan semboyan yang sudah menjadi bagian dari tradisi partai.

“Kalau keempat-empatnya ini menjadi satu, itu menjadi ‘Satyam Eva Jayate’, kebenaran akan menang,” ujarnya.

Dalam arahannya, Hasto juga menyinggung cara PDI Perjuangan berpolitik. Menurutnya, pertarungan politik harus dijalankan dengan gagasan dan kekuatan struktur partai, bukan dengan serangan yang menyasar pribadi.

“Jangan menyerang secara personal. Kita bertarung dari ide dan gagasan,” tegasnya.

Ia menekankan pula prinsip kesetaraan yang menjadi pegangan partai.

“PDI Perjuangan sangat kokoh, kita tidak pernah membedakan seseorang dari suku, agama, status sosial, dan jenis kelamin,” kata Hasto.

Pada bagian lain arahannya, Hasto menyoroti cara partai merancang strategi. Ia menyebut politik berbasis tebakan sudah tidak relevan dan menegaskan pentingnya data sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Mendesain strategi pemenangan pemilu kalau dulu itu ada yang pakai tradisional, nah sekarang nggak zamannya lagi, sekarang berbasis data,” kata Hasto.

Rapat malam itu dibuka Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Winarti, yang menyampaikan laporan perkembangan organisasi. Turut mendampingi Sekretaris DPD Palgunadi, jajaran bendahara dan struktur partai, para anggota DPRD Provinsi, serta ketua, sekretaris, dan bendahara DPC se-Lampung.

Hadir pula anggota DPR RI Mukhlis Basri dan Ketut Suwendra, serta sejumlah kader muda DPP PDIP di antaranya M. Guntur Romli. (uda)

Pos terkait