Jambiseru.com, Muaro Jambi – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Penyengat Olak, Karim, kembali menegaskan komitmennya agar aksi warga yang digelar terkait dampak lingkungan tetap berjalan damai dan tertib.
Ia mengingatkan seluruh peserta aksi untuk tidak terprovokasi oleh oknum-oknum yang berupaya mengacaukan jalannya penyampaian aspirasi.
“Selaku Ketua BPD, saya tidak bosan-bosannya mengingatkan bahwa aksi kita harus damai, jangan anarkis, dan jangan sampai terpancing jika ada oknum dari pihak mana pun yang mencoba mengacaukan aksi,” kata Karim.
Menurutnya, dengan menjaga aksi tetap damai, tujuan utama dari penyampaian aspirasi warga ini diharapkan dapat tercapai dan membuahkan hasil yang diinginkan.
Karim mengungkapkan bahwa Babinkamtibmas Desa Penyengat Olak bersama personel intel dari Polsek Jaluko telah bertemu dengannya. Pesan yang disampaikan aparat keamanan sejalan dengan imbauan BPD, yakni menjaga aksi tetap tertib, tidak anarkis, serta saling mengawasi agar tidak ada penyusup yang mengganggu jalannya aksi.
“Pesannya juga sama, yaitu menjaga aksi untuk tertib, tidak anarkis, saling menjaga, jangan sampai ada penyusup yang mengganggu aksi,” jelasnya.
Karim menyatakan bahwa BPD mendukung penuh aksi warga selama tujuan utamanya positif. Aksi ini dinilai sebagai bentuk kekompakan warga Desa Penyengat Olak dalam menyelesaikan masalah dampak lingkungan yang dialami warga, khususnya di RT 03, terkait aktivitas pelabuhan pasir di daerah tersebut.
“Kami dari BPD tentu mendukung, selagi tujuan utama aksi ini positif dan sebagai bentuk kekompakan warga Desa Penyengat Olak untuk menyelesaikan masalah dampak lingkungan yang dialami khususnya warga RT 03 terkait aktivitas pelabuhan pasir di daerah tersebut,” pungkas Karim.
Dengan koordinasi yang baik antara warga, BPD, dan aparat keamanan, diharapkan penyampaian aspirasi warga Penyengat Olak dapat berjalan lancar, aman, dan menghasilkan solusi nyata atas persoalan lingkungan yang mereka hadapi.(red)











